Wall Street mixed pasca rilis notulensi the Fed

Traders work on the floor of the New York Stock Exchange (NYSE) shortly after the opening bell in New York City, NY, U.S. November 15, 2016. REUTERS/Lucas Jackson

 

Bestprofit | Wall Street mixed pasca rilis notulensi the Fed

 

PT Bestprofit Futures Pekanbaru – NEW YORK. Bursa AS ditutup dengan wajah beragam pada transaksi Rabu kemarin. Data yang dihimpun CNBC menunjukkan, pada pukul 16.00 waktu New York, indeks Dow Jones Industrial Average naik 0,31% menjadi 19.083,18. Saham Caterpillar menjadi saham dengan kenaikan tertinggi dan saham Microsoft merupakan saham dengan penurunan terdalam.

Adapun indeks S&P 500 naik 0,08% menjadi 2.204,72. Sektor industri menjadi sektor dengan kenaikan tertinggi di antara tujuh sektor lainnya. Sedangkan sektor utiliti menjadi sektor dengan penurunan terendah. Sementara, indeks Nasdaq turun 0,11% dan berakhir di level 5.380,68.

Jumlah saham yang naik dan jumlah saham yang turun hampir seimbang di New York Stock Exchange. Volume transaksi perdagangan tadi malam melibatkan 813 juta saham dan volume transaksi gabungan mencapai 3,345 miliar saham pada penutupan market. Pasar saham ditutup mixed seiring aksi investor menyelami data ekonomi AS, termasuk hasil notulensi pertemuan The Federal Reserve bulan November.

Hasil rangkuman pertemuan tersebut dirilis pada Rabu kemarin sesuai dengan pandangan konsensus terhadap Wall Street di mana the Fed akan segera mendongkrak suku bunga acuannya pada Desember. Bank sentral AS menahan suku bunga acuannya pada awal bulan ini, hanya selang beberapa hari sebelum kandidat Partai Republik Donald Trump memenangkan pemilihan presiden.

Dow Jones Industrial Average melayang di dekat level 19.000, tingkat itu menyentuh level puncak pada hari Selasa untuk pertama kalinya. Russell 2000 Index untuk perusahaan kecil tampak siap untuk menghentikan kemenangan beruntun terpanjang dalam 20 tahun. Tidak ada yang menjadi pijakan saat ini.

Hal ini hanya menegaskan fakta bahwa kelompok minoritas mendorong untuk dilakukannya kenaikan suku bunga. Hal ini cukup mempersiapkan kita menjelang pertemuan kunci dalam beberapa pekan ke depan,” jelas Lundsey Piegza, chief economist Stifel Fixed Income.

PT Bestprofit Futures

Comments are closed.