Archive of ‘Kabar Indonesia’ category

Wall Street Bergerak Naik,Putin Isyaratkan Berunding dengan Ukraina

investasi futures Indeks saham utama Amerika Serikat bergerak lebih tinggi pada akhir perdagangan Rabu waktu New York, atau Kamis dini hari waktu Indonesia barat. 

Dikutip dari CNBC, Kamis 8 Mei 2014, penguatan saham tersebut menyusul Ketua Federal Reserve, Janet Yellen, yang menyatakan tidak akan mengambil kebijakan apapun yang bisa mengganggu pasar. Selain itu Presiden Rusia, Vladimir Putin yang mengisyaratkan kesediaannya untuk berbicara dengan Ukraina menjadi sentimen positif bagi pasar saham.

“Kami memang memiliki kedekatan dengan Eropa, yang terjadi di sana akan berpengaruh di pasar modal. Kami berharap Rusia dan Ukraina bisa duduk berunding dalam satu meja,” ujar Peter Boockvar, Chief Market Analyst Lindsey Group.

Saham Athenahealth terus menguat setelah David Einhorn, seorang hedge fund manager mengatakan, bahwa investor telahovervalue menilai perusahaan perangkat lunak tersebut.

Dalam sebuah kongres, Janet Yellen mengatakan, pasar tenaga kerja Amerika Serikat terus membaik, tetapi tetap kurang ideal dari yang diharapkan.

“Investor melihat setiap petunjuk waktu dari kenaikan suku bunga pertama yang akan diputuskan Federal Reserve, tetapi aku berpikir Janet Yellen telah belajar untuk tidak berbicara secara spontan untuk mengambil sebuah kebijakan,” ujar Hogan, Chief Market Strategist Wunderlich Securities.

Hal tersebut mengacu pada konferensi pers yang dilakukan Janet Yellen pada Maret yang menuturkan Federal Reserve sedang berada dalam frase ‘waktu yang cukup’, terkait berapa lama Fed kemungkinan akan mempertahankan suku bunga acuan mendekati nol.

Pasar kemudian menafsirkan pernyataan Janet Yellen tersebut bahwa kenaikan suku bunga acuan bisa datang lebih cepat dari perkiraan sebelumnya. Akibatnya, pasar saham dan obligasi tersandung oleh pernyataan Janet Yellen.

Indeks Dow Jones Industrial Average menguat 117,52 poin (0,7 persen) ke level 16.518,54, dengan saham UnitedHealth Group memimpin kenaikan dari 25 komponen yang naik diantara 30 komponen utama indeks Dow Jones.

Indeks S & P 500 naik 10,49 poin (0,6 persen) ke level 1.878,21, dengan saham sektor keuangan memimpin kenaikan diantara 10 kelompok industri utama penyokong indeks S & P 500. 

Klaim pengangguran AS turun,neraca perdagangan melebar

valasJumlah masyarakat AS yang mengajukan klaim tunajangan pengangguran bar uterus mengalami penurunan untuk pekan kelima berturut-turut, ini menjadi bukti pasar tenaga kerja AS semakin membaik. Dalam laporan terpisah, neraca perdagangan AS melebar setelah ekspor negeri paman syam tersebut merosot karena lemahnya permintaan dunia.

Klaim tunjangan pengangguran AS berkurang sebanyak 2.000 dengan penyesuaian musiman menjadi 339.000 pengajuan hingga pekan 9 November, Departemen Tenaga Kerja AS Kamis melaporkan. Angka ini di atas ekspektasi para ekonom dalam survei Dow Jones yang memperkirakan 332.000 pengajuan baru. Sementara data di pekan sebelumnya mengalami revisi kenaikan menjadi 341.000.

Laporan di Jumat juga menunjukkan, klaim rata-rata dalam empat pekan turun menjadi 344.000, sementara jumlah klaim pengangguran lanjutan tidak mengalami perubahan 2,874 juta di pekan hingga 2 November. Klaim lanjutan turun 448.000 dalam basis tahunan.

Sementara itu, defisit perdagangan AS melebar sebesar 8% dari Agustus dengan penyesuaian musiman menjadi $41,8 miliar, Departemen perdagangan Kamis melaporkan. Ekspor AS mengalami penurunan 0,2% menjadi $188,9 miliar, sementara impor meningkat 1,2% menjadi $230,7 miliar, sehingga deficit perdagangan AS meningkat untuk bulan ketiga beruturut-turut. Analis dalam surevi Dow Jones memperkirakan deficit perdagangan di September sebesar $39,1 miliar.

Laporan tersebut menunjukkan, selama musim panas ekspor mengalami penurunan di tengah lemahnya permintaan dari Eropa dan negara berkembang lainnya. The rata-rata ekspor dalam tiga bulan juga tergelincir di September untuk pertama kalinya sejak Mei.

Dalam penyesuaian inflasi, defisit perdagangan meningkat menjadi $50,37 miliar di September dari bulan sebelumnya. Angka tersebut digunakan dalam perhituangan PDB.

Amerika Serikat Punya Utang ke Indonesia Sebanyak 57 Ribu Ton Emas

bestJakarta – Perdebatan muncul mengenai apa yang disebut harta peninggalan dari Presiden RI pertama, Soekarno. Sebuah buku bertajuk ‘Harta Amanah Soekarno’ dibedah di Universitas Paramadina.

Bedah buku itu dibahas oleh wartawan senior Budiarto Shambazy, peneliti senior LIPI Prof Dr Asvi Warman Adam, ahli komunikasi Effendi Gazali, serta Permadi.

Sang penulis yang juga adalah seorang wartawan bernama Safari ANS menyebutkan, misteri terbesar tentang Indonesia yaitu The Green Hilton Memorial Agreement.

Perjanjian itu diyakini telah ditandatangani oleh Soekarno (Presiden RI) dan John F Kennedy (Presiden AS) pada tanggal 14 November 1963 dengan seorang saksi dari Swiss bernama William Vouker. Pada tanggal tersebut Kennedy dan Soekarno memang bertemu. Namun khusus soal perjanjian ini, masih misteri.

Safari menyebutkan, dalam perjanjian itu AS setuju untuk mengakui bahwa kekayaan negara dalam bentuk emas yang jumlahnya 57 ribu ton emas berasal dari Indonesia. Dana dalam bentuk emas itu diklaim Bung Karno kepada Amerika sebagai harta rampasan perang.

“Saya memegang dokumen perjanjian itu. Hanya saja tidak asli. Saya sedang berusaha mengumpulkan. Tapi pernah saya ditunjukkan oleh seorang Indonesia yang tinggal di Eropa,” kata Safari di Universitas Paramadina.

1 601 602 603 604 605