Archive of ‘Kabar Indonesia’ category

Harga Minyak Tembus Rekor Tertinggi Dalam 8 Bulan Terakhir

Harga minyak mentah dunia melambung hampir 2 persen pada perdagangan Rabu (25/11), waktu setempat. Kenaikan ini mengantarkan harga minyak ke level tertingginya sejak delapan bulan terakhir.

Kenaikan memperpanjang reli yang didorong harapan vaksin corona akan menaikkan permintaan bahan bakar.

Mengutip Antara, Kamis (26/11), harga minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Januari bertambah 75 sen atau 1,6 persen menjadi US$48,61 per barel, tertinggi sejak Maret lalu.

Sedangkan, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Desember naik 80 sen atau 1,8 persen dan berakhir di level US$45,71 per barel.

Pada perdagangan sebelumnya, yaitu Selasa (24/11), kedua acuan kontrak naik sekitar 4 persen. Terhitung kenaikan terjadi selama empat hari berturut-turut.

Lebih lanjut, data pemerintah AS persediaan minyak mentah turun 754 ribu barel pada pekan lalu. Data ini mengejutkan para analis yang dalam jajak pendapat Reuters memperkirakan kenaikan sebesar 127 ribu barel.

Khusus untuk pengiriman WTO di Cushing, Oklahoma, bahkan sudah turun 1,7 juta barel.

“Ada penurunan yang lumayan di Cushing, jadi itu mendukung. Ini mungkin aspek yang paling bullish dari laporan ini,” kata Mitra Again Capital LLC, John Kilduff.

Namun, kekhawatiran permintaan masih membatasi kenaikan harga. Ini ditunjukkan oleh permintaan bensin mingguan AS yang turun 128 ribu barel per hari (bph) menjadi 8,13 juta bph atau terendah sejak Juni 2020.

IHSG Diproyeksi Melemah Tertekan ‘Jenuh Beli’ Investor

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan melemah pada perdagangan Kamis (26/11). Pelemahan indeks lantaran pasar saham mulai memasuki fase jenuh beli.

Analis Artha Sekuritas Indonesia Dennies Christoper Jordan mengungkapkan secara teknikal, pergerakan saat ini berada dalam area overbought (jenuh beli) dan terlihat indikasi potensi pelemahan jangka pendek.

Di sisi lain, ia menuturkan bahwa pelaku pasar masih akan terus mencermati peningkatan kasus covid-19.

“Investor masih akan mencermati angka kasus covid-19 serta rilis data GDP Amerika Serikat,” kata Dennies seperti dikutip dari riset hariannya.

Dia memproyeksikan indeks saham bergerak di rentang support 5.601-5.640 dan resistance 5.744-5.809.

Sepaham, Direktur Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya melihat potensi indeks terkoreksi terbuka lebar. Jika tak mampu mempertahankan level resistennya, maka diperkirakan IHSG bakal tertekan.

“Momentum koreksi wajar masih dapat dimanfaatkan oleh para investor untuk melakukan akumulasi pembelian dengan target jangka pendek,” pesan dia.

Ia memprediksi IHSG melaju di rentang support 5.611 dan resistance 5.724. Ada pun saham-saham pilihannya yaitu ITMG, BBRI, WIKA, SMGR, MYOR, BBNI, dan HMSP.

Di sisi lain, saham-saham utama Wall Street ditutup bervariasi. Indeks Dow Jones turun 0,58 persen ke level 29.872, S&P 500 melemah 0,16 persen ke level 3.629, dan Nasdaq Composite naik 0,48 persen menjadi 12.094.

11 BPD Minta Penempatan Dana dari Pemerintah Rp5,1 T

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengungkapkan sebanyak 11 Bank Pembangunan Daerah (BPD) dalam proses pengajuan penempatan dana pemerintah. Saat ini, program tersebut memasuki gelombang ketiga.

“Saat ini sedang di-review pengajuan dari beberapa BPD. Ada 11 yang nanti kami proses di minggu-minggu depan,” ujar Dirjen Perbendaharaan Kemenkeu Andin Hadiyanto dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi XI, Rabu (25/11).

Ia memaparkan total penempatan dana pemerintah di BPD mencapai Rp14 triliun kepada 11 BPD per 9 Oktober 2020. Itu terdiri dari penempatan gelombang I sebesar Rp11,2 triliun kepada 7 BPD dan gelombang II Rp2,8 triliun kepada 4 BPD.

Sementara itu, jika digabungkan dengan penempatan dana di Bank Himbara sebesar Rp47,5 triliun, maka jumlahnya mencapai Rp64,5 triliun.

“Dari alokasi Rp66,9 triliun, outstanding Rp64,5 triliun, jadi masih ada Rp2,49 triliun sisa alokasi pada klaster UMKM,” imbuhnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (Asbanda) Supriyatno mengatakan penempatan dana pemerintah ini menimbulkan keirian pada BPD lain yang belum menerima dana tersebut.

“Kondisi optimis ini juga menimbulkan, kalau saya katakan timbulkan keirian BPD lain. Paling tidak, 26 BPD yang tergabung di Asabanda untuk ke depan dipikirkan untuk bisa dapatkan kesempatan kelola dana pemerintah,” tuturnya.

Ia merinci sebanyak 11 BPD yang mengajukan penempatan dana tersebut, nilai pengajuannya mencapai Rp5,1 triliun.

Mereka meliputi, Bank Aceh Syariah sebesar Rp500 miliar, Bank Nagari Rp250 miliar, Bank Bengkulu Rp500 miliar, Bank Sumatra Selatan dan Bangka Belitung (Sumsel Babel) Rp750 miliar, dan Bank NTB Syariah Rp500 miliar.

Selanjutnya, Bank Kalimantan Selatan Rp500 miliar, Bank Sulawesi Tengah Rp500 miliar, Bank Kalimantan Tengah Rp250 miliar, Bank Nusa Tenggara Timur (NTT) Rp100 miliar, Bank Maluku Malut Rp1 triliun, dan Bank Sulawesi Tenggara Rp250 miliar.

1 2 3 774