Teknologi 4G topang kinerja juragan menara

Seorang teknisi melakukan perawatan rutin menara telekomunikasi PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) di kampus Universitas Darma Persada, Jakarta, Rabu (2/11). Per Juni 2016, TBIG telah memiliki total 13.000 sites terdiri berbagai tipe menara. Seiring tingginya akses data komunikasi 4G, TBIG  menargetkan tambahan 2.000 tower pada tahun ini. KONTAN/Fransiskus Simbolon

 

Best Profit | Teknologi 4G topang kinerja juragan menara

 

Bestprofit – JAKARTA. Teknologi 4G yang tengah digarap para operator telekomunikasi membawa berkah bagi emiten menara. Bisnis data yang tumbuh pesat membuat sejumlah operator memperluas cakupan teknologi 4G yang dimilikinya. Alhasil, bisnis sewa menara makin laris. PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) mengaku mencicipi berkah dari teknologi 4G. Hal ini terlihat dari permintaan menara yang terus naik.

Memanfaatkan peluang, TBIG makin ekspansif dengan menambah jumlah menara telekomunikasi. Hingga kuartal I-2017 lalu, TBIG telah membangun 1.000 unit menara dari target 2.400 menara di akhir tahun. Artinya, ekspansi menara baru ini sudah mencapai 41% dari target. Menurut manajemen TBIG, ekspansi perusahaan yang saat ini dilakukan berjalan beriringan dengan ekspansi para operator telekomunikasi.

Ini karena operator diharuskan memasang antena 4G di menara. Operator telekomunikasi rajin menambah kekuatan sinyal dan jangkauan. Apalagi saat ini bisnis layanan data tumbuh lebih tinggi dibandingkan bisnis telekomunikasi konvensional, seperti voice dan pesan singkat (SMS).

Helmy Yusman Santoso, Chief Financial Officer TBIG, mengatakan, sepanjang tahun ini, ekspansi menara TBIG sudah lebih dari 50% target di akhir tahun. “Kami belum rilis datanya. Tetapi melihat pencapaian di kuartal I lalu, pembangunan menara hingga saat ini sudah lebih dari separuh target,” ujar Helmy di Jakarta, belum lama ini.

TBIG akan lebih ekspansif pada semester dua ini. Perusahaan ini lebih memilih mendorong ekspansi organik ketimbang mencari pertumbuhan anorganik melalui jalan akuisisi. Pasalnya, biaya ekspansi organik lebih murah ketimbang akuisisi.

Dia menyatakan, investasi membangun menara telekomunikasi membutuhkan dana Rp 1 miliarRp 1,2 miliar per unit. Untuk melancarkan rencana ekspansi tahun ini, TBIG mengalokasikan belanja modal (capex) Rp 2 triliun hingga Rp 2,5 triliun. Sumber pendanaan capex ini berasal dari kas internal dan utang bank.

Pada kuartal I-2017, pendapatan TBIG naik sekitar 6% menjadi Rp 956,01 miliar. Laba operasional juga naik dari Rp 726,03 miliar di kuartal satu 2016 menjadi Rp 763,03 miliar. Namun, laba bersih TBIG tepangkas karena adanya beban pajak.

Bestprofit

PT Bestprofit

Leave a Reply