Archive of ‘Kabar Indonesia’ category

Bocoran Honda PCX 150 Baru, Mesin 157 Cc dan Teknologi VTEC

Honda PCX 150 dikabarkan bakal mendapat desain baru pada 2021. Media Thailand, greatbiker.com, menjelaskan, perubahan desain itu merupakan kadar generasi baru.

Salah satu poin yang disoroti yakni dugaan mesin eSP (Enhanced Smart Power) pada PCX 150 telah diperbarui menggunakan teknologi VTEC seperti di mobil-mobil Honda. Selain itu kapasitas mesin naik dari 149 cc menjadi 157 cc.

Dugaan itu juga diperkuat gambar paten pada tahun lalu yang mengindikasikan mesin baru PCX 150 mempunyai empat katup dari sebelumnya dua katup.

 

Pada tahun lalu sudah dilaporkan Honda mengembangkan mesin motor baru berteknologi VTEC. Fitur ini diprediksi sebagai jawaban Honda atas fitur VVA pada rival PCX 150, yakni Yamaha Nmax.

Autostation.com menjelaskan gambar paten itu bisa jadi upaya Honda untuk masuk ke pasar Eropa dengan menghadirkan teknologi yang lebih ramah lingkungan. Saat ini emisi gas buang mengacu pada Euro 5.

Bukan hanya mesin yang baru, sasis PCX 150 juga disebut bakal diganti menggunakan versi eSAF (Enhandced Smart Arcitecture Frame) dengan keuntungan semakin ringan. Sasis baru ini pertama kali digunakan pada skutik Genio, kemudian dipakai di Beat yang sama-sama 110 cc.

Informasi lainnya dari media Thailand yakni negara ini akan memproduksi sendiri PCX 150.

Sejauh ini kabar soal generasi baru PCX 150 berikut pembaruan mesin dan sasis masih rumors di Indonesia. Astra Honda Motor (AHM) belum mengonfirmasi terkait pengembangan skutik bongsor itu yang saat ini dijual paling murah nyaris Rp30 juta.

PCX 150 pertama kali dijual di Indonesia pada 2012, sebelumnya mulai 2010 Honda menjual PCX 125. Pada 2012, PCX 150 merupakan produk impor dari Thailand, kemudian pada 2014 Honda di Indonesia mendapatkan pasokan unit dari Vietnam.

Lalu pada 2018, Astra Honda Motor (AHM) memutuskan memproduksi PCX 150 di dalam negeri. Selain menjual produksi sendiri di dalam negeri, AHM juga mengekspor PCX dalam bentuk Completely Built Up (CBU) dan Completely Knock Down (CKD).

Daftar 4 Streaming Film Drakor yang Bisa Diakses

Situs dan aplikasi untuk menonton drama maupun film dari Korea Selatan semakin menjamur.

Jika dilihat dari basis penggemar drama Korea di Indonesia sendiri terbilang cukup besar. Terbukti dengan banyaknya acara temu penggemar yang dilakukan beberapa aktor kenamaan Korea di Indonesia, sebelum pandemi Covid-19.

Drama Korea pertama kali mengudara di Indonesia pada 2001 yang disiarkan di salah satu televisi swasta. Kala itu mereka menyiarkan drama berjudul ‘Autumn in My Heart’ yang dibintangi oleh aktris cantik, Song Hye Kyo.

Setelah itu, muncul drama populer lain seperti Winter Sonata, Jewel in The Palace, Full House, dan Princess Hours.

Seiring berjalannya waktu, serial drama tidak hanya disajikan melalui televisi namun dapat diakses melalui situs web dan berupa aplikasi.

Meski begitu, situs web yang bertebaran di internet tidak hanya menyajikan serial drama tetapi acara-acara variety show asal Negeri Ginseng juga tersedia.

Berikut 4 layanan over the top (OTT) streaming video untuk menonton drama Korea:

1. Viu

Aplikasi yang dikembangkan oleh Vuclip Mobile Video merupakan salah satu aplikasi penyedia video-on-demand yang sering digunakan para pecinta drama Korea untuk menonton serial drama favorit.

Tak hanya menyediakan serial drama, pengembang juga menawarkan kepada pengguna sejumlah acara televisi Korea populer seperti Running Man dan 1 Night 2 Days dengan subtitle berbahasa Indonesia.

Sayangnya, pengguna bakal disuguhkan tampilan iklan jika tidak berlangganan.

Oleh karena itu, Viu menawarkan opsi harga langganan Viu Premium. Berlangganan satu bulan hanya dibanderol Rp30 ribu, tiga bulan berlangganan dipatok harga Rp75 ribu.

Lalu untuk enam bulan berlangganan Rp100 ribu dan jika pengguna ingin berlangganan satu tahun mesti membayar Rp200 ribu.

Kendati didominasi serial drama dan acara televisi Korea tetapi Viu juga menyediakan serial drama dari negara lain seperti Thailand dan Malaysia.

2. Netflix

Layanan streaming film asal Amerika Serikat ini sangat populer di Indonesia. Hanya saja, untuk mengakses Netflix, pengguna disarankan tidak menggunakan jaringan internet dari Telkom.

Sebab, sampai hari ini Telkom Group belum membuka blokir Netflix.

Salah satu drama Korea populer yang beberapa waktu lalu telah menamatkan serialnya yakni Crash Landing On You yang dibintangi aktor Hyun Bin ditayangkan di Netflix.

Untuk dapat menikmati drama atau film-film asal Negeri Ginseng itu di Netflix, pengguna bisa berlangganan mulai dari Rp109 ribu sampai Rp169 ribu per bulan.

3. Drakor.id

Aplikasi yang dikembangkan Drakor.id ini telah diunduh lebih dari satu juta pengguna di Google Play Store dan mendapat rating 4.1.

Aplikasi Drakor.id dibuat ringan sehingga tidak akan menghabiskan memori smartphone pengguna.

Drama Korea yang disajikan pun selalu diperbarui dan subtitle berbahasa Indonesia.

4. Viki

Aplikasi Viki: Korean Dramas, Movies & Chinese Dramas telah diunduh lebih dari 10 juta pengguna di Google Play Store. Aplikasi yang dikembangkan oleh Viki ini pun mendapat rating 4.3.

Tak hanya menyajikan drama dari Korea Selatan tetapi pengembang juga menawarkan tayangan drama dari negara lain seperti China, Jepang, Taiwan, dan Thailand.

Serial televisi di Viki menyediakan subtitle dengan berbagai bahasa, mulai dari Bahasa Inggris, China, termasuk Indonesia.

Dilarang di India, TikTok Klaim Tak Bocorkan Data ke China

TikTok membantah telah membagikan data pengguna di India kepada China. Hal itu menanggapi kebijakan pemerintah India yang melarang TikTok dan puluhan aplikasi China karena masalah privasi.

TikTok mengaku mematuhi keputusan otoritas India. Akan tetapi, TikTok berencana menemui mereka untuk mendapat kesempatan menanggapi dan memberi klarifikasi.

“TikTok terus mematuhi semua persyaratan privasi dan keamanan data menurut hukum India dan belum membagikan informasi pengguna kami di India dengan pemerintah asing mana pun, termasuk pemerintah China,” kata pimpinan TikTok di India, Nikhil Gandhi melansir Financial Express, Selasa (30/6).

TikTok adalah salah satu dari 59 aplikasi asal China yang telah dilarang oleh pemerintah India karena masalah privasi.

Lebih tepatnya, semua aplikasi itu telah dianggap sebagai ancaman keamanan nasional karena diduga terlibat dalam kegiatan yang merugikan kedaulatan dan integritas, pertahanan, keamanan negara, dan ketertiban umum India

Pemerintah India mengaku telah mendapat dukungan yang kuat dari warganya untuk mengambil tindakan tegas terhadap aplikasi yang merusak kedaulatan serta privasi warga negara India.

“Pemerintah India telah memutuskan untuk melarang penggunaan aplikasi tertentu, yang digunakan pada perangkat yang mendukung Internet untuk seluler dan non-seluler,” tulis Kementerian Teknologi Informasi India.

Sesuai dengan keputusan itu, Google dan Apple diwajibkan menghapus TikTok dan aplikasi lain yang dilarang dari Play Store dan App Store India. Sedangkan untuk warga India, belum ada konsekuensi jika menentang larangan dan tetap menggunakan salah satu aplikasi yang dilarang karena pemerintah belum menyatakan ilegal.

Namun, pemerintah India telah menyarankan warganya untuk tidak menggunakan seluruh aplikasi yang dilarang demi keamanan privasi.

Melansir Hindustan Times, TikTok mengklaim tidak akan membagikan data kepada siapapun sampai kapanpun. Mereka menyatakan mengutamakan privasi para penggunanya.

“Lebih lanjut jika kita diminta untuk di masa depan, kita tidak akan melakukannya. Kami mengutamakan privasi dan integritas pengguna,” ujar Nikhil.

Nikhil meyakini TikTok masih memiliki peluang untuk kembali beroperasi di India. Sebab, perusahaan itu menilai larangan pemerintah India bersifat sementara.

“TikTok telah mendemokratisasi internet dengan membuatnya tersedia dalam 14 bahasa India, dengan ratusan juta pengguna, artis, pendongeng, pendidik dan pengguna yang bergantung pada TikTok untuk mata pencaharian mereka. Banyak dari mereka adalah pengguna internet pertama kali,” ujarnya.

Kebijakan melarang TikTok dkk diduga memiliki kaitan dengan ketegangan antara India dan Cina atas sengketa perbatasan di Ladakh yang menyebabkan konfrontasi mematikan 15 Juni di Lembah Galwan.

Selain itu, larangan terhadap TikTok dkk dikabarkan telah dipertimbangkan sejak beberapa minggu. Dewan Keamanan Nasional dan badan intelijen India pun memberi dukungan atas langkah tersebut.

Bocorkan Data Pengguna iPhone

TikTok diketahui ketahuan mengakses data dari clipboard  (papan klip) pengguna Apple. Hal ini terungkap dari fitur baru transparansi keamanan di iOS 14 yang memberi tahu pengguna apabila ada akses yang mencurigakan

Pembaruan itu mengungkap platform video asal China itu mengakses data dari clipboard. Praktik ini sesungguhnya telah diketahui sejak Maret lalu.

TikTok sempat mengatakan akan berhenti mengakses data clipboard. Tiga bulan berselang, tepatnya setelah iOS 14 beta diluncurkan, TikTok masih mengakses data tersebut.

Pendiri Emojipedia, Jeremy Burge, menunjukkan seberapa sering TikTok mengakses clipboard iPhone dalam sebuah video pendek yang diunggah di Twitter.

 

 

Pada bulan Februari, dua pengembang perangkat lunak menemukan masalah dalam sistem copy-paste iOS Apple yang dapat membuat informasi sensitif menjadi rentan.

Tommy Mysk, salah satu pengembang mengatakan masalah sudah diperbaiki dengan fitur keamanan baru dalam bentuk peringatan dan notifikasi yang menginformasikan pengguna ketika aplikasi membaca clipboard iPhone.

Fitur itu telah mengekspos praktik pengintaian beberapa aplikasi, di antaranya adalah AccuWeather, AliExpress, Call of Duty Mobile, Google News, Overstock, Patreon, dan TikTok.

Dilansir dari The Verge, juru bicara TikTok mengatakan pihaknya telah mengirimkan pembaruan ke App Store untuk menghapus fitur pengaksesan clipboard tersebut. Dia menyebut fitur itu untuk ‘anti-spam’.

Namun, TikTok mengakui fitur itu tidak pernah diperkenalkan ke perangkat Android.

“Setelah rilis beta 14 iOS pada 22 Juni, pengguna melihat pemberitahuan saat menggunakan sejumlah aplikasi populer. Untuk TikTok, ini dipicu oleh fitur yang dirancang untuk mengidentifikasi perilaku berulang yang bersifat spam,” kata juru bicara TikTok.

1 2 3 742