Archive of ‘Kabar Indonesia’ category

Militer AS dan Ukraina Akan Bertemu Bahas Konflik Rusia

PT.Bestprofit — Kepala angkatan laut Ukraina akan bertemu petinggi Kementerian Pertahanan Amerika Serikat di Washington pekan ini untuk membahas insiden penyitaan kapal oleh Rusia pada November lalu.

Juru bicara Pentagon, Eric Pahon, mengatakan bahwa kepala AL Ukraina, Ihor Voronchenko, akan bertemu Kepala Operasi Angkatan Laut AS, Laksamana John Nicholson, pada Kamis (13/12) dan Jumat (14/12) waktu setempat.

“Nicholson dan pejabat Pentagon lainnya akan menegaskan kembali dukungan AS untuk kedaulatan Ukrania dan integritas teritorial dalam batas-batas yang diakui secara internasional, meluas ke perairan teritorialnya, serta hak kapalnya untuk melintasi perairan internasional,” tutur Pahon seperti dikutip AFP.

Pertemuan ini dilakukan setelah Menteri Luar Negeri Ukraina, Plavo Klimkin, meminta tanggapan internasional secepatnya terhadap “agresi Rusia” yang menyita tiga kapal angkatan laut Ukraina dan menahan 24 personelnya.

Pilihan redaksi

http://www.ptbestprofit.com
http://www.ptbestprofitfutures.com
http://www.pt-bestprofit.com

Dalam insiden tersebut, kapal Rusia menembaki tiga kapal angkatan laut Ukraina ketika tertangkap mencoba melewati Selat Kerch dari Laut Hitam ke Laut Azov.

Namun, Ukraina mengklaim bahwa kapal tersebut ditembaki setelah awak memutuskan untuk menjauh dan kembali ke pelabuhan di Odesa.

Insiden ini dikhawatirkan dapat memicu kembali perang antara kedua negara setelah Rusia mencaplok Krimea dari Ukraina pada 2014 lalu.

Tak lama setelah insiden ini, Ukraina mencanangkan darurat militer, langkah yang membuat Putin “sangat khawatir.”

Presiden Ukraina, Petro Poroshenko, pun menyebut bahwa kini negaranya terancam terlibat perang terbuka dengan Rusia.

“Negara ini dalam ancaman akan terlibat perang terbuka dengan Rusia,” kata Petro

Ketegangan konflik antara Rusia dan Ukraina

PT.Bestprofit – Ketegangan konflik antara Rusia dan Ukraina ternyata masih berlanjut. Negeri Beruang Merah dikabarkan mengirimkan sekitar satu skadron jet tempur ke Semenanjung Krimea, yang dicaplok dari Ukraina empat tahun lalu.

Seperti dilansir Reuters, Selasa (18/12), kabar pengerahan sejumlah jet tempur itu dibenarkan oleh Kementerian Pertahanan Rusia. Mereka menyatakan pesawat tempur yang dikerahkan terdiri dari dua tipe Sukhoi, Su-27 dan Su-30.

Hal itu dilakukan selepas Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov menuduh Ukraina akan memerintahkan pasukannya untuk berperang pada akhir tahun ini. Dalih itu yang dipakai untuk mengerahkan jet-jet tempur mereka.

Pilihan redaksi

http://www.ptbestprofit.com
http://www.ptbestprofitfutures.com
http://www.pt-bestprofit.com

Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan seluruh jet tempur itu ditempatkan di Lanud Belbek di Semenanjung Krimea, dalam status siaga. Sebelumnya mereka juga dikabarkan sudah mengerahkan pasukan infantri, satuan kendaraan lapis baja, hingga menempatkan rudal-rudal di sejumlah perbatasan dengan Ukraina.

Presiden Rusia, Vladimir Putin menyatakan belum berniat memulangkan 24 pelaut dan kapal milik Angkatan Laut Ukraina yang disita dalam insiden di Selat Kirch, Laut Azov, pada 25 November lalu. Dia beralasan kejadian itu masih diselidiki dan menuding Ukraina yang memulai provokasi.

Putin menuding Presiden Ukraina, Petro Poroshenko tidak serius menyelesaikan persoalan ini. Dia menuding Poroshenko sengaja menghasut dan memancing pertikaian, supaya memiliki dalih untuk berperang yang bisa menyebabkan ekonomi mereka semakin memburuk.

Hingga saat ini Ukraina memberlakukan status darurat militer selama 30 hari, yang akan berakhir pada 25 Desember, akibat insiden itu. Kedua belah pihak dikabarkan sudah mengirim pasukan dan persenjataan untuk memperkuat wilayah perbatasan. Poroshenko menyatakan kemungkinan mereka akan terlibat perang terbuka. Dia juga sudah meminta bantuan kepada sekutunya di Blok Barat dan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) untuk menghadapi Rusia.

Pemimpin NATO, Jens Stoltenberg, menuntut Rusia membebaskan kapal dan pelaut Ukraina. PBB sudah meminta kedua belah pihak melakukan perundingan. Namun, situasi tetap tegang dan perang bisa meletup kapan saja.

BI Ingin Uang Elektronik Lahir di Daerah

PT.Bestprofit – Bank Indonesia (BI) ingin perusahaan penyedia jasa sistem pembayaran uang elektronik tidak hanya lahir dari pusat kota, tetapi juga dari daerah. Harapannya, penetrasi penggunaan uang elektronik bisa bertumbuh secara merata.

Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI Onny Widjanarko mengatakan berdasarkan data, pembayaran tunai masih mencapai sekitar 76 persen dari total transaksi pembayaran di Indonesia.

“Ini menunjukkan bahwa pasar (transaksi nontunai) masih besar. Selain itu, distribusi pemain masih lebih banyak di pusat, daerah belum. Makanya, kami senang kalau ada pemain daerah yang mau ikut,” ujar Onny di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat, Jumat (14/12).

Menurutnya, kehadiran pemain uang elektronik dari daerah perlu ditingkatkan karena mereka yang sebenarnya lebih mengetahui bagaimana kondisi ekonomi di daerah masing-masing. BI juga mengaku tidak membatasi kehadiran pemain uang elektronik dari daerah.

“Jumlah pemain tidak kami batasi, tapi biasanya akan ada fase seleksi alam, di mana mungkin nanti ada konsolidasi dan merger. Tapi ini tidak apa,” katanya.

Saat ini, menurut Onny, kondisi infrastruktur untuk mengembangkan transaksi uang elektronik berbeda-beda. Ia membaginya dalam empat kondisi.

Pertama, ada daerah yang sebenarnya sudah memiliki infrastruktur sistem pembayaran yang mumpuni dan pendapatan masyarakat yang tinggi.

“Ini berarti transaksi nontunai setidaknya sudah cukup tinggi,” imbuhnya.
Pilihan redaksi:

http://www.ptbestprofit.com
http://www.ptbestprofitfutures.com
http://www.pt-bestprofit.com

Kedua, daerah dengan infrastruktur pembayaran yang cukup bagus, namun pendapatan masyarakatnya tidak begitu tinggi. Ketiga, daerah dengan infrastruktur pembayaran yang tidak begitu mumpuni, tapi pendapatan masyarakat cukup tinggi.

“Keduanya berarti pembayaran nontunai bisa ditingkatkan, karena biasanya masih lebih tinggi pembayaran tunainya,” terangnya.

Keempat, daerah dengan infrastruktur pembayaran dan pendapatan masyarakat yang minim. “Ini yang perlu kerja keras, tapi tidak apa, justru harus dibangun,” ungkapnya.

Sementara PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI mengaku membuka pintu bagi pemain di daerah yang ingin bekerja sama dengan perusahaannya untuk meluncurkan uang elektronik.

SVP Divisi E-Banking BNI Diyah Permata Widiastuti menjelaskan saat ini perbankan banyak menggandeng pihak toko (merchant) di daerah agar transaksi dengan uang elektronik meningkat. Salah satunya, dengan menggandeng para Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

“Kami mendukung UMKM untuk masuk ke sistem pembayaran nontunai, karena dengan begitu konsumen UMKM tidak akan terbatas,

1 2 3 613