Bursa Tertekan, Emas Bisa Menguat Lagi

EMAS – BESTPROFIT FUTURES PEKANBARU – Harga Emas berakhir naik diperdagangan tengah minggu ini pada harga $1,232.10  per troy onz atau naik $0,10, meski sempat melonjak pada perdagangan sehari sebelumnya sebesar $37.10. Harga minyak mentah sendiri masih turun $1.11 ke harga $62.71 per barel.  Dolar AS diperdagangkan sebesar 119.03 yen dari sebelumnya sebesar 119.69 yen. Terhadap Euro, Dolar AS senilai $1.2394 dari sebelumnya sebesar $1.2374.

BESTPROFIT PEKANBARU

BESTPROFIT PEKANBARU

Kenaikan yang terjadi dalam perdagangan emas selain memanfaatkan terjadinya koreksi Dolar AS juga akibat jatuhnya bursa saham. Para investor berusaha melindungi investasi mereka dengan membeli emas.

Bursa saham Asia hari ini perdagangkan beragam, setelah berbagai sentimen dari Wall Street dianggap kurang meyakinkan. Yen Jepang mengalami penguatan kembali . Sentimen positif berasal dari data inflasi Cina hari ini yang diperkirakan akan naik. Yen Jepang menguat ke area dibawah 119 atas Dolar AS sehingga memberikan tekanan pada saham-saham eksportir dan perlengkapan alat berat di bursa Jepang. Indek Nikkei 225 dibuka melemah dan sempat turun. Secara keseluruhan pergerakan indek saham Nikkei masih bergelombang dengan rata-rata dikisaran 17,413. Beberapa emiten besar mengalami penurunan dengan penguatan Yen ini. Saham-saham seperti Daiwa House Industries, Mitsui Chemicals, Nissan Chemical, JTEKT  dan Kawasaki Heavy Industries  menurun.

Bursa saham Australia All Ordinaries  dibuka tidak berubah banyak dan berpotensi menguat. Sektor layanan kesehatan, konsumen, IT, telekomunikasi, dan perdagangan umum diperkirakan akan mendapat tekanan. Sektor energi, bahan tambang dan perumahan diperkirakan akan menguat kembali.

Sementara itu, Indek Hang Seng kemarin berakhir naik ke 23,525, naik 38.69 poin atau sebesar 0.16 persen. Kenaikan yang terjadi sejalan dengan hasil perdagangan indek Shanghai yang naik 83.74 poin atau 2.93 persen ke 2,940, puluh dari perdagangan sebelumnya yang mendapatkan tekanan dari aksi jual pelaku pasar, kenaikan terjadi setelah angka kredit diperkirakan akan naik seiring dengan prasyarat kredit yang dipermudah. Data ekonomi Cina menjadi pertimbangan pasar selanjutnya, Inflasi Cina bulan November melamban ke posisi terendahnya dalam lima tahun ini. Indek Harga Produsen kembali menurun beruntun dalam 33 bulan ini, demikian dilaporkan oleh Biro Statistik Nasional Cina. Inflasi tahunan Cina menurun 1.4 persen dibulan November ini dari bulan sebelumnya sebesar 1.6 persen, pasar sendiri memperkirakan tidak akan terjadi perubahan.

Indek bursa saham utama berjangka AS juga masih menurun yang mencerminkan langkah risk aversion para investor. Salah satu katalis bagi risk aversion yang dilakukan adalah pernyataan OPEC bahwa permintaan minyak global di 2015 diperkirakan akan menurun sehingga harga beragam komoditi juga menurun. Berbagai laporan emiten menjadi sentimen yang beragam bagi pasar. Tidak adanya katalis utama telah membuat pasar kehilangan kepercayaan diri.

Bursa saham AS memang masih tertekan, meski sudah jatuh namun penguatan sesaat harga komoditi tidak bisa membantu kenaikan indek bursa lebih lanjut.  Indek Dow Jones masih diperdagangkan negatif bersama Indek S&P 500  pada kisaran 17,801 dan 2,060. Dua puluh dua emiten di Dow Jones berakhir negatif, hanya delapan yang mampu bertahan. Merck (MRK), McDonald’s (MCD), AT&T (T) dan Verizon (VZ) adalah diantara yang turun dan UnitedHealth (UNH) dan United Technologies (UTX) yang naik. Sektor penerbangan menguat sedikit, sementara emiten jasa emas dan minyak  terlihat menjanjikan.

Data ekonomi AS menyatakan Persediaan Distributor AS mengalami kenaikan 0.4 persen dari bulan sebelumnya di bulan Oktober kemarin. Perkiraan sebelumnya menyatakan persedian ini akan naik 0.2 persen saja. Disaat yang sama, penjualan distirbutor mengalami kenaikan 0.2 persen. Persediaan distributor berbanding dengan penjualan distributor sebesar 1.19 sementara setahun lalu angkanya sebesar 1.16.

Bursa saham Eropa pada perdagangan kemarin dibuka menguat setelah melihat peluang kenaikan kembali paska penurunan yang terjadi sebelumnya dalam dua sesi perdagangan. Risk aversion yang dilakukan investor sebelumnya, berdasarkan pada kekhawatiran akan pertumbuhan ekonomi kwasan Eropa dan perhatian pasar yang kembali melihat ke Yunani menjelang masa pemilihan Presiden dalam dua bulan di akhir tahun ini. Pasar khawatir hasil pemilihan akan mendapat sandungan dari parlemen sehingga akan menimbulkan resiko bagi pasar.

Operator perjalanan wisata TUI menyatakan pendapatan di tahun 2014 lebih baik dari perkiraan sementara tahun 2015 mentargetkan akan dinaikkan. Perusahaan minyak asal Inggris, BG Group menyatakan kesepakatan mereka untuk menjual jalur pipa gas mereka ke APA Group dengan nilai transaksi $5 milyar. Kenaikan pendapatan saham menurun diperkirakan tahun ini akan menurun, lebih rendah dari setengah perkiraan sebelumnya yang berkisar antara 6-10 persen di tahun ini. Pada 2015 diperkirakan pendapatan saham diperkirakan setidaknya 10 persen per lembar.

Kilas berita beberapa emiten Eropa yang perlu mendapat perhatian adalah Krispy Kreme Doughnuts (KKD) yang dilaporkan mengalami kenaikan pendapatan di kuartal ketiga, dengan asumsi ahun ini bisa menutup kenaikan pendapatan per saham sebesar 69-74 persen, sesuai dengan perkiraan awal. Del Monte (FDP) secara sukarela dikabarkan akan menarik lebih dari 3,000 kemasan yang diduga terkontaminasi bakteri. Costco (COST) dikabarkan meraih kenaikan pendapatan di kuartal pertama meski pendapatannya meleset dari perkiraan. Toll Brothers’ (TOL) pada kuartal empat melaporkan pendapatan yang lebih baik dari perkiraan.

Pihak Energy Information Administration (EIA) dijadwalkan akan melakukan paparan cadangan petrol mingguan pada pukul 10:30 am waktu setempat. Pada minggu sebelumnya, cadangan minyak mentah AS dikabarkan menurun 3.7 juta barel menjadi 379.30 juta barel. Meski menurun, cadangan minyak saat ini masih diatas separo rata-ratanya. Melihat produksi penyulingan minyak akhir bulan November yang mencapai 91.5 persen, meningkat dari minggu sebelumnya sebesar 90.3 persen maka cadangan minyak suling AS diperkirakan akan naik.

Departemen Keuangan AS akan mengumumkan neraca anggaran bulan November pada pukul 2 waktu setempat hari ini. Diperkirakan akan dilaporkan defisit anggaran sebesar $63 milyar, yang berarti menyempit dari defisit bulan sebelumnya yang mencapai $121.7 milyar.

Sumber : Financeroll

Comments are closed.