Archive of ‘Forex’ category

Wall Street memerah tersengat komentar The Fed

Traders work on the floor of the New York Stock Exchange (NYSE) in New York City, U.S., September 23, 2016. REUTERS/Brendan McDermid

PT Bestprofit Futures | Wall Street memerah tersengat komentar The Fed

 

PT Bestprofit Futures Pekanbaru – NEW YORK. Bursa saham Amerika Serikat (AS) berakhir di zona merah menutup perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB). Wall Street tersengat pernyataan para petinggi The Fed yang bernada hawkish.

Indeks Dow Jones Industrial Average merosot 85,40 poin atau 0,47 % menjadi ditutup pada 18.168,45. Sementara itu, indeks S&P 500 kehilangan 10,71 poin atau 0,50 % menjadi berakhir di 2.150,49, dan indeks komposit Nasdaq turun 11,22 poin atau 0,21 % menjadi 5.289,66.

Dengan tidak adanya data ekonomi utama yang dirilis pada Selasa, Wall Street berfokus pada pembicara Fed untuk indikasi lebih lanjut tentang waktu kenaikan suku bunga berikutnya.

Gubernur Fed Richmond Jeffrey Lacker, anggota non-voting komite kebijakan The Fed, mengatakan ada alasan yang kuat untuk menaikkan suku bunga, menurut Reuters. Sementara itu, Presiden Fed Cleveland Loretta Mester mengatakan pada Senin bahwa bank sentral tidak harus menunda menaikkan suku bunganya.

Para pedagang juga terus memantau laporan pekerjaan non pertanian yang akan diumumkan pada Jumat (7/10) untuk petunjuk lebih lanjut tentang langkah bank sentral berikutnya.

Di pasar luar negeri, ekuitas Eropa membukukan keuntungan yang kuat pada Selasa di tengah berkurangnya kekhawatiran tentang Deutsche Bank. Indeks acuan DAX di Bursa Efek Frankfurt, Jerman, menambahkan 1,03 %, sedangkan indeks FTSE 100 Inggris melonjak 1,30 %.

Di Asia, pada Selasa pasar saham Tokyo ditutup menguat karena pelemahan yen mendukung saham-saham eksportir, dengan indeks Nikkei-225 naik 0,83 %, sementara pasar saham Tiongkok masih ditutup untuk libur publik.

PT Bestprofit Futures

Harga Minyak Lebih Berkilau Dari pada Emas

harga

PT Bestprofit Futures | Harga Minyak Lebih Berkilau Daripada Emas

 

PT Bestprofit Futures Pekanbaru – Harga minyak mentah mengalami kenaikan terbesar mereka dalam catatan bulanan, sepanjang lima bulan terakhir ini. Prestasi ini lebih mengkilau dibandingkan harga emas saat ini. Sebagai perbandingan, harga satu ons emas saat ini hanya mampu untuk membeli 26,9 barel minyak mentah. Ini merupakan rasio paling kecil dalam tiga bulan ini.

Harga emas memang mengalami kenaikan, sebesar 0,4% pada bulan lalu, sementara harga minyak mentah melonjak 7,9 %. Kenaikan ini didasari keyakinan pasar akan keputusan Organization of Petroleum Exporting Countries  (OPEC) untuk memangkas produksinya. Langkah ini dianggap positif ditengah melimpah ruahnya suplai minyak mentah global. Alhasil, pada bulan September, harga minyak mentah mencatat kenaikan terbesarnya dalam sebulan sejak April silam.

Keputusan OPEC ini memang mengejutkan, pertama kali terjadi dalam delapan tahun terakhir ini. Harga emas turun, setelah keputusan OPEC yang secara mendasar memberikan dorongan kuat bagi naiknya harga minyak mentah. Emas sendiri masih akan mencari pijakan baru untuk bisa naik kembali.

Kenaikan harga minyak ini beriringan dengan penguatan Dolar AS, membuat Emas sebagai aset pengaman investasi meluruh daya tariknya. Parahnya lagi, sentimen negatif bagi harga emas masih cukup kuat didominasi bayang-bayang kenaikan suku bunga AS. Kenaikan suku bunga AS akan semakin memudarkan keinginan investor untuk membeli emas sebagai investasi.

Harga emas untuk pengiriman bulan Desember terkoreksi 0,3% ke harga $1.312,70 per ons di bursa Comex – New York. Harga minyak mentah untuk pengiriman bulan November naik 1,3% ke $48,88 per barel, di bursa New York Mercantile Exchange. Rasio perbandingan harga keduanya berada pada titik terendah sejak 29 Juni silam.

Kenaikan yang terjadi di harga emas, mencapai puncaknya dalam semester pertama tahun ini. Ini merupakan masa yang paling baik selama hampir 40 tahun terakhir. Memasuki semester kedua tahun ini, laju kenaikan harga emas mulai kehilangan daya dorongnya. Sinyalemen akan kenaikan suku bunga diakhir tahun ini menguat. Indikator ekonomi AS semakin hari semakin baik. Pelaku pasar mulai was-was kenaikan suku bunga bisa datang lebih awal.

Indikator ekonomi terkini pada Senin mengatakan pertumbuhan sektor manufaktur AS sangat baik dibulan Septeber, menurut Institute for Supply Management (ISM). Tak ayal kepercayaan pasar bahwa suku bunga akan naik diakhir tahun, meningkat dari 59,3% menjadi 60,2%.

PT Bestprofit Futures

Bursa AS tersengat Deutsche Bank

Traders work on the floor of the New York Stock Exchange (NYSE) in New York City, U.S., September 28, 2016. REUTERS/Brendan McDermid

PT Bestprofit Futures | Bursa AS tersengat Deutsche Bank

 

PT Bestprofit-Futures Pekanbaru – NEW YORK. Bursa saham Amerika Serikat (AS) ditutup melemah pada perdagangan Kamis atau Jumat dini hari WIB. Menyusul kekhawatiran mengenai bank-bank Eropa dan pembicaraan tentang kenaikan suku bunga Desember oleh Federal Reserve.

Indeks Dow Jones Industrial Average DJIA, melemah 195,79 poin atau 1,1% ditutup pada 18.143,45, dengan penurunan terbesar diderita Goldman Sachs Group Inc (-0,09%) dan Merck & Co (-2,20%), keduanya turun lebih dari 2%. Sebelumnya, rata-rata turun sebanyak-banyaknya 248 poin.

Indeks S & P 500 melemah 20,24 poin atau 0,9% menjadi 2.151,13, dengan semua sektor indeks berakhir lebih rendah, dipimpin oleh penurunan saham sektor kesehatan, keuangan, dan utilitas. Sebelumnya, indeks turun sebanyaknya 26 poin. Nasdaq Composite Index juga turun 0,93%, berbalik dari defisit sebelumnya 64-poin dan ditutup turun 49,39 poin atau 0,9% pada 5.269,15.

Investor mengkhawatirkan raksasa pemberi pinjaman Jerman Deutsche Bank AG, yang tengah didera kekhawatiran soal kesehatan neraca, khususnya kemampuannya untuk menahan potensi denda 14 miliar dollar dari Departemen Kehakiman AS, menurut MarketWatch dalam laporannya.

Dengan perdagangan sore, fokus bergeser ke bank-bank Eropa, menyusul laporan bahwa beberapa kliring-derivatif telah menarik dana berlebihan dari Deutsche Bank. Beberapa analis mengkhawatirkan bahwa risiko perbankan yang tengah dihadapi Deutsche Bank akan memberi efek domino dan mengingatkan pada krisis perbankan Eropa 2008.

Sementara dari Amerika, sejumlah indikator ekonomi dilaporkan membaik. Klaim pengangguran awal naik 3.000 menjadi 254.000 pada akhir September, namun tetap di bawah 300.000 untuk 82 minggu berturut-turut, menunjuk ke sebuah pasar tenaga kerja terus membaik.

Sementara itu, data revisi menunjukkan bahwa kinerja perekonomian di musim semi sedikit lebih baik dari yang diharapkan, seperti investasi bisnis tidak selemah seperti diperkirakan sebelumnya. Produk domestik bruto tumbuh cepat 1,4% pada kuartal kedua.

Pada hari Kamis, Presiden Fed Philadelphia Patrick Harker mengatakan mendukung kenaikan suku bunga pada Desember jika perekonomian terus tumbuh seperti yang diharapkan, sementara Presiden Fed Atlanta Dennis Lockhart mengatakan ia mengharapkan Fed untuk berada dalam posisi untuk menaikkan suku segera.

PT Bestprofit Futures


1 2 3 329