Bursa Asia Masih Bisa Berakhir Positif

IHSG1Bestprofit Pekanbaru – Hong Kong – Bursa saham Asia berakhir menguat pada perdagangan Senin (1/9/2014). Penguatan Wall Street pekan lalu dapat mengimbangi data China yang mengecewakan pasar.

Data indeks pembelian manager (PMI) China bulan Agustus di 51,1 di bawah ekspektasi 51,2 dari Juli di 51,7. Data ini terendah dalam tiga bulan terakhir.

“Meskipun kesepatan saat ini lebih lambat dari ekspektasi, tetapi tren jangka panjang masih di atas rata-rata. Hal ini tidak akan menyulitkan China mencapai target pertumbuhan ekonomi di 7,5% di tahun ini,” kata analis di IG Markets, Chris Weston seperti mengutip cnbc.com.

Indeks Nikkei naik 0,3%, indeks Hang Seng naik 0,04%, indeks ASX naik 0,07%, indeks Shanghai menguat 0,8% dan indeks Kospi melemah 0,03%. Indeks Nikkei memantul ke arah positif dari level terendah dalam dua pekan.

Apalagi yen melemah ke level terendah dalam dua pekan di 104,21 di Asia. Dampaknya saham eksportir mengalami penguatan.

Sementara bursa Shanghai menguat setelah Presiden China Xi Jinping menyerukan reformasi militer dan inovasi pada akhir pekan lalu. Hal ini menaikkan saham Beijing Aerospace Changfeng hingga 7 persen. Saham Sichuan Chengfa Aerospace mengalami reli mendekati 10 persen.

Sementara bursa Kospi di Seoul melemah dengan data perdagangan yang mengecewakan pasar. Ekspor bulan Agustus turun di bawah perkiraan. Padahal impor naik lebih tajam.

Saham Samsung Heavy melonjak 6 persen. Sementara saham Samsung Engineering naik 12 persen.
Rekomendasi Untuk Anda

Penyebab Kiper Argentina Batal Gabung MU dan City Penyebab Kiper Argentina Batal Gabung MU dan City
“Munchen Lebih Butuh Alonso Ketimbang Kroos”

Comments are closed.