Pergerakan rupiah menanti data inflasi

Rupiah Melemah ----- Petugas merapihkan mata uang Rupiah dan Dollar Amerika di penukaran uang asing Bank Syariah Mandiri Jakarta, Kamis (28/9). Menurut data Bloomberg, rupiah ditutup di level 13.515 per dollar Amerika Serikat pada Kamis (28/09), melemah 0,52% dibanding penutupan sehari sebelumnya. Pelemahan nilai rupiah ini bahkan terburuk dalam 10 bulan terakhir yang dipicu pidato Presiden AS Donald Trump, yang memotong pajak korporasi dan penduduk kaya di AS.KONTAN/Cheppy A. Muchlis/28/09/2017

PT BESTPROFIT Pidato Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump gagal mengangkat dollar AS. Kurs spot rupiah terhadap dollar AS kemarin masih menguat 0,36% jadi Rp 13.386 per dollar AS. Tapi kurs tengah rupiah Bank Indonesia melemah 0,12% jadi Rp 13.413.

Pidato Trump sebenarnya berusaha mengangkat ekonomi AS dengan meminta konggres untuk meloloskan rencana belanja infrastruktur senilai US$ 1,5 triliun. “Pasar melihat pidato Trump isinya retorika yang tidak memberikan detil dan kejelasan dampaknya ke ekonomi AS,” kata Ekonom Bank Permata Josua Pardede. BEST PROFIT

Data awal penyerapan tenaga kerja swasta AS di Januari juga diperkirakan cuma 186.000, di bawah realisasi periode sebelumnya. Sentimen rilis risalah hasil rapat Bank of Japan (BoJ) juga menekan rupiah.

Dalam risalah tersebut, Gubernur BoJ Haruhiko Kuroda menyatakan akan mempertahankan stimulus, alias tetap memberlakukan kebijakan moneter longgar selama inflasi masih jauh dari target 2%. Akibatnya kurs yen menguat di hadapan dollar AS.

Tapi analis Monex Investindo Futures Yulia Safrina menilai penguatan kurs spot rupiah kemarin hanya rebound teknikal. Apalagi, fundamental ekonomi domestik masih cukup kuat. Pasar juga masih wait and see hasil rapat Federal Open Meeting Committee (FOMC). “Sejak dua hari lalu, dollar wait and see,” kata Yulia. BESTPROFIT

Ia menilai hari ini dollar AS berpeluang menguat. Gubernur The Fed Janet Yellen diprediksi bakal memberikan kejelasan terkait potensi kenaikan suku bunga acuan AS. Dari dalam negeri, pelaku pasar menanti rilis data inflasi Januari. Atas pertimbangan tersebut, Yulia memperkirakan, nilai tukar rupiah pada Kamis akan melemah dengan rentang Rp 13.440–Rp 13.350.

Sebaliknya, Josua melihat stabilnya harga minyak dunia di atas US$ 60 per barel dapat menjadi katalis positif bagi rupiah. Atas pertimbangan tersebut, Josua optimistis, nilai tukar rupiah hari ini bakal menguat dan bergerak antara Rp 13.325–Rp 13.400. PT BESTPROFIT FUTURES

Comments are closed.