Sistem Operasi Super Aman dari Korea Utara Ternyata Bisa Dibobol dengan Sebuah Link

sistem

Bestprofit | Sistem Operasi Super Aman dari Korea Utara Ternyata Bisa Dibobol dengan Sebuah Link

Bestprofit – Kondisi di Korea Utara memang jauh berbeda dengan suasana di negara-negara lain. Terlebih untuk akses teknologi. Namun, ada hal yang menarik diungkapkan pada beberapa waktu lalu. Yakni, mengenai keberadaan sistem operasi dari Korea Utara bernama Red Star OS. Sistem operasi ini dibuat berbasiskan pada Linux dan diklaim sebagai sistem operasi super aman.

Sistem operasi ini telah ada di Korea Utara sejak tahun 1998. Dan, pada tahun 2016 telah tersedia Red Star versi 3.0 yang hanya bisa digunakan oleh para pengguna komputer di wilayah Korea utara. Tentu saja, sistem operasi ini hanya tersedia dengan bahasa pengantar Korea.

Namun, siapa sangka, sebuah perusahaan keamanan bernama Hacker House bisa membobol sistem operasi dari Korea Utara itu dengan cara yang sederhana. Dengan hanya menaruh link berbahaya seperti pada metode phising, Hacker House sudah bisa mengontorol secara penuh komputer berbasis Red Star OS.

Waduh! Para peneliti dari Hacker House pun menjelaskan bagaimana metode yang mereka pakai untuk meretas sistem operasi super aman milik Korea Utara tersebut. Dalam laporan yang dikutip dari Softpedia, disebutkan kalau mereka menggunakan aplikasi browser bernama Naenara yang merupakan browser default pada Red Star.

Di Korea Utara, tingkat penggunaan Naenara ternyata lebih tinggi dibandingkan Firefox. Tentu saja hal ini menjadi pekerjaan rumah yang serius untuk para pejabat Korea Utara. Terlebih, sistem operasi ini merupakan perwujudan kontrol secara penuh masyarakat Korea Utara di dunia cyber oleh pemerintahan yang kini dipimpin oleh Presiden Kim Jong Un tersebut. Dengan menggunakan sistem operasi ini, pelacakan terhadap data-data yang tersimpan pada sebuah komputer akan bisa dilakukan dengan mudah.

Bestprofit

Comments are closed.