Bursa Asia Berguguran Pasca Jatuhnya Pesawat MH17

imagesBestprofit Pekanbaru – Bursa saham di Asia berguguran setelah dikejutkan kabar jatuhnya pesawat Malaysia Airlines dengan kode penerbanan MH17. Insiden ini juga membuat nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) melambung terhadap mata uang di regional.

Bursa Tokyo membuka perdagangan di zona merah, anjlok hingga 1,6% tak lama setelah pembukaan perdagangan. Melemahnya yen terhadap dolar juga makin memberi sentimen negatif terhadap pergerakan pasar.

“Koreksi hari ini akibat pesawat jatuh. Kita belum tahu detil kejadiannya tapi tetap saja memicu risiko,” kata Hirokazu Kabeya, analis senior dari Daiwa Securities, seperti dikutip AFP, Jumat (18/7/2014).

Ia memprediksi, pergerakan pasar akan negatif sepanjang hari ini meski nanti ada penjelasan resmi terkait jatuhnya pesawat Negeri Jiran ini. Selain bursa Jepang, pasar saham Singapura hari ini juga dibuka terpangkas 6,99 poin (0,21%) ke level 3.299.

Sementara bursa Hong Kong dan Tiongkok baru akan dibuka sebentar lagi. Prediksinya kedua bursa tersebut juga akan bergerak di zona merah.

Semalam, Wall Street jatuh cukup dalam setelah dikejutkan kabar pesawat Malaysia Airlines yang jatuh di perbatasan Ukraina-Rusia. Investor menarik dana dan mencari instrumen investasi yang lebih aman seperti emas dan surat utang pemerintah Amerika Serikat (AS).

Pasalnya, jatuhnya pesawat ini dikhawatirkan bisa memicu kembali ketegangan antara kedua negara tersebut. Pemerintah AS menduga pesawat Boeing 777 tersebut ditembak oleh rudal.

Rudal tersebut diduga milik salah satu negara yang menjaga perbatasan dari pesawat militer musuh. Sebanyak 295 penumpang pesawat belum diketahui nasibnya, dugaan sementara semuanya tewas.

Comments are closed.