Bursa Tiongkok Anjlok, Petinggi PBOC Nyatakan Stimulus Tidak Dibutuhkan

1540076china-flag-lawyers-007780x390Bestprofit Pekanbaru – Pada perdagangan di bursa saham Shanghai hari ini terjadi penurunan yang signifikan (13/10). Bursa saham mengalami pelemahan disebabkan oleh sentiment negatif yang berawal dari perdagangan di bursa saham Amerika Serikat pada akhir pekan lalu.

Bursa-bursa saham di kawasan Asia hari ini tampak mengalami penurunan. Pada akhir perdagangan di bursa Wall Street akhir pekan lalu terjadi penurunan tajam yang disebabkan oleh anjloknya saham-saham produsen chip computer. Bursa AS di akhir perdagangan minggu lalu ditutup melemah untuk 3 minggu berturut-turut. Volume perdagangan di Asia tampaknya akan sedikit lebih rendah dari normal karena bursa Jepang ditutup untuk merayakan Hari Kesehatan dan Olah Raga

Bursa saham Shanghai juga menerima sentiment negatif dari dalam negeri. Ekonom bank sentral Tiongkok Ma Jun mengatakan akhir pekan lalu bahwa ia tidak melihat adanya alasan bagi bank sentral dan pemerintah Tiongkok untuk meluncurkan paket stimulus fiskal maupun moneter.

Saham-saham yang membukukan penurunan paling tajam antara lain Daqin Railway yang anjlok sebesar 1.5 persen pagi ini. Saham Hainan Rubber juga melemah sebesar 2 persen. Para investor juga mencermati perkembangan situasi di Hong Kong yang terkait kuat dengan kondisi bursa saham Shanghai.

Hari ini indeks benchmark di bursa saham Shanghai terpantau mengalami pelemahan yang signifikan. Indeks komposit Shanghai tersebut terpukul mundur sebesar 11.39 poin atau 0.48 persen dan berada pada posisi 2363.16 poin.

Analyst memperkirakan bahwa pergerakan indeks benchmark di bursa saham pada perdagangan hari ini akan cenderung mengalami pelemahan. Indeks berjangka berpotensi untuk mengalami pergerakan pada kisaran 2340 – 2380 poin.

Comments are closed.