Archive of ‘Kabar Indonesia’ category

SMI Cari Pinjaman Sindikasi Bank Rp7,25 Triliun

PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) atau SMI mengklaim tengah memroses pencairan pinjaman sindikasi dari bank multinasional senilai US$500 juta atau sekitar Rp7,25 triliun mengacu kurs Rp14.500 per dolar AS.

Direktur Utama PT SMI Edwin Syahruzad mengatakan perseroan telah melakukan komitmen pembiayaan akhir (financial closing) dengan pihak debitur.

“Mungkin, dalam waktu dekat kami akan tanda tangan karena ini dalam proses book building senilai US$500 juta dari sindikasi bank multinasional,” katanya, Senin (27/7).

Ia menuturkan dana tersebut akan digunakan untuk memperkuat pendanaan SMI khususnya untuk membiayai badan usaha.

Sementara itu, untuk pendanaan kepada pemerintah daerah (pemda), SMI tengah fokus menyalurkan pinjaman daerah yang berasal dari program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Hari ini, perseroan baru saja menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) terkait pinjaman PEN dengan pemerintah provinsi DKI Jakarta dan Jawa Barat, senilai Rp16,5 triliun.

Untuk sumber dananya, lanjut dia, berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Pada tahap awal, pemerintah menyalurkan pinjaman PEN kepada daerah melalui SMI sebesar Rp10 triliun.

“Kalau Rp10 triliun sukses dan ada animo lagi, apabila bunga murah bisa jadi kami akan menambah perolehan pinjaman kami dari pemerintah yang juga bunganya murah. Itu salah satu alternatif,” jelasnya.

Untuk diketahui, DKI Jakarta mendapatkan pinjaman senilai Rp12,5 triliun. Terdiri dari usulan pinjaman untuk tahun ini senilai Rp4,5 triliun dan Rp8 triliun di 2021.

Sementara itu, Pemprov Jabar Barat menerima alokasi pinjaman senilai Rp4 triliun. Rinciannya, sebesar Rp1,9 triliun diusulkan pada tahun ini, dan Rp2,09 triliun tahun depan.

Repsol Mengeluh Jadi Korban Monopoli Oli Honda di Indonesia

Salah satu asosiasi pelaku industri pelumas di dalam negeri, Perhimpunan Distributor, Importir, dan Produsen Pelumas Indonesia (Perdippi), menyatakan sejumlah anggotanya mengeluh atas dugaan praktik monopoli pelumas oleh Astra Honda Motor (AHM) di jaringan bengkel resminya, Astra Honda Authorized Service Station (AHASS).

Melalui siaran resmi Perdippi, Senin (27/7), dikatakan anggota yang mengeluh di antaranya pihak pelumas merek Repsol dan STP. Sukabumi Trading Company (STC), distributor Repsol Oil di Indonesia, merasakan pola garansi AHM merugikannya yakni mengikis pangsa pasar.

Menurut STC, penguasaan produk pelumas dari AHM pada masa garansi kendaraan berdampak pada persepsi konsumen. Akibatnya pasar produk pengganti (aftermarket) pelumas juga dikuasai AHM.

“Kami tidak bisa berbuat apa-apa menghadapi jaringan AHASS, dan semua bengkel otomotif,” kata perwakilan STC, Kong Mau Sentosa.

Repsol adalah merek pelumas dari Spanyol yang erat hubungannya dengan Honda melalui arena MotoGP. Keduanya telah menjalin kerja sama untuk tim pabrikan Honda di MotoGP selama 26 tahun.

Sementara itu pihak STP, merek asal Amerika Serikat, juga menyatakan praktik dugaan monopoli yang dilakukan AHM tidak sehat.

“Praktik-praktik menutup jaringan secara eksklusif itu sangat tidak sehat,” ungkap Christian, perwakilan dari pelumas STP Indonesia, mengutip keterangan tertulis Perdippi, Senin (27/7).

Sidang KPPU

Dugaan monopoli pelumas oleh AHM di jaringan AHASS telah menjadi perhatian Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) yang sudah menggelar sidang pemeriksaan pendahuluan pada Selasa (14/7). KPPU menduga AHM melakukan tying dan bundling dengan pelanggaran UU Nomor 5 Tahun 1999 pasal 15 ayat 2 dan 3.

Investigator KPPU menyatakan menemukan perjanjian eksklusif AHM dengan AHASS yang merupakan merek dagang AHM dengan kepemilikan perorangan atau badan usaha.

Isi perjanjian eksklusif itu disebutkan di antaranya yakni pemilik AHASS hanya bisa menjual pelumas milik AHM, yakni AHM Oil.

“Pelumas merek produsen lain, khususnya dengan spesifikasi serupa [SAE 10W-30, JASO MB, API SG atau di atasnya] tidak diperkenankan untuk dijual di AHASS,” tulis KPPU dalam pernyataan resmi.

AHM dikatakan memberikan garansi bagi konsumen sepeda motor yang meliputi mesin, rangka dan kelistrikan, serta komponen injeksi. Garansi itu disebut hanya berlaku hanya jika konsumen melakukan perawatan berkala sesuai jadwal di bengkel AHASS.

Salah satu bentuk perawatan berkala adalah penggantian pelumas, dimana khusus bagi skuter matik Honda, pelumas yang digunakan memiliki spesifikasi oli khusus motor matik, yakni 10W-30, JASO MB, dan API SG ke atas (SH, SJ, SL, SM, SN).

Usai persidangan AHM menyatakan akan mempelajari masalah ini dan menyatakan ‘selalu berusaha mematuhi ketentuan yang berlaku dalam berbisnis, termasuk dalam memberikan layanan aftersales terbaik untuk konsumen’.

Biro Humas KPPU Deswin Nur menyatakan seharusnya AHM tidak ‘melarang’ AHASS menjual produk pelumas selain merek AHM. Alasannya, AHASS bukanlah agen AHM, melainkan merek dagang AHM yang dapat dimiliki perorangan atau sebuah badan usaha.

“Kalau hubungan bisnis dianggap terpisah, berarti tidak boleh pemaksaan [diatur hanya boleh menjual merek tertentu] seharusnya. Misalnya hubungannya menjadi agen, bisa saja ditentukan [harus jual apa],” kata Deswin melalui sambungan telepon, Jumat (17/7).

Deswin pada Februari lalu juga sempat menyatakan kasus dugaan monopoli pelumas oleh AHM ini berawal dari pengaduan Asosiasi Pelumas Indonesia (Aspelindo) yang menyebut anggota mereka kesulitan memasarkan produk di jaringan AHASS.

Untuk diketahui anggota Perdippi kebanyakan berasal dari kubu merek pelumas impor seperti Top1, BM1, Mobil1, Aral, United Oil, Liger, STP, Total Oil, hingga Chevron.

Sementara anggota Aspelindo adalah kubu pelaku industri yang memiliki fasilitas produksi dengan anggota di antaranya Pertamina Lubricants, Federal Karyatama, Castrol Indonesia, Shell Indonesia, Petronas Lubricants Indonesia, Nippon Oil, Suzuki Indomobil Motor, dan Idemitsu Lube Techno Indonesia.

Keluhan sejak 2011

Menurut Perdippi pihaknya telah mendapatkan laporan sejak 2011 tentang keluhan sejumlah produsen maupun distributor pelumas soal dugaan praktik monopoli AHM di jaringan AHASS.

Perdippi menilai hasil upaya hukum dari KPPU untuk menyelesaikan perkara ini ‘akan lebih fair bagi semua pelaku usaha karena dilakukan sesuai koridor hukum atau konstitusi yang ada’.

“Karena langkah tersebut merupakan amanah Undang-undang Nomor 5 Tahun 1999, sehingga jika terjadi perselisihan yang menyangkut persaingan usaha di antara para pelaku usaha di pasar, cara-cara yang sesuai dengan koridor hukum ini merupakan langkah yang terbaik. Karena fair, dan berdasar aturan main yang sah,” kata Ketua Dewan Penasehat Perdippi, Paul Toar.

Paul merasa KPPU adalah wasit yang tepat untuk menyelesaikan perkara ini. Kata dia kebebasan konsumen memilih produk terbaik dijamin dalam UU nomor 8 Tahun 1999 tentang perlindungan konsumen.

Bill Gates Sebut Suntik Vaksin Corona Tak Cukup Sekali

Bill Gates menyatakan setiap orang membutuhkan beberapa dosis vaksin corona untuk mengimunisasi diri mereka dari penyakit Covid-19 akibat infeksi virus corona SARS-CoV-2.

Pria yang menjadi pendiri yayasan kemanusiaan yang bergerak di bidang kesehatan, Bill dan Melinda Gates, ini menyebut vaksin Covid-19 yang saat ini dikembangkan diperkirakan tidak akan memberikan hasil yang optimal jika diberikan hanya sekali.

Sehingga, mantan bos Microsoft ini mengingatkan pentingnya produksi massal vaksin corona. Sebab, setiap orang di seluruh dunia bakal membutuhkan lebih dari sekali suntikan vaksin.

Ia memperkirakan jumlah vaksin yang harus tersedia di dunia lebih dari 7 miliar dosis untuk mencukupi kebutuhan dunia.

“Tidak ada satupun vaksin pada saat ini yang kelihatannya akan bekerja dengan dosis tunggal,” kata Gates, dalam wawancara dengan CBS News pekan lalu (23/7).

Gates menuturkan jumlah vaksin sebanyak itu mungkin bisa memblokir transmisi virus. Sebab, angka 7 miliar vaksin ini digunakan 70-80 persen penduduk dunia.

Meski demikian, ia mengutarakan kekhawatiran perlu penyuntikan vaksin lebih banyak bagi orang tua.

“Kami berharap hanya dua (kali), meskipun pada orang tua kadang-kadang dibutuhkan lebih banyak (penyuntikan vaksin),” tuturnya.

Sehingga, ia berharap akan ada banyak relawan berusia lanjut yang bisa ikut dalam pengujian vaksin agar bisa memberikan data soal berapa kali penyuntikan vaksin yang harus dilakukan.

Ia pun menyebut, kemungkinan vaksin yang bakal pertama muncul tidak akan efektif digunakan bagi orang tua atau anak-anak. Sehingga dibutuhkan studi tambahan untuk menentukan dosis yang tepat dan aman untuk mereka yang rentan terinfeksi Covid-19.

Gates juga mengabarkan vaksin buatan Moderna akan memulai langkah penting akhir bulan Juli 2020. Vakin yang memerlukan dua dosis dalam bekerja itu akan melakukan diuji terhadap 30.000 orang untuk membuktikan apakah vaksin itu benar-benar cukup kuat untuk melindungi tubuh dari virus corona baru.

Melansir Fox Business, Gates enggan lebih dini menyimpulkan efektafitas vaksin. Namun, hasil uji awal menunjukkan bahwa vaksin buatan Moderna dan Astrazeneca sama-sama menunjukkan hasil positif terhadap respons kekebalan.

“Kami tidak tahu apakah vaksin itu akan bekerja untuk menghindari kematian, kami tidak tahu apakah akan bekerja untuk menghindari penularan. Itulah sebabnya kami sedang mengerjakan begitu banyak vaksin generasi pertama dan vaksin generasi kedua, walaupun akan memakan waktu lebih lama,” ujar Gates.

Gates berharap bahwa vaksin virus corona pertama akan datang pada paruh pertama tahun 2021.

Moderna diketahui akan melakukan uji Fase 3 dengan melibatkan 30.000 orang. Jika berhasil, Moderna mengaku mampu menyediakan 500 juta hingga 1 miliar vaksin dalam setahun, dimulai pada tahun 2021.

Sedangkan Astrazeneca mengaku dapat menyediakan 2 miliar vaksin pada akhir tahun ini jika percobaan kandidat vaksinnya berhasil.

1 2 3 4 751