Archive of ‘Kabar Indonesia’ category

Harga Minyak Mendaki Jelang Meredanya Perang Dagang AS-China

Harga minyak mentah dunia kembali naik pada perdagangan Selasa (5/11). Sentimen dari meredanya perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China menjadi penopang pergerakan harga komoditas tersebut.

Mengutip Antara, minyak mentah berjangka AS West Texas Intermediate (WTI) menguat US$0,69 atau 1,2 persen ke level US$57,23 per barel dan Brent naik US$0,83 atau 1,3 persen jadi US$62,96 per barel.

Kesepakatan perang dagang AS dan China yang rencananya diteken bulan ini memberikan harapan kepada pasar terhadap kondisi perdagangan di global. Pasar berharap AS bisa menurunkan kembali beberapa tarif impor China yang sebelumnya dinaikkan.

Kemudian, Sekretaris Jenderal OPEC Mohammad Barkindo berpendapat prospek pasar minyak pada 2020 bisa jadi lebih cerah dari perkiraan sebelumnya. OPEC dan sekutunya akan melakukan pertemuan bulan depan untuk membicarakan pengurangan produksi yang lebih besar.

Menteri Perminyakan Iran memperkirakan pengurangan produksi lebih dalam bisa disepakati pada Desember 2019. Sejumlah pihak meramalkan produksi minyak mentah dan cairan lainnya turun menjadi 32,8 juta barel per hari pada 2024.

Sementara, kepala perusahaan konsultan energi FGE memprediksi pertumbuhan permintaan minyak Asia naik dua kali lipat menjadi 815.000 barel per hari. Beberapa ramalan ini jelas menjadi sentimen positif bagi harga minyak dunia.

Belum lagi, beberapa sentimen sebelumnya masih diapresiasi pasar. Sejumlah sentimen itu, yakni pemangkasan suku bunga acuan The Fed, pelemahan dolar AS, dan pertumbuhan lapangan kerja AS pada Oktober 2019.

Terpantau, harga minyak berada di zona hijau sejak akhir pekan lalu. Pada perdagangan Senin (4/11), harga minyak WTI menguat US$0,34 atau 0,6 persen ke level US$56,54 per barel dan Brent naik US$0,44 atau 0,7 persen jadi US$62,13 per barel.

Pemerintah Sudah Kantongi Nama Calon Dirut Bank Mandiri

Pemerintah sudah memutuskan nama calon direktur utama PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Menteri BUMN Erick Thohir mengungkapkan nama dirut Bank Mandiri yang baru akan diumumkan pada Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) 8 Desember 2019.

“Dirut Mandiri sudah diputuskan. Kita tunggu saja pada RUPS 8 Desember nanti,” ujarnya, Selasa (5/11).

Penunjukkan dirut Bank Mandiri yang baru untuk menggantikan posisi yang ditinggalkan Kartika Wirjoatmodjo. Presiden Joko Widodo menunjuk Tiko sebagai Wakil Menteri BUMN.

Tiko menjabat Dirut Bank Mandiri sejak 2015 menggantikan Dirut sebelumnya, yakni Budi Gunadi Sadikin yang juga diangkat menjadi Wakil Menteri BUMN.

Selain dirut Bank Mandiri, pemerintah segera menyiapkan Direktur Utama PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero). Erick mengungkap hingga akhir bulan ini masih akan menempati posisi tersebut.

“Akhir bulan masih dalam proses review. Tapi dirutnya sudah ada,” jawab Erick.

Ia mengharapkan pengganti dirut Inalum pengganti Budi Gunadi Sadikin memiliki latar belakang keuangan yang kuat. Pasalnya, perseroan akan membawahi banyak anak usaha.

Selain keuangan, dirut baru Inalum diharapkan memiliki latar belakang pertambangan.

“Apalagi kan pembagian dalam anak perusahaan cukup berbeda. Ada Antam, ada batu bara, ada lain-lain,” paparnya.

Budi Gunadi memulai karirnya di perusahaan pekat merah pada 2006 saat ia bergabung ke PT Bank Mandiri Tbk sebagai Direktur Micro & Retail Banking. Karirnya terus menanjak

hingga diangkat menjadi Direktur Utama PT Bank Mandiri Tbk. Ia menduduki posisi tersebut hingga 2016 sebelum akhirnya ia diangkat sebagai Staff Khusus Menteri Negara BUMN dan aktif menjadi Anggota Dewan Penasehat Asosiasi Fintech Indonesia.

Pada 2017, ia diangkat menjadi Komisaris Utama PT Inalum (Persero) sebelum akhirnya efektif menjadi direktur utama pada 14 September 2017.

Di bawah kepemimpinannya, Inalum resmi menggenggam 51,23 persen saham PT Freeport Indonesia dengan membayarkan US$3,85 miliar.

PLN Raih Pendanaan Rp21 Triliun dari Penerbitan Global Bond

PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Persero menyatakan kembali berhasil mengamankan kebutuhan pendanaan Investasi untuk percepatan penyediaan infrastruktur ketenagalistrikan 2019 dengan menerbitkan Global Bond senilai USD1,5 milyar atau sekitar Rp21 triliun.

Global bond ditentukan harganya pada 30 Oktober 2019 dalam 3 tranche, yaitu US$500 juta dengan tenor 10 tahun 3 bulan, US$500 juta dengan tenor 30 tahun 3 bulan, dan €500 juta dengan tenor 12 tahun, serta tingkat bunga (coupon) masing-masing 3.375 persen, 4,375 persen, dan 1,875 persen.

Investasi tersebut merupakan pelengkap dana internal dan Penyertaan Modal Negara yang berhasil mereka dapatkan tahun ini. Vice President Public Relation PLN Dwi Suryo Abdullah mengatakan dana tersebut diharapkan dapat mendukung usaha pencapaian target pemerintah untuk meningkatkan rasio elektrifikasi menuju 100 persen  pada 2020.

Tambahan dana juga diharapkan bisa mendorong  percepatan pembangunan kawasan terdepan, terluar, dan tertinggal (3T). Direktur Keuangan PLN Sarwono Sudarto perolehan dana tersebut diharapkan juga bisa meringankan beban likuiditas PLN dalam menjalankan investasi.

“Di tengah kondisi pasar yang kondusif, PLN tidak hanya berhasil mendapatkan pendanaan dengan tenor yang panjang sehingga meringankan beban likuiditas, namun juga berhasil memperluas basis investor di pasar Eropa dengan global bond bermata uang euro dengan tenor 12 tahun” Ungkap Sarwono dalam pernyataan yang dikeluarkan di Jakarta, Selasa (5/11).

Ia mengatakan perluasan basis investor tersebut cukup membanggakan. Perluasan tersebut membuktikan dunia internasional percaya bahwa keuangan Indonesia dan PLN senantiasa dikelola dengan baik.

Perluasan juga menunjukkan keyakinan dari masyarakat internasional atas kekuatan fundamental ekonomi Indonesia dan PLN.

1 2 3 4 5 639