Archive of ‘Kabar Indonesia’ category

Pemerintah Akan Tambah 2.000 Km Jalan Tol di Sumatera

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPUPR) bakal menambah 2.000 kilometer (KM) tol di Sumatera. Tol akan dibangun mulai 2020 hingga 2024 mendatang.

Penambahan itu termasuk dalam bagian rencana pemerintah membangun tol sepanjang 2.500 KM dalam waktu lima tahun ke depan.

Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Danang Parikesit menyatakan sisanya sepanjang 500 KM akan dibangun di Pulau Jawa dan Jabodetabek, serta beberapa kota besar di Indonesia lainnya. Jika semua ini berjalan sesuai rencana, maka total ruas tol yang beroperasi dalam kurun waktu 2014-2024 sepanjang 4.700 KM.

“Akhir tahun ini ada 2.200 KM, kemudian ada tambahan target 2.500 KM lagi. Jadi total 4.700 KM,” ucap Danang, Rabu (6/11).

Hanya saja, target itu belum termasuk inisiatif dari sejumlah badan usaha jalan tol (BUJT). Jika ditambah dengan inisiatif badan usaha, Danang memperkirakan total ruas tol yang dibangun selama periode 2014-2024 mencapai 5.200 KM.

“Data masih gerak terus karena prakarsa badan usaha banyak. Ada yang menggandeng lembaga pembiayaan dalam negeri dan internasional,” tutur dia.

Terkait pendanaan, Danang mengharapkan BUJT bisa mengandalkan dana dari pasar modal. Perusahaan bisa merilis surat utang (obligasi) dan instrumen investasi lainnya melalui kerja sama dengan perusahaan sekuritas.

“Kami harapkan perusahaan sekuritas buat produk yang jualannya bisa dinikmati masyarakat luas,” kata Danang.

Selain itu, pemerintah nantinya juga akan mendorong agar bank swasta dan bank pembangunan daerah untuk memperluas pembiayaan proyek jalan tol. Kemudian, pemerintah juga akan meminta lembaga keuangan non bank menambah pembiayaan di jalan tol.

“Lalu supply chain financing, semua gotong royong membiayai dari kontraktor, sub kontraktor, dan supplier,” jelas Danang.

Jokowi Kembali Minta BUMN Setop Kuasai Proyek Infrastruktur

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk tak mengambil semua pembangunan proyek infrastruktur. Peringatan tersebut merupakan yang kesekian.

Dalam beberapa kesempatan, Jokowi sudah sering mengeluarkan peringatan serupa. Ia meminta BUMN membagi pembangunan proyek infrastruktur kepada perusahaan swasta, termasuk kontraktor lokal.

“Saya sudah perintahkan ini, engga sekali, dua kali. Jangan ambil semuanya! Berikan ruang bagi swasta dan pengusaha lokal, Saya harapkan lima tahun ke depan peran swasta, peran kontraktor lokal betul-betul bisa diberikan ruang yang sebesar besarnya,” katanya di Jakarta, Rabu (6/11).

Jokowi mengatakan peringatan ia berikan karena pemerintah sering mendapat keluhan dari kontraktor lokal, baik di provinsi, kabupaten maupun kota;  pembangunan infrastruktur diambil semuanya oleh BUMN. Ia tak ingin dominasi BUMN dalam pembangunan infrastruktur terus berlanjut hingga lima tahun ke depan.

Mantan gubernur DKI Jakarta itu menyebut tak semua pembangunan infrastruktur memakai APBN. Oleh karena itu, kata Jokowi, pemerintah mengembangkan berbagai model pembayaran, seperti KPBU, PPP, hingga PINA.

“Selalu saya sampaikan, tolong tawarkan, berikan prioritas pada swasta dulu. Kalau swasta tak mau, silakan BUMN yang mengerjakan terutama yang IRR rendah karena ada suntikan PMN,” tuturnya.

Dalam kesempatan ini, Jokowi menyampaikan capaian pembangunan infrastruktur dalam lima tahun terakhir. Jokowi mengatakan Indonesia sudah tertinggal jauh dari sejumlah negara lainnya dalam hal pembangunan infrastruktur.

Ia mencontohkan soal pembangunan jalan tol. Menurutnya, sejak pembangunan Jalan Tol Jagorawi pada 1978 sampai 2014, Indonesia hanya membangun 780 kilometer jalan tol.

Sementara itu, China dalam periode yang sama berhasil membangun jalan tol sepanjang 280 ribu kilometer.

“Jangan ada yang tepuk tangan. Kita 780 kilometer selama 40 tahun, di China 280.000 kilometer,” ujarnya.

Meskipun demikian, Jokowi bersyukur sampai akhir tahun ini, pembangunan selama lima tahun, Indonesia akan memiliki jalan tol sepanjang 1.500 kilometer. Ia pun berharap dalam lima tahun ke depan, panjang jalan tol RI mencapai sekitar 4.500 sampai 5.000 kilometer.

“Ahamdulillah peringkat Indonesia dalam pembangunan infrastruktur sekarang 52, tahun 2019. Naik 30 peringkat dibanding tahun 2010. Pencapaian sangat baik dan kita harapkan daya saing global meningkat,” katanya.

Xpander Crossover akan Meluncur Pekan Depan

Xpander Crossover akan menjadi varian baru dari keluarga MPV Xpander.¬†Mobil keluarga yang dijuluki ‘new crossover MPV’ itu akan diluncurkan pada 12 November 2019.

Kabar soal peluncuran Xpander Crossover setelah surat undangan peluncuran masuk ke redaksi

“Mitsubishi Motors brand new crossover MPV coming soon in Indonesia. Informasi lebih lanjut dapat ditemukan mulai 12 November 2019 di Jakarta,” bunyi keterangan resmi Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI).

Dalam foto siluet yang disebar pihak MMKSI, mobil ini menyematkan roof rail, over fender, dan revisi pada bagian depan dan belakang guna membedakan wujudnya dari Xpander yang telah beredar selama ini.

Dari pemberitaan sebelumnya didapat bahwa mobil masih mengandalkan mesin MIVEC kapasitas 1.500 cc empat silinder.

Belum diketahui posisi varian Crossover ini di antara keluarga Xpander. MMKSI yang dihubungi belum bisa merespons terkait kehadiran varian baru Xpander tersebut.

Xpander diluncurkan pertama kali pada pameran otomotif GIIAS 2017. Mobil keluarga berdaya tampung tujuh penumpang ini diproduksi di pabrik Mitsubishi, Cikarang, Jawa Barat.

Selama dua tahun mengarungi pasar otomotif Indonesia, Xpander mengalami kenaikan harga beberapa kali. Dipantau dari situs resmi MMKSI, harga Xpander dijual mulai dari Rp210,3 juta sampai Rp265,1 juta on-the-road Jakarta.

Penjualan wholesales Xpander pada Agustus dan September 2019 tercatat ditekuk pesaingnya, yaitu Toyota Avanza. MPV Avanza terjual 8.017 unit pada Agustus, Xpander 5.361 unit. Satu bulan kemudian, Avanza 9.476 unit dan Xpander 4.407 unit.

1 2 3 4 639