Archive of ‘Kabar Indonesia’ category

Amerika Serikat Punya Utang ke Indonesia Sebanyak 57 Ribu Ton Emas

bestJakarta – Perdebatan muncul mengenai apa yang disebut harta peninggalan dari Presiden RI pertama, Soekarno. Sebuah buku bertajuk ‘Harta Amanah Soekarno’ dibedah di Universitas Paramadina.

Bedah buku itu dibahas oleh wartawan senior Budiarto Shambazy, peneliti senior LIPI Prof Dr Asvi Warman Adam, ahli komunikasi Effendi Gazali, serta Permadi.

Sang penulis yang juga adalah seorang wartawan bernama Safari ANS menyebutkan, misteri terbesar tentang Indonesia yaitu The Green Hilton Memorial Agreement.

Perjanjian itu diyakini telah ditandatangani oleh Soekarno (Presiden RI) dan John F Kennedy (Presiden AS) pada tanggal 14 November 1963 dengan seorang saksi dari Swiss bernama William Vouker. Pada tanggal tersebut Kennedy dan Soekarno memang bertemu. Namun khusus soal perjanjian ini, masih misteri.

Safari menyebutkan, dalam perjanjian itu AS setuju untuk mengakui bahwa kekayaan negara dalam bentuk emas yang jumlahnya 57 ribu ton emas berasal dari Indonesia. Dana dalam bentuk emas itu diklaim Bung Karno kepada Amerika sebagai harta rampasan perang.

“Saya memegang dokumen perjanjian itu. Hanya saja tidak asli. Saya sedang berusaha mengumpulkan. Tapi pernah saya ditunjukkan oleh seorang Indonesia yang tinggal di Eropa,” kata Safari di Universitas Paramadina.

Australia Didesak Tiru Prancis Perbolehkan Karyawan Sumbangkan Jatah Cuti

indexJakarta – Seorang ibu yang anaknya didiagnosa menderita leukemia akut mendesak pemerintah Australia meniru aturan hukum di Perancis yang memungkinkan karyawan dermawan menyumbangkan jatah cuti kepada rekan-rekannya yang memiliki anak penderita sakit parah.

Parlemen Perancis bulan lalu mengesahkan aturan tersebut atas inisiatif anggota parlemen dari Loire, Paul Salen pada tahun 2011. Solen terinspirasi dari kisah nyata mengenai itikad baik terhadap seorang ayah yang menerima sumbangan cuti berminggu-minggu dari rekan kerjanya agar bisa selama mungkin menemani anaknya yang sakit parah.

Di bagian dunia lainnya, seorang ibu di New South Wales, Sonja Malcolm berusaha keras mengimbangi kebutuhan bagi anaknya yang tengah berjuang melawan penyakit leukemia akut dengan kebutuhan keuangan keluarganya.

Empat pekan setelah berurusan dengan kabar yang ‘menyeramkan &rsquo kalau nyawa anaknya terancam oleh leukemia, dia harus kembali bekerja.

“Saya bekerja pada program TAFE, saya bekerja penuh waktu namun status saya adalah karyawan casualalias paruh waktu,” katanya.

TAFE adalah institusi pendidikan semacam akademi atau politeknik milik pemerintah yang menyelenggarakan program pendidikan praktis atau kejuruan dengan kualifikasi Certificate (1, 11, III, & IV), Diploma, dan Advanced Diploma.

“Sebagai tenaga paruh waktu, saya tidak bisa mengumpulkan jatah hari libur. Saya hanya mendapat jatah cuti sakit. Dan jika saya tidak bekerja, saya tidak mendapat bayaran,” tambahnya.

Keluarga Sonja Malcolm menerima santunan karir sebesar AUD$114 per dua pekan, namun jumlah itu tidak mencukupi untuk biaya parkir di rumah sakit menemani anaknya.

Malcolm mengatakan dia menerima banyak tawaran cuti dari rekan kerjanya, namun tentu saja tawaran itu tidak bisa dimanfaatkan. Oleh karena itu ia berharap Australia bisa mengadopsi aturan serupa mengenai donasi cuti yang dibayarkan antar karyawan seperti yang baru diberlakukan di Perancis.

“Beberapa teman saya yang sudah bekerja diinstitusi saya sejak lama, mereka mengatakan saya punya kumpulan jatah cuti berbayar selama berbulan-bulan. Jika diperbolehkan saya tidak keberatan untuk memberikannya kepada kamu,” tuturnya.

“Ini merupakan solusi yang sederhana. Dan sangat masuk akal dan begitulah cara agar sesame karyawan bisa saling membantu,” tambahnya.

“Dan aturan ini sangat mungkin untuk dilakukan di sebuah organisasi, karena tidak ada konsekwensi apapun kecuali masalah administrasi saja,” katanya.

Liam saat ini sudah mendapat keringanan atau remisi namun Malcolm, yang juga merupakan relawan di lembaga donasi The Cure Our Kids Charity, prihatin memikirkan nasib banyak keluarga lain yang mengalami hal serupa dengan dirinya yang masih kesulitan.

Oleh karena itu ia yakin jika Australia memperkenalkan skema yang sama maka sambutannya akan sangat besar.

“Saya kira salah satu hikmah dalam menghadapi situasi yang sulit seperti ini adalah kemampuan orang untuk tergerak hatinya dan melakukan sesuatu demi bisa membantu orang lain,” katanya.

Sangat mungkin diterapkan di Australia

John Dugas, dosen manajemen sumber daya manusia di Universitas Newcastle di New South Wales mengatakan upaya mengundang-undangkan sumbangan cuti antar karyawan merupakan sesuatu yang sangat progresif.

“Banyak sekali perkembangan menarik terjadi di Perancis, untuk mencoba dan mendapatkan keseimbangan kerja-kehidupan yang lebih baik, “katanya.

“Dan kecenderungan yang sama sebenarnya juga terjadi di Australia. Disini dimungkinkan untuk mengganti jatah cuti tahunan dengan uang, dan ini sama kategorinya dengan mendonasikan jatah cuti. Katakan saja seorang pekerja berkata, saya siap melepaskan jatah cuti saya, dan menghadiahkannya kepada kolega saya,” katanya.

Dugas mengatakan skema tersebut memang terkesan murah hati, namun implementasinya harus sangat hati-hati. Salah satunya adalah dengan mendefinisikan terlebih dahulu apa yang dimaksud dengan sakit parah.

Jika berhasil dilaksanakan, Dugas menilai maka kedermawanan pekerja itu tidak tertutup kemungkinan akan ikut memberi manfaat bagi lembaga tempat kerjanya.
;
“Perusahaan berpotensi menuai hal-hal yang sangat positif untuk reputasinya tanpa harus mengeluarkan biaya terlalu banyak,” katanya

“Sudah pasti perusahaan itu akan mendapati kalau aturan itu adalah hal yang sangat positif bagi reputasi perusahaannya dan tanpa harus mengeluarkan biaya yang besar,” katanya.

Kementerian Tenaga Kerja sudah dihubungi untuk komentar lanjutan.

Mathys law

Sementara itu di Perancis seorang karyawan bernama Christopher Germain, ketika puteranya yang berusia Sembilan tahun didiagnosa menderita kanker hati, rekan-rekan kerjanya di perusahaan air minum mineral Badoit mengumpulkan sumbangan untuk membantunya.

Namun sumbangan itu sangat sulit dilupakan, tidak hanya sumbangan dalam bentuk uang yang mereka donasikan untuk Germain, tapi atas seijin bos mereka, rekan kerjanya juga ikut menyumbangkan jatah cuti mereka kepada Germain.

Nyawa Mathys akhirnya memang tidak ;tertolong, namun orang tuanya akhirnya mendirikan yayasan ;bernama D’un papillon a une etoile.

Dengan dukungan dari anggota parlemen Perancis, ;Salen, yayasan itu mengkampanyekan perubahan aturan, yang memungkinkan para pekerja di Perancis memberikan jatah cuti mereka kepada orang tua yang anaknya menderita sakit keras.

“Tindakan ini bertujuan untuk memungkinkan orang tua yang memiliki anak yang sedang sakit dan sekarat, untuk memanfaatkan kedermawanan rekan kerjanya, pada saat-saat yang memilukan dalam hidupnya.” tulis pesan di situs yayasan tersebut.

UU Mathys loi ini kemudian disahkan oleh senat Perancis pada 31 April 2014 lalu. ; Orang tua Mathys’ menyambut baik putusan itu dan menilanya sebagai kemenangan atas perjuangan selama 3,5 tahun yang penuh kecemasan dan harapan.

Ini Daftar Terbaru Harga Rumah Subsidi

imagesJakarta -Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) telah menetapkan harga baru untuk rumah bersubsidi mulai April 2014. Ketentuan tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Perumahan Rakyat (Permenpera) No 4 dan 5 tahun 2014.

Ketentuan harga rumah baru berlaku untuk rumah tapak dan rumah susun sederhana milik (Rusunami). Harga yang ditetapkan berbeda-beda di setiap provinsi, dan beberapa kota atau kabupaten.

Berdasarkan data yang didapat detikFinance, Selasa (6/5/2014) berikut daftar lengkapnya.

Provinsi Harga Lama Rumah Tapak (Rp/Juta) Harga Baru Rumah Tapak (Rp/Juta) Harga Rusunami/Meter (Rp/Juta)
Aceh 95 118  8,5
Sumatera Utara 88 117  7,8
Sumatera Barat 88 116  8,8
Riau 88 116  9,5
Kep. Riau 95 125  10
Jambi 88 114  8,8
Sumatera Selatan 88 118  8,7
Bangka Belitung 95 124  8,9
Bengkulu 88 116  8
Lampung 88 113  8
Jawa Barat 88 115  7,3
 Banten 88 116  7,6
Jawa Tengah 88 118  7,2
DI Yogyakarta 88 123  7,3
 Jawa Timur 88 115 7,9
 Kalimantan Barat 95 132  9,7
Kalimantan Tengah 95  128  9,4
 Kalimantan Selatan 95  127 9
 Kalimantan Timur 95  132  9,9
 Sulawesi Utara 88 125 7,8
 Gorontalo 88  125  8,3
 Sulawesi Tengah 88  120  6,9
 Sulawesi Selatan  88  125 8,2
 Sulawesi Barat 88  118 8,2
 Sulawesi Tenggara 88 124 8,2
 Bali 95 135  8,3
Nusa Tenggara Barat 95  135  7,4
Nusa Tenggara Timur  95  127 8,6
Maluku  95 133 7,6
 Maluku Utara 95  135  9,6
 Papua Barat 145 169 10,7
Papua 145  185 15,7
Kabupaten/Kota Bekasi 95  135  8,4
 Kabupaten/Kota Bogor 95  129  8,6
 Kota Depok 95 131  8,5
 Kabupaten/Kota Tangerang, Tangerang Selatan  95  134 8,4
Kabupaten Karawang 95  125  –
 Jakarta Barat  –  – 8,9
 Jakarta Selatan  –  –  9,2
 Jakarta Timur  –  – 8,8
 Jakarta Utara  –  –  9,6
Jakarta Pusat  –  – 9,3

1 598 599 600 601