Archive of ‘KEGIATAN OLAHRAGA’ category

Perilaku Ini Buktikan Masyarakat Sadar akan Lingkungan Sehat

PT.Bestprofit – Tujuan akhir yang diharapkan dari pembangunan Infrastruktur Berbasis Masyarakat (IBM) melalui program Sanitasi Berbasis Masyarakat (Sanimas) dan Tempat Pengelolaan Sampah dengan Pendekatan Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) adalah perubahan perilaku hidup bersih dan sehat di tengah masyarakat.

Melalu program yang dibuat oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPUPR) ini, perilaku masyarakat yang tadinya akrab dengan lingkungan kotor dan rentan penyakit berubah menjadi berperilaku hidup bersih dan sehat. Warga pun jadi semakin sadar akan pentingnya membangun lingkungan yang asri dan sehat.

Hal tersebut dibuktikan dengan kebiasaan warga yang mulai memilah sampah dari rumah ke dalam dua jenis sampah, yaitu organik dan anorganik untuk kemudian diolah menjadi berbagai macam produk olahan sampah. Selain itu penghijauan pun marak dilakukan warga di pekarangan dan lahan terbuka di sekitar mereka.

Pilihan redaksi
http://www.ptbestprofit.com
http://www.ptbestprofitfutures.com
http://www.pt-bestprofit.com

Contoh perubahan perilaku masyarakat seperti ini bisa dilihat di Desa Gondosuli, Dusun Ngemplak, Kecamatan Muntilan, Kabupaten Magelang. Masyarakat di Desa Gondosuli kini adalah masyarakat yang sadar akan pentingnya menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan, di antaranya mulai mengolah sampah melalui TPS3R.

“Alhamdulillah sudah banyak perubahan. Terutama kesadaran masyarakat untuk memilah sampah dari rumah tangga,” jelas Ketua KSM Gondosuli, Sri Wahyuni.

TPS3R di Desa Gondosuli mulai dibangun pada 2016. Sejak saat itu TPS3R menjadi jalan keluar yang baik untuk pengelolaan sampah desa. Petugas di TPS3R secara rutin menjemput sampah warga untuk kemudian diolah menjadi produk olahan sampah, seperti kompos dari sampah organik.

Kepala Desa Gondosuli, Abdul Fatih mengungkapkan sebelum adanya TPS3R ini masyarakat desa membuang sampah sembarangan ke sungai atau pinggir jalan. Hal ini seringkali menyebabkan selokan tersumbat sampah ketika musim hujan. Namun semua kian membaik setelah adanya TPS3R.

“Sebelumnya saya pilah (sampahnya). Yang organik saya buang ke sawah, yang nonorganik saya bakar buat memasak. Plastiknya kan saya pakai buat menyalakan api agar cepat menyala,” kata salah seorang warga penerima manfaat, Udi Lestari.

Hal yang sama pun terjadi di Desa Cemba, Enrekang, Sulawesi Selatan. Kepala Desa Cemba, Jumadi Maulana mengaku sebelum adanya program Sanimas yang masuk ke desanya bahkan perosoalan lingkungan seringkali bukan hanya menimbulkan masalah kesehatan, namun juga pertikaian antarwarga.

“Jadi kondisi masyarakat saya sebelum ada Sanimas kotor sekali, limbah amburadul, tidak teratur, bahkan di samping-samping rumah kami baunya sangat menyengat. Bahkan sudah ada warga yang datang ke rumah persoalan dampak dari limbah ini kemarin ada warga saya yang cekcok karena persoalan itu karena limbahnya itu lewat di depan rumahnya,” ujar Jumadi.

Setelah ada hasil nyata dari Sanimas, yaitu berupa Instalasi Pengolahan Air Limbah Komunal (IPAL Komunal) kini setiap rumah di Desa Cemba sudah memiliki toiletnya masing-masing. Lebih dari itu kini warga pun mengisi pekarang rumahya dengan berbagai tanaman hias maupun sayur dan buah yang bisa dikonsumsi sehari-hari.

“Itu perkara di setiap rumah. Samping-samping rumah airnya tergenang, kotoran, itu sumber penyakit. Setelah ada IPAL Alhamdulillah di samping-samping rumah bisa ditanami sayuran untuk dikonsumsi kebutuhan sehari-hari,” ungkap Ketua KSM Sipatuju, Baharuddin.

Selain Desa Gondosuli dan Desa Cemba, perubahan perilaku masyarakat juga terjadi di Desa Selindung, Kecamatan Gabek, Pangkal Pinang. Masyarakat Desa Selindung memandang persoalan sampah adalah masalah yang riskan karena setiap hari diproduksi/dihasilkan. Dari hal ini pula lah muncul kesadaran untuk mengolah sampah.

Pengolahan sampah di Desa Selindung dibantu dengan adanya TPS3R. Seperti TPS3R lainnya, melalui TPS3R ini, sampah warga juga dipisahkan menjadi sampah organik dan anorganik untuk kemudian diolah menjadi produk olahan sampah.

“Pertama, mengambil sampah ke masyarakat, sudahnya memilah dan membersihkan, yang keempat kita ada pesanan bio ball filter IPAL,” kata Ketua KSM Kawa Begawe, Jamil.

Bio ball filter ini juga menjadi pembeda dari pengolahan sampah biasanya yang cenderung untuk menjual sampah anorganik ke pengepul. Pembuatan bio ball filter digunakan untuk IPAL yang ada di Desa Selindung. Proses pembuatannya pun memberdayakan ibu-ibu yang kemudian turut merasakan keuntungan dari sisi finansialnya juga.

“Dulu kan sampahnya kita gak tahu bahwa sampah-sampah itu bermanfaat. Kalau dulu dibakar. Sekarang kan sudah tahu sampah itu ada manfaatnya, maka sekarang sampah itu bisa dipilah-pilah, yang basah-basah, yang kering-kering,” kata salah seorang warga penerima manfaat, Annisa.

Facebook Klaim Eksekusi 1,5 Miliar Akun Bodong

PT.Bestprofit — Perang facebook dengan akun palsu di platformnya terus berlanjut. Pada kuartal kedua dan ketiga 2018, Facebook mengklaim telah menghapus 1,5 miliar akun palsu di seluruh dunia.

Facebook mengatakan mayoritas akun tersebut berhasil dihapus karena penerapan kecerdasan buatan (AI) untuk melacak dan mengidentifikasi akun-akun bodong.

“Sekitar 99,6 persen dari akun palsu tersebut dihapus secara proaktif bahkan sebelum ada yang melaporkan kepada kami. Jadi sistem kami cukup kuat dan kami terus belajar  dan kami terus berupaya menemukan cara baru untuk menghapus akun palsu,” kata Politics and Government Outreach Facebook APAC Roy Tan.

Tan mengatakan ciri-ciri akun bodong dilihat berdasarkan perilaku yang terbaca oleh AI. AI telah diberikan algoritme untuk mengawasi akun-akun palsu yang cenderung membagikan konten-konten berita dengan sangat cepat dan dengan judul berita yang sensasional.

Atau perilaku di kolom komentar yang tidak selayaknya perilaku manusia. Misalnya penggunaan kata yang terlalu kaku dan berulang-ulang.

“Jadi ada banyak perilaku  yang dideteksi oleh AI kami. Perilaku ini memperlihatkan ciri akun palsu dan jika terbukti akun palsu kami akan memblokirnya,” kata Tan.

Tan menjelaskan Facebook juga menyisir keberadaan akun-akun palsu dengan menggunakan tenaga manusia. Menurutnya saat ini Facebook memiliki 20 ribu tenaga kerja yang bertugas mengawasi akun-akun palsu.

“Kami menggunakan AI dan human reviewer. Kami AI yang mampu menjelajahi platform kami ratusan juta kali dalam satu detik. Dan ketika kita melihat akun palsu, kami akan menghapus itu,” ujar Tan.

Tan meyakini para akun-akun palsu tersebut juga sering menyebarkan berita atau konten hoaks. Oleh karena itu perang dengan akun palsu ini juga akan mengurangi penyebaran berita hoaks di Facebook.

Menteri PUPR: Tak Ada Penolakan Warga Atas Pembangunan Trans Papua

PT.Bestprofit, Jakarta – Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono angkat suara terkait pembunuhan 31 pekerja PT Istaka Karya pada proyek Jembatan Kali Yigi-Kali Aurak di Kabupaten Nduga, Papua. Pembangunan kedua jembatan itu juga merupakan bagian dari proyek Trans Papua.

Dia mengatakan, pembangunan Jalan Trans Papua justru amat ditunggu warga setempat demi memperlancar distribusi logistik ke wilayah Pegunungan Tengah yang selama ini kerap disalurkan lewat jalur udara.

“Sebetulnya, ini sangat ditunggu tunggu warga. Di sepanjang Trans Papua, warga tidak ada yang menolak. Semua warganya sangat menerima,” ujar dia saat menggelar sesi konferensi pers di Kantor Kementerian PUPR, Jakarta, Selasa (4/12/2018).

Adapun insiden pembunuhan 31 pekerja ini terjadi di Segmen V proyek Jalan Trans Papua ruas Wamena-Habema-Kenyam-Mamugu sepanjang 278 km. Di ruas tersebut, pemerintah turut menggandeng dua badan usaha yakni PT Istaka Karya (Persero) dan PT Brantas Abipraya (Persero) dalam membangun sebanyak 35 jembatan.

Basuki turut berbicara seputar kendala yang kerap ditemui dalam proyek pembangunan jalan di daerah pelosok. Menurutnya, pembangunan infrastruktur tidak semata-mata hanya bergantung pada ketersediaan dana.

“Ada uang, tanah enggak terbebas, itu belum bisa jalan. Dana ada, tanah sudah terbebas, tapi kalau proyek itu ada di daerah ketinggian dengan udara tipis, itu akan memakan waktu. Lalu juga kendala-kendala seperti di Papua kemarin,” sambungnya.

“Tapi ini tidak menyurutkan semangat. Kita akan jalan terus. Untuk permasalahan ini (pembunuhan 31 pegawai Istaka Karya), akan tindakan lebih lanjut dari aparat keamanan. Tapi pembangunan lanjut terus,” dia menegaskan.

Basuki juga menyebutkan, warga Papua turut dilibatkan dalam pembangunan proyek Jalan Trans Papua. “Ini warga Papua semua dilibatkan. Kepala Balai dan lain-lain itu orang Papua semua. Orang perumahan juga orang Papua,” pungkasnya.

Istaka Karya Kirimkan Tim ke Lokasi Pembunuhan 31 Pekerja Trans Papua

Tragedi penembakan kembali terjadi di Papua, tepatnya di Kali Yigi-Kali Aurak, di Distrik Yigi, Kabupaten Nduga. Setidaknya 31 orang menjadi korban dalam peristiwa yang terjadi pada Minggu 2 Desember 2018.

Sebanyak 31 orang tersebut merupakan pegawai dari salah satu BUMN, PT Istaka Karya (Persero) yang tengah mengerjakan proyek jembatan Hebema-Mugi.

Atas peristiwa itu, Istaka Karya menyampaikan rasa duka kepada keluarga korban penembakan dan sampai saat ini masih terus mengumpulkan informasi.

“Mohon doanya dari semua atas musibah yang menimpa para pekerja Istaka. Perihal kejadian tersebut kita akan memastikan kejadian peristiwa, adanya korban dan jumlahnya dengan mengambil langkah-langkah koordinasi kepada pihak keamanan terkait karena komunikasi via satelit dengan pekerja proyek terputus sejak hari Minggu,” kata Corporate Secretary Istaka Karya Yudi Kristanto  Selasa (4/12/2018).

Yudi menambahkan, saat ini, perseroan juga sudah memberangkatkan tim gabungan aparat kemanan dan pegawai berwenang Istaka Karya menuju ke lokasi kejadian.

“Direktur Operasi dan Kepala Divisi Operasi langsung menuju ke Wamena hari Senin 3 Desember guna memimpin langkah-langkah koordinasi dan tindak lanjutnya,” tambah dia.

1 2 3 4 5 7