Butuh Rp16 Triliun Untuk Sediakan Habitat Alam Orangutan

Borneo Orangutan Survival (BOS) mengakui harus menggelontorkan uang sebesar Rp16 triliun untuk membeli Hutan Kehje Sewen, agar bisa difungsikan sebagai habitat orang utan. BOS secara aktif melakukan reintroduksi orang utan ke alam liar.

Hutan seluas 86 ribu hektare ini terletak di Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur. BOS melakukan pembayaran dengan cara kredit kepada pemerintah.

“Di Kehje Sewen itu kami punya 86 ribu hektare yang kami kredit selama 12 tahun di zaman Susilo Bambang Yudhoyono. Dicicil dengan harga Rp16 triliun,” kata Imam saat ditemui di Samboja Lestari, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Kamis (29/8).

Imam mengatakan selama menyicil, BOS tidak bisa menggunakan Hutan Kehje Sewen sebagai tempat untuk melepasliarkan orangutan.

Imam mengatakan hutan ini telah dihuni oleh 103 individu yang merupakan lulusan tempat konservasi BOS Samboja Lestari.

BOS Samboja Lestari sejak 1991 telah melepasliarkan 1.178 orangutan. Sebelumnya, orangutan dilepaskan di daerah Sungai Wain, tapi daerah tersebut sudah penuh penuh dengan populasi orangutan.

Oleh karena itu selama hampir 14 tahun dari 1998 sampai 2012, BOS tak pernah melepasliarkan orangutan.

“Tidak ada rilis waktu itu karena Sungai Wain penuh dan kami tidak punya lahan lagi. Makanya kami beli hutan lagi yang 86 hektare. Jadi selama 12 tahun tidak ada rilis orangutan karena harus melunasi dulu hutannya,” katanya.

Para lulusan ini direhabilitasi terlebih dahulu di Samboja Lestari kemudian akan dilepasliarkan setelah dianggap terampil. Keterampilan ini dibutuhkan oleh para orang utan agar bisa bertahan hidup di alam liar.

“Ada empat kriteria bagi orang utan sebelum kembali ke habitat alam liar, yaitu memanjat pohon, membuat sarang, mencari makan, dan bersosialisasi,” kata Imam.

Imam mengatakan bagi orangutan yang tidak terampil bisa selamanya tinggal di tempat penangkaran. Selain tidak terampil, beberapa orangutan hasil sitaan ini biasanya juga memiliki penyakit atau cacat tubuh.

“Kalau mereka tidak terampil ya mereka akan hidup dan mati di Samboja Lestari,” ujar Imam

Comments are closed.