Persediaan AS naik, minyak kembali turun

An oil well pump jack is seen at an oil field supply yard near Denver, Colorado, U.S., February 2, 2015. REUTERS/Rick Wilking/File Photo

 

Bestprofit | Persediaan AS naik, minyak kembali turun

 

PT Bestprofit Futures Pekanbaru – NEW YORK. Harga minyak dunia berakhir turun pada perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB), setelah Amerika Serikat melaporkan peningkatan 7,7 % dalam persediaan minyak mentahnya. Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Desember turun US$ 0,24 menjadi menetap di US$ 45,57 per barel di New York Mercantile Exchange.

Sementara itu, minyak mentah Brent untuk pengiriman Januari berkurang US$$ 0,32 menjadi ditutup pada US$ 46,63 per barel di London ICE Futures Exchange. Persediaan minyak mentah AS (tidak termasuk Cadangan Bahan Bakar Minyak Strategis) naik 5,3 juta barel pekan lalu menjadi 490,3 juta barel, atau naik 7,7 % secara tahun-ke-tahun, menurut Badan Informasi Energi AS (EIA) pada Rabu.

Sementara itu, laporan media pada Rabu mengatakan bahwa Menteri Energi Rusia Alexander Novak menyatakan kesediaan negaranya untuk mendukung kesepakatan pembekuan produksi Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC). Laporan juga mengisyaratkan tentang kemungkinan pertemuan antara Rusia dan Arab Saudi.

Analis mengatakan harga minyak telah menjadi mudah berubah karena para investor mempertimbangkan harapan untuk kesepakatan pembekuan produksi terhadap melonjaknya persediaan minyak AS. Volatilitas harga tersebut akan meningkat ketika mendekati jadwal pertemuan OPEC.

OPEC mencapai kesepakatan awal pada 28 September guna mengekang produksi minyak untuk pertama kalinya setelah krisis keuangan global pada 2008, dalam upaya mengurangi banjir minyak mentah yang telah menekan harga minyak selama lebih dari dua tahun. Namun demikian, tingkat produksi untuk masing-masing negara anggota akan diputuskan pada pertemuan yang akan dilaksanakan pada 30 November di Wina, Austria.

Wianda berharap, masyarakat dapat menerima keputusan dengan naiknya harga pertamax dan pertamax plus. “Mudah-mudahan masih bisa diterima masyarakat karena naiknya tidak terlalu besar,” tambah Wianda.

Menurut Wianda, perubahan harga hanya terjadi pada pertamax dan pertamax plus. Sementara produk BBM Pertamina lainnya tidak mengalami perubahan harga. “BBM jenis lain tetap, pertamax turbo, pertalite, premium, dexlite tetap semua. Di luar daerah yang disebutin tetap. Per 16 November 2016?,” ucapnya.

PT Bestprofit Futures

Comments are closed.