Archive of ‘Kabar Indonesia’ category

Ini Daftar Terbaru Harga Rumah Subsidi

imagesJakarta -Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) telah menetapkan harga baru untuk rumah bersubsidi mulai April 2014. Ketentuan tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Perumahan Rakyat (Permenpera) No 4 dan 5 tahun 2014.

Ketentuan harga rumah baru berlaku untuk rumah tapak dan rumah susun sederhana milik (Rusunami). Harga yang ditetapkan berbeda-beda di setiap provinsi, dan beberapa kota atau kabupaten.

Berdasarkan data yang didapat detikFinance, Selasa (6/5/2014) berikut daftar lengkapnya.

Provinsi Harga Lama Rumah Tapak (Rp/Juta) Harga Baru Rumah Tapak (Rp/Juta) Harga Rusunami/Meter (Rp/Juta)
Aceh 95 118  8,5
Sumatera Utara 88 117  7,8
Sumatera Barat 88 116  8,8
Riau 88 116  9,5
Kep. Riau 95 125  10
Jambi 88 114  8,8
Sumatera Selatan 88 118  8,7
Bangka Belitung 95 124  8,9
Bengkulu 88 116  8
Lampung 88 113  8
Jawa Barat 88 115  7,3
 Banten 88 116  7,6
Jawa Tengah 88 118  7,2
DI Yogyakarta 88 123  7,3
 Jawa Timur 88 115 7,9
 Kalimantan Barat 95 132  9,7
Kalimantan Tengah 95  128  9,4
 Kalimantan Selatan 95  127 9
 Kalimantan Timur 95  132  9,9
 Sulawesi Utara 88 125 7,8
 Gorontalo 88  125  8,3
 Sulawesi Tengah 88  120  6,9
 Sulawesi Selatan  88  125 8,2
 Sulawesi Barat 88  118 8,2
 Sulawesi Tenggara 88 124 8,2
 Bali 95 135  8,3
Nusa Tenggara Barat 95  135  7,4
Nusa Tenggara Timur  95  127 8,6
Maluku  95 133 7,6
 Maluku Utara 95  135  9,6
 Papua Barat 145 169 10,7
Papua 145  185 15,7
Kabupaten/Kota Bekasi 95  135  8,4
 Kabupaten/Kota Bogor 95  129  8,6
 Kota Depok 95 131  8,5
 Kabupaten/Kota Tangerang, Tangerang Selatan  95  134 8,4
Kabupaten Karawang 95  125  –
 Jakarta Barat  –  – 8,9
 Jakarta Selatan  –  –  9,2
 Jakarta Timur  –  – 8,8
 Jakarta Utara  –  –  9,6
Jakarta Pusat  –  – 9,3

April, Riau Alami Inflasi 0,08 Persen

37inflasiPEKANBARU-Badan Pusat Statistik menyatakan Provinsi Riau mengalami inflasi pada bulan April 2014 sebesar 0,08 persen. Hal itu disampaikan Kepala BPS Riau.

Menurutnya, inflasi Riau merupakan akumulasi perhitungan dari tiga kota besar. Dua kota yang mengalami inflasi, yakni Tembilahan sebesar 0,77 persen dan Kota Dumai 0,40 persen. Sementara Pekanbaru justru mengalami deflasi 0,05 persen.

Dari 23 kota di Sumatera yang menghitung Indeks Harga Konsumen (IHK), tujuh kota mengalami inflasi dan 16 kota deflasi. Inflasi tertinggi ada di Pangkal Pinang sebesar 1,57 persen, dan tempat kedua dan ketiga ditempat oleh Tembilahan dan Dumai.

“Ada Lima kelompok pengeluaran penyumbang inflasi yang mengalami kenaikan indeks paling tinggi. Yaitu kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,34 persen. Diikuti oleh kelompok kesehatan 0,28 persen, kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan 0,27 persen, kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga 0,09 persen, serta kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 0,05 persen,” terang Mawardi.

Komoditas yang memberi andil terbesar terjadi inflasi di Riau kata Mawardi antara lain bawang merah, tarif parkir, jengkol, udang basah, rokok kretek filter, susu untuk balita, dan angkutan udara. Kemudian jeruk nipis, jeruk, roti tawar, minyak goreng, beda, rokok putih, anggur, pemeliharaan kendaraan, ketela pohon, daun bawang, rendang, semangka dan pelumas.

Tunggu Pilpres, Ciputra Tunda Pembangunan 10 Proyek Properti

indexJakarta -PT Ciputra Development Tbk (CTRA) menunda pembangunan 10 proyek pada 2014 karena menunggu pelaksanaan pemilihan presiden (pilpres). Proyek-proyek tersebut terdiri dari pembangunan perumahan, hotel, dan rumah sakit.

Direktur Ciputra Development Tulus Santoso mengatakan penundaan ini merupakan refleksi dari keinginan investor. Perseroan akan menunggu apakah pilpres berjalan aman, stabil, dan 1 atau 2 putaran.

Timing-nya memang setelah pemilu, praktis semester II. Itu jika berlangsung 1 putaran,” ungkap Tulus di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (7/5/2014).

Bila Pilpres tidak 1 putaran, lanjut Tulus, maka proyek-proyek tersebut akan ditunda kembali. Dampaknya akan membuat target penjualan sulit tercapai. Perseroan menargetkan penjualan sebesar Rp 10 triliun pada tahun ini.

“Agak problem kalau berlangsung dua putaran,” ujarnya.

Pilpres yang berlangsung aman, tambah Tulus, dapat membentuk iklim investasi yang kondusif. Namun jika ada kericuhan, maka proyek yang berjalan pada semester I akan terganggu dan mempengaruhi persepsi investor.

“Ya persepsi itu berpengaruh. Sekarang yang mendistorsi kan persepsi,” sebutnya

Tulus sendiri masih optimistis pilpres dapat berjalan lancar, aman, dan 1 putaran. Ini akan membuat proyek-proyek properti bisa dijalankan dan target penjualan perseroan tercapai.

“Dengan stabilitas politik dan ekonomi, kami luncurkan 10 proyek baru yang mendukung target penjualan kami,” tegasnya.

Tulus menyebutkan 10 proyek tersebut berlokasi di Kemayoran, Fatmawati, Maja, Malang, Pontianak, Serang, Samarinda, Bali, dan Ringraod Jakarta Barat. Nilainya beragam, untuk perumahan sekitar Rp 50-100 miliar, hotel Rp 1 triliun, dan rumah sakit Rp 250 miliar.

“Untuk hotel akan didanai secara gradual oleh bank. Kemudian kalau pengembangan perumahan itu dana sendiri saja,” tutur Tulus

1 747 748 749 750