BPK Jadi Auditor Eksternal IMO Pertama dari Asia Tenggara

Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI terpilih menjadi auditor eksternal Organisasi Maritim Internasional (International Maritime Organization/IMO) periode 2020-2023. Indonesia berhasil unggul dari Italia dan Inggris.

Penetapan auditor eksternal itu diputuskan dalam IMO Assembly ke 31 di Markas Besar IMO di London, Inggris.

Ketua BPK Agung Firman Sampurna mengatakan sebagai auditor eksternal, BPK akan melakukan pemeriksaan keuangan dan kinerja pada lembaga internasional tersebut serta dua institusi pendidikan di bawah IMO, yakni World Maritime University (WMU) dan International Maritime Law Institute (IMLI).

Jasa pemeriksaan yang ditawarkan oleh BPK bukan hanya pemeriksaan keuangan, namun juga pemeriksaan kinerja. Indonesia patut berbangga, lantaran BPK menjadi auditor eksternal pertama dari Asia Tenggara.

“Ini gambaran bahwa kompetensi BPK diakui secara internasional dan kemampuan diplomasi kita sangat unggul karena persiapan hanya dua minggu,” katanya, Sabtu (30/11).

Sebagai auditor eksternal, lanjutnya, Indonesia dapat mengambil pelajaran dari tata kelola dan akuntabilitas sektor maritim dari negara anggota. Pasalnya, sebagai auditor eksternal BPK akan menghimpun data-data dari negara anggota IMO.

“Dengan data tersebut dapat kami gunakan untuk memberikan pendapat terkait pengelolaan keuangan tapi pada saat yang sama akan menambah pengetahuan manajemen kami bagaimana kembangkan sektor maritim,” jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menuturkan BPK berhasil melalui persaingan sengit hingga akhirnya mampu mendapatkan posisi auditor eksternal. Pada pemungutan suara putaran pertama, Indonesia unggul dengan perolehan 64 suara dari total 142 suara.

Namun, jumlah tersebut tidak menunjukkan mayoritas suara, sehingga dilakukan pemungutan suara putaran kedua. Hasilnya, Indonesia memperoleh 75 suara dan Inggris 64 suara, sementara tiga negara memilih abstain.

“Kami turunkan tim full diplomat, tidak saja dari KBRI di luar negeri tapi di Jakarta kami turunkan diplomat senior yang dipimpin Dubes Rahmat Budiman untuk membantu lobi selama ada di lapangan,” ucapnya.

Pencalonan sebagai eksternal auditor IMO ini didasari oleh pengalaman BPK sebagai International Atomic Energy Agency (IAEA) periode 2016-2021 dan International Anti Corruption Academy (IACA) periode 2015-2016 dan 2018-2020.

Di samping itu, BPK memiliki banyak auditor dengan kualifikasi sertifikasi profesi Chartered Accountant, Certified Public Accountant, Certified Fraud Examiner, dan Certified Information System Auditor. BPK juga memiliki banyak pengalaman memeriksa sektor maritim nasional dan pada lingkup komunitas Supreme Audit Institution (SAI) internasional.

Leave a Reply