Bos Ojol Harap PSBB Tetap Izinkan Driver Bawa Penumpang

Grab Indonesia mengklaim mendukung pemerintah melaksanakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk mengurangi potensi penularan virus corona yang menyebabkan Covid-19.

Namun, Head of Public Affairs Grab Indonesia, Tri Sukma Anreianno meminta pemerintah daerah yang menerapkan PSBB untuk mengizinkan masyarakat bepergian ke tempat tertentu menggunakan layanan Grab.

“Kami berharap pemerintah tetap dapat mengizinkan pelanggan kami untuk tetap menggunakan layanan ojol,” ujar Tri dalam keterangan tertulis, Selasa (8/4).

Tri menuturkan tempat tertentu yang akan dilayani Grab adalah dari dan ke rumah sakit, pasar, atau membeli kebutuhan sehari-hari di supermarket atau minimarket.

Tri mengklaim pihaknya secara aktif mengimbau semua mitra pengemudi dan pengiriman untuk mengutamakan kesehatan dan mengambil tindakan pencegahan secara menyeluruh.

Termasuk mengenakan masker setiap saat, mendisinfeksi kendaraan dan tas pengiriman secara teratur, mencuci dan membersihkan tangan, serta menjaga jarak aman melalui prosedur contactless delivery bagi mitra pengiriman GrabFood dan GrabExpress.

“Inisiatif ini sudah kami laksanakan di seluruh kota di Indonesia. Melalui kesempatan ini kami juga ingin mengimbau kepada seluruh pelanggan setia Grab untuk menggunakan masker saat keluar dari rumah,” ujarnya.

Terpisah, Chief of Corporate Affairs Gojek Nila Marita mengatakan pihaknya sedang mengkaji dan berdiskusi lebih lanjut bersama dengan pemerintah terkait implementasi peraturan PSBB.

Namun, dia menegaskan selalu berupaya untuk mematuhi regulasi-regulasi yang dikeluarkan pemerintah untuk melindungi masyarakat dari dampak Covid-19.

Nila mengklaim pihaknya telah melakukan berbagai upaya untuk membantu mitra-mitranya agar tetap dapat beroperasi dan menjalankan tugasnya dengan aman di tengah pandemi Covid-19.

“Karena mitra-mitra ini, terutama para mitra driver merupakan andalan kita bersama di tengah masyarakat dihimbau untuk di rumah saja guna menekan penyebaran Covid-19,” ujar Nila dalam keterangan tertulis.

Adapun upaya dalam memastikan keamanan dan kesehatan ekosistem Gojek, dia menyampaikan Gojek telah mengimpor 5 juta masker dan menyediakan cairan pembersih (hand sanitizer), vitamin, dan penyemprotan kendaraan dengan cairan disinfektan di berbagai kota besar di Indonesia

Nila juga mengatakan menyediakan kartu penada suhu di merchant GoFood untuk memastikan keamanan dan makanan yang dikirimkan.

Kartu itu berisi informasi mengenai suhu tubuh dari pihak yang menangani makanan yang dipesan, yaitu karyawan mitra merchant yang memasak, karyawan yang menyiapkan makanan, serta mitra driver yang mengantar makanan.

“Dengan prosedur ini, mitra driver kami dapat mengetahui suhu tubuhnya dari waktu ke waktu tanpa harus melakukan pengecekan sendiri,” ujarnya.

Terakhir, Nila juga mengatakan pihaknya mengimplementasikan sistem contactless delivery atau layanan tanpa kontak fisik langsung pada layanan GoFood dan GoSend guna meminimalisir kontak langsung antara mitra pengemudi dan pelanggan.

“Hal ini kami lakukan agar semua pihak, termasuk mitra driver kami, dapat terminimalisir dari kemungkinan penularan,” ujar Nila.

Sebelumnya, PSBB yang mulai diterapkan di Jakarta pada Jumat (10/4) dipastikan berimbas pada pengendara taksi dan ojek online.

Kepastian ojek online (ojol) dilarang membawa penumpang, kecuali layanan angkut barang di ibu kota dipastikan oleh Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo.

“Ya, sesuai Permenkes,” ucap Syafrin

Menyusul DKI Jakarta, sejumlah Pemda seperti Depok, Bogor, Tangerang, Jawa Barat, hingga Banten disebut akan menyusul menerapkan PSBB demi memutus penularan corona.

=

1Pingbacks & Trackbacks on Bos Ojol Harap PSBB Tetap Izinkan Driver Bawa Penumpang