Archive of ‘KEGIATAN SOSIAL’ category

Rupiah Kurang Bergairah Usai Libur Natal, Melemah ke Rp14.604

PT.Bestprofit – Nilai tukar rupiah berada di posisi Rp14.604 per dolar AS pada perdagangan Rabu pagi (26/12). Posisi ini melemah 51 poin atau 0,35 persen dari akhir pekan lalu, Jumat (21/12) di Rp14.553 per dolar AS.

Di kawasan Asia, rupiah melemah bersama yen Jepang minus 0,25 persen dan won Korea Selatan minus 0,05 persen. Sementara, mata uang lainnya berada di zona hijau.

Dolar Hong Kong menguat 0,01 persen, peso Filipina 0,03 persen, dolar Singapura 0,03 persen, baht Thailand 0,06 persen, dan ringgit Malaysia 0,16 persen.

Begitu pula dengan mata uang utama negara maju, mayoritas menguat dari dolar AS. Dolar Australia menguat 0,15 persen, poundsterling Inggris 0,14 persen, euro Eropa 0,11 persen, rubel Rusia 0,08 persen, dan dolar Kanada 0,08 persen

Pilihan redaksi
http://www.ptbestprofit.com
http://www.ptbestprofitfutures.com
http://www.pt-bestprofit.com

Hanya franc Swiss, mata uang negara maju lainnya, yang tercatat melemah 0,04 persen.

Analis CSA Research Institute Reza Priyambada memperkirakan pergerakan rupiah tak akan jauh dari akhir pekan lalu, meski cenderung melemah. Hal ini karena tidak ada sentimen baru yang bisa menopang penguatan rupiah usai libur panjang Natal 2018.

“Namun, pergerakan dolar AS yang masih melemah dalam merespons sentimen internal diharapkan dapat menjadi pendorong rupiah untuk tidak melemah lebih dalam,” ujarnya, Rabu (26/12).

Penutupan pemerintahan AS Bikin Yen dan Euro Menguat

PT.Bestprofit – Kecemasan investor terhadap penutupan pemerintahan (goverment shutdown) Amerika Serikat membuat permintaan terhadap euro dan yen meningkat. Hal ini tetap terjadi kendati ada angin segar dari China yang berencana untuk memangkas bea masuk impor dari AS.

Dikutip dari Reuters, volume perdagangan pasar uang sebenarnya terbilang tipis seiring rehatnya bursa global menjelang Natal. Sementara itu, pasar valas Jepang sudah tutup hari ini dalam rangka hari ibur.

Setelah sentimen pertumbuhan ekonomi global menghantui pasar beberapa waktu terakhir, investor semakin enggan mengambil risiko baru di akhir tahun ini.

Pilihan redaksi
http://www.ptbestprofit.com
http://www.ptbestprofitfutures.com
http://www.pt-bestprofit.com

Apalagi, bank sentral AS Federal Reserve pada rapat pemangku kebijakan moneter pekan lalu juga menciptakan ketakutan bagi investor. Kenaikan suku bunga acuan 25 basis poin pada pekan lalu dikhawatirkan akan terus berlanjut, sehingga menekan pertumbuhan ekonomi AS.

Kini, penutupan pemerintahan parsial bikin investor kian grogi. Akhirnya, investor beralih ke mata uang lain yang dianggap lebih aman.

Yen, misalnya, dianggap sebagai instrumen mata uang yang paling aman di masa-masa yang penuh ketidakpastian. Nilai tukar yen menguat 0,3 persen menuju 110,81 yen per dolar AS. Bahkan, nilai tukar yen sudah menguat lebih dari 2 persen terhadap dolar AS dalam enam hari terakhir.

Sementara itu, Swiss franc juga dianggap sebagai saudara yen, yakni instrumen mata uang yang aman (safe haven). Hanya saja, kurs Swiss franc sampai saat ini belum berubah melawan euro yang tengah di atas angin. Nilai tukar euro sendiri meningkat 0,1 persen, namun di sisi lain, dolar AS bertekuk lutut 0,2 persen di hadapan euro.

Adapun, sentimen positif berhembus dari keputusan China yang berencana untuk menghapus bea masuk dan bea keluar untuk beberapa komoditas pada 2019 mendatang. Ini setidaknya bisa menghilangkan ketegangan dagang antara China dan AS.

Lebih lanjut, kondisi dolar AS yang terbata-bata pada Senin diharapkan akan berakhir sesegera mungkin karena investor akan menyeimbangkan kembali portfolio investasinya dan itu bisa menopang performa dolar AS.

“Namun jika efek hari ini berlangsung terus, dan disertai dengan penjualan aset berisiko (risk off) yang terjadi hingga akhir tahun nanti, maka kita mungkin akan melihat dolar terjungkal dan bahkan akan mencatat rekor terbaru jika dihitung secara tahun kalender (year-to-date),” jelas Analis MUFG Fritz Louw dalam catatannya.

Perilaku Ini Buktikan Masyarakat Sadar akan Lingkungan Sehat

PT.Bestprofit – Tujuan akhir yang diharapkan dari pembangunan Infrastruktur Berbasis Masyarakat (IBM) melalui program Sanitasi Berbasis Masyarakat (Sanimas) dan Tempat Pengelolaan Sampah dengan Pendekatan Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) adalah perubahan perilaku hidup bersih dan sehat di tengah masyarakat.

Melalu program yang dibuat oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPUPR) ini, perilaku masyarakat yang tadinya akrab dengan lingkungan kotor dan rentan penyakit berubah menjadi berperilaku hidup bersih dan sehat. Warga pun jadi semakin sadar akan pentingnya membangun lingkungan yang asri dan sehat.

Hal tersebut dibuktikan dengan kebiasaan warga yang mulai memilah sampah dari rumah ke dalam dua jenis sampah, yaitu organik dan anorganik untuk kemudian diolah menjadi berbagai macam produk olahan sampah. Selain itu penghijauan pun marak dilakukan warga di pekarangan dan lahan terbuka di sekitar mereka.

Pilihan redaksi
http://www.ptbestprofit.com
http://www.ptbestprofitfutures.com
http://www.pt-bestprofit.com

Contoh perubahan perilaku masyarakat seperti ini bisa dilihat di Desa Gondosuli, Dusun Ngemplak, Kecamatan Muntilan, Kabupaten Magelang. Masyarakat di Desa Gondosuli kini adalah masyarakat yang sadar akan pentingnya menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan, di antaranya mulai mengolah sampah melalui TPS3R.

“Alhamdulillah sudah banyak perubahan. Terutama kesadaran masyarakat untuk memilah sampah dari rumah tangga,” jelas Ketua KSM Gondosuli, Sri Wahyuni.

TPS3R di Desa Gondosuli mulai dibangun pada 2016. Sejak saat itu TPS3R menjadi jalan keluar yang baik untuk pengelolaan sampah desa. Petugas di TPS3R secara rutin menjemput sampah warga untuk kemudian diolah menjadi produk olahan sampah, seperti kompos dari sampah organik.

Kepala Desa Gondosuli, Abdul Fatih mengungkapkan sebelum adanya TPS3R ini masyarakat desa membuang sampah sembarangan ke sungai atau pinggir jalan. Hal ini seringkali menyebabkan selokan tersumbat sampah ketika musim hujan. Namun semua kian membaik setelah adanya TPS3R.

“Sebelumnya saya pilah (sampahnya). Yang organik saya buang ke sawah, yang nonorganik saya bakar buat memasak. Plastiknya kan saya pakai buat menyalakan api agar cepat menyala,” kata salah seorang warga penerima manfaat, Udi Lestari.

Hal yang sama pun terjadi di Desa Cemba, Enrekang, Sulawesi Selatan. Kepala Desa Cemba, Jumadi Maulana mengaku sebelum adanya program Sanimas yang masuk ke desanya bahkan perosoalan lingkungan seringkali bukan hanya menimbulkan masalah kesehatan, namun juga pertikaian antarwarga.

“Jadi kondisi masyarakat saya sebelum ada Sanimas kotor sekali, limbah amburadul, tidak teratur, bahkan di samping-samping rumah kami baunya sangat menyengat. Bahkan sudah ada warga yang datang ke rumah persoalan dampak dari limbah ini kemarin ada warga saya yang cekcok karena persoalan itu karena limbahnya itu lewat di depan rumahnya,” ujar Jumadi.

Setelah ada hasil nyata dari Sanimas, yaitu berupa Instalasi Pengolahan Air Limbah Komunal (IPAL Komunal) kini setiap rumah di Desa Cemba sudah memiliki toiletnya masing-masing. Lebih dari itu kini warga pun mengisi pekarang rumahya dengan berbagai tanaman hias maupun sayur dan buah yang bisa dikonsumsi sehari-hari.

“Itu perkara di setiap rumah. Samping-samping rumah airnya tergenang, kotoran, itu sumber penyakit. Setelah ada IPAL Alhamdulillah di samping-samping rumah bisa ditanami sayuran untuk dikonsumsi kebutuhan sehari-hari,” ungkap Ketua KSM Sipatuju, Baharuddin.

Selain Desa Gondosuli dan Desa Cemba, perubahan perilaku masyarakat juga terjadi di Desa Selindung, Kecamatan Gabek, Pangkal Pinang. Masyarakat Desa Selindung memandang persoalan sampah adalah masalah yang riskan karena setiap hari diproduksi/dihasilkan. Dari hal ini pula lah muncul kesadaran untuk mengolah sampah.

Pengolahan sampah di Desa Selindung dibantu dengan adanya TPS3R. Seperti TPS3R lainnya, melalui TPS3R ini, sampah warga juga dipisahkan menjadi sampah organik dan anorganik untuk kemudian diolah menjadi produk olahan sampah.

“Pertama, mengambil sampah ke masyarakat, sudahnya memilah dan membersihkan, yang keempat kita ada pesanan bio ball filter IPAL,” kata Ketua KSM Kawa Begawe, Jamil.

Bio ball filter ini juga menjadi pembeda dari pengolahan sampah biasanya yang cenderung untuk menjual sampah anorganik ke pengepul. Pembuatan bio ball filter digunakan untuk IPAL yang ada di Desa Selindung. Proses pembuatannya pun memberdayakan ibu-ibu yang kemudian turut merasakan keuntungan dari sisi finansialnya juga.

“Dulu kan sampahnya kita gak tahu bahwa sampah-sampah itu bermanfaat. Kalau dulu dibakar. Sekarang kan sudah tahu sampah itu ada manfaatnya, maka sekarang sampah itu bisa dipilah-pilah, yang basah-basah, yang kering-kering,” kata salah seorang warga penerima manfaat, Annisa.

1 2 3 4 5 8