Archive of ‘Kabar Indonesia’ category

Netizen Riuh Respons Ferdinand Cuit Gurun Sahara di Arab

Mantan politikus Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean menulis tentang Gurun Sahara di Arab Saudi lewat akun Twitter pribadinya, Sabtu (26/12). Cuitan Ferdinand pun mendapat respons dari netizen.

Keriuhan ini bermula dari cuitan Ferdian pada Sabtu (26/12) kemarin. Berdasarkan pantauan

pada pukul 19.00 WIB, cuitan itu telah mendapat 2,7 ribu balasan, 951 retweets, dan 1,7 ribu likes.

“Gurun Sahara di Arab sangat luas dan tidak diurus sama sekali. Apa kalian tidak minat menguasainya dan membangun markas disana?,” kata Ferdinand.

Warganet beragam merespons cuit itu. Ada yang mengejek Ferdinand karena gurun Sahara sejatinya berada di benua Afrika. Hari ini Ferdinand mengklarifikasi kicaunya. Dia berdalih, sengaja menulis itu untuk menyulut respons dari FPI. Namun tak diketahui maksud sebenarnya cuitan tersebut.

“Biar kaum Qadrun makin panas. Mereka pikir saya tidak tahu, ini percakapan saya di DM yang memberitahu tentang cuitan saya sejak pagi dan ini jawaban saya. Ayo naikkan lagi tensinya Drun,” cuit Ferdinand dalam akun twitter @FerdinanHaean3, Minggu (27/12) pagi.

“Siap, kalau saya bikin di Afrika tidak menarik. Sebut Arab biar panas,” balas Ferdinand.

“Coba kalau gue twit gurun sahara di Afrika, tidak akan rame, tapi kata Arab itu pasti direspons rame oleh kadrun,” cuit Ferdiand lagi.

Dalam beberapa hari terakhir, cuitan Ferdinand berisi sindiran-sindiran soal somasi PT Perkebunan Nusantara (PTPN) VIII terhadap Pondok Pesantren milik Rizieq tersebut.

Sebelumnya, dalam surat somasi bernomor SB/11/6131/XII/2020 tertanggal 18 Desember 2020, PTPN menjelaskan bagwa lahan yang dibangun pesantren oleh Yayasan Pesantren Agrokultural Megamendung merupakan aset milik PTPN VIII berdasarkan sertifikat HGU Nomor 299 tanggal 4 Juli 2008.

Berdasarkan hal tersebut, PTPN VIII memberikan waktu bagi pengurus pesantren untuk menyerahkan lahan tersebut kepada pihak PTPN VIII paling lambat 7 hari kerja sejak diterima surat tersebut. Apabila peringatan pengosongan itu tidak ditindaklanjuti, PTPN menyebut akan melapor ke kepolisian.

Merespons somasi itu, Rizieq Shihab pada 13 November lalu telah memberikan penjelasan. Ia mengakui bila sertifikat HGU-nya atas nama PT PN VIII.

Namun, Rizieq beralasan dalam Undang-undang Agraria tahun 1960 disebutkan jika satu lahan kosong dan telah digarap oleh masyarakat lebih dari 20 tahun, maka masyarakat berhak untuk membuat sertifikat tanah yang digarap.

Jepang Bakal Setop Jual Mobil Bahan Bakar Bensin pada 2030

Jepang telah meluncurkan berbagai rencana baru untuk mewujudkan misi netral karbon pada 2050. Salah satu langkah untuk merealisasikan misi itu adalah menghentikan penjualan kendaraan berbahan bakar bensin.

Larangan penjualan kendaraan berbahan bakar bensin akan mulai diterapkan pada tahun 2030-an. Pemerintah Jepang akan menggantinya dengan kendaraan hibrida, mobil listrik, dan mobil yang dilengkapi dengan mesin bahan bakar sel.

Melansir AFP, Jepang meyakini rencana baru untuk mewujudkan misi netral karbon bukan hal yang negatif. Dia meyakini rencana itu akan memberikan dampak positif bagi negara.

“Tindakan pemerintah terhadap lingkungan mencerminkan keyakinan kami bahwa perubahan pola pikir yang signifikan diperlukan dan bahwa ini bukan kendala untuk pertumbuhan, melainkan mereka adalah pendorong pertumbuhan,” kata juru bicara pemerintah, Katsunobu Kato.

Jepang, yang merupakan negara penandatangan kesepakatan iklim Paris telah dipandang enggan mengurangi ketergantungannya pada bahan bakar fosil. Padahal, Jepang kerap mengklaim sebagai negara berteknologi hemat energi.

Jepang diketahui sebagai kontributor terbesar keenam untuk emisi rumah kaca global pada 2017, menurut Badan Energi Internasional.

Negara dengan ekonomi terbesar ketiga di dunia itu juga masih sangat bergantung pada batubara dan gas alam cair, akibat sebagian besar reaktor nuklirnya berhenti beroperasi sejak bencana Fukushima 2011.

Dalam rencana baru yang disampaikan Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga, Jepang akan menfokuskan pembangkit listrik tenaga angin di lepas pantai. Mereka berniat memproduksi hingga 45 gigawatt dalam beberapa dekade mendatang dengan cara itu.

Jepang juga ingin menggunakan pembangkit listrik tenaga nuklir dan termal, serta teknologi penangkapan karbon untuk menutupi 30-40 persen permintaan listrik negara. Sedangkan teknologi amonia dan hidrogen diharapkan dapat memenuhi sekitar 10 persen kebutuhan daya bangsa.

Pada 2050, Jepang memprediksi permintaan listrik melonjak 30-50 persen.

Terkait dengan larangan kendaraan berbahan bakar bensin, Jepang juga hendak menurunkan biaya baterai.

Direktur Institut Energi Terbarukan Jepang, Mika Ohbayashi menilai seluruh rencana pemerintah jepang untuk mewujudkan misi netral karbon 2020 kurang ambisisu.

“Titik awal yang buruk dan menunjukkan kurangnya ambisi,” kata Ohbayashi.

Ohbayashi berpendapat Jepang harusnya membidik energi terbarukan untuk menutupi 50-60 persen kebutuhan listrik nasional pada 2030, daripada menunggu hingga 2050.

Ohbayashi ini juga menyuarakan skeptisismenya tentang apakah teknologi penangkapan karbon akan tersedia secara luas dalam beberapa dekade mendatang.

Ilmuwan AS Temukan Spesies Ular Baru dari Filipina

Jeff Weinell, asisten peneliti pascasarjana di Institut Keanekaragaman Hayati dan Museum Sejarah Alam di Universitas Kansas, Amerika Serikat, menemukan spesies ular baru yang berasal dari Filipina.

Ia menemukan spesies baru ini dari hasil penelitian menggunakan tiga ekor spesimen ular yang diawetkan di laboratorium kampusnya.

Berdasarkan laporan yang dipublikasikan dalam jurnal Copeia, Weinell dan rekannya awalnya tertarik mempelajari ular dari kelompok Pseudorabdion.

Dalam penelitian itu, mereka menggunakan metode analisis DNA dan CT scan untuk melihat struktur tulang ular. Namun mereka tidak menyangka akan menemukan spesies baru.

“Saya mengeluarkan DNA dari sejumlah spesies ular dari kelompok Pseudorabdion dan yang satu ini tidak masuk di antaranya (Pseudorabdion),” kata Weinell

“Ketika saya mendapatkan hasil DNA, awalnya saya mengira saya salah meneliti, atau sampel terkontaminasi,” tambahnya.

Dari hasil penelitian spesies ini memiliki panjang badan maksimal 6,7 inci atau sekitar 17 cm, sehingga ukuran mereka tiga hingga empat kali lebih kecil dari kerabat terdekat, yakni genus Pseudorabdion.

Spesies ular ini memiliki jumlah tulang belakang paling sedikit dan tengkorak yang panjang serta sempit di antara spesies ular lain di dunia. Jenis ini juga memiliki sisik yang berwarna-warni, dan memangsa cacing tanah sebagai sumber makanan utama.

Berdasarkan hasil penelitian ini, Weinell dan tim menyebut tiga ular ini adalah spesies Levitonius mirus dan berasal dari anggota genus Levitonius.

Nama ini terinspirasi dari seorang peneliti ular bernama Alan Leviton,yang menghabiskan puluhan tahun mempelajari ular di Filipina.

Di tempat asalnya, warga pulau Samar dan Leyte di Filipina menyebut ular ini sebagai Waray.

Sebelum identitas mereka terungkap, tiga ekor ular tersebut merupakan koleksi di laboratorium Institut Keanekaragaman Hayati dan Museum Sejarah Alam di Universitas Kansas. Ular ini merupakan hasil pencairan tim peneliti dalam misi lapangan yang berlangsung pada 2006 hingga 2012 silam.

“Sekarang kami mendapatkan data dari seluruh genom ular, yang benar-benar mengubah cara kami memahami evolusi secara keseluruhan, sungguh, cara kami mendefinisikan spesies masih terus berubah. Bagaimana hal itu mempengaruhi berbagai hal di masa depan yang masih belum jelas,” terang Weinell.

Selain dari koleksi ini, Weinell mengaku tidak pernah mengabdikan potret tiga ekor ular itu tidak dalam keadaan hidup-hidup. Ia sempat berusaha mencari spesies ini di alam liar dalam ekspedisi 2017 silam, namun gagal.

1 2 3 784