Archive of ‘News’ category

NASA Temukan Ada Kebocoran Gas di Uranus

 

Uranus merupakan planet ketujuh dari Matahari. Uranus adalah planet gas paling kecil di tata surya.

Lembaga Antariksa Amerika Serikat (NASA) melaporkan Planet Uranus mengalami kebocoran gas. Kebocoran ini ditemui oleh pesawat ruang angkasa Voyager 2 yang melewati gumpalan gas saat berada di dekat Uranus.

Voyager 2 melewati gumpalan gas yang bernama plasmoid ini selama 1 menit. Pesawat yang telah tiba di Uranus sejak 34 tahun lalu kemudian mengirimkan data ke Bumi untuk melaporkan anomali tersebut. Wahana antariksa ini menjelajahi Uranus dengan jarak sekitar 80 ribu kilometer dari Uranus.

Sementara itu, seperti dijelaskan, perjalanan pesawat ruang angkasa melalui plasmoid hanya berlangsung sekitar satu menit, tetapi itu cukup lama bagi para ilmuwan untuk menentukan bahwa ada anomali tersebut.

NASA menduga plasmoid ini dibuang oleh Uranus melalui atmosfer. Uranus diprediksi telah kehilangan kandungan gas dalam atmosfer sebanyak 55 persen.

“Pengamatan pertama plasmoid dalam magnetosfer planet ini menjelaskan proses yang terjadi di magnetosfer Uranus dan menunjukkan bahwa plasmoid dapat memainkan peran besar dalam mengangkut plasma,” ujar NASA.

Dilansir dari BGR, hilangnya gas atmosfer juga terjadi di planet lain termasuk Saturnus dan Jupiter. Kendati demikian, diperkirakan bahwa Uranus telah membocorkan lebih banyak gasnya daripada yang lain.

Data dari Voyager 2 ternyata tercatat sejak 1986, namun ditemukan oleh peneliti baru-baru ini. Plasmoid ini merupakan pertama kali plasmoid berada di dekat Uranus.

Dilansir dari Science Alert, penemuan ini tak hanya menunjukkan bahwa atmosfer Uranus mengalami kebocoran tapi juga mengungkapkan Uranus memiliki medan magnet meliuk.

Awas Euforia Indeks, Koleksi Saham Bank Bisa Lebih Aman

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pesta pora pada perdagangan pekan lalu, setelah terguling di zona merah dalam beberapa waktu terakhir di tengah pandemi virus corona. Indeks saham tercatat menguat 4,67 persen ke level 4.545 pada akhir pekan lalu atau posisi tertingginya dalam dua pekan terakhir.

Indeks berpesta usai stimulus AS sebesar US$2 triliun demi menyelamatkan ekonominya di tengah pandemi virus corona. Namun, sebetulnya pelaku pasar telah memproyeksikan momentum penguatan tersebut.

Hendra Martono, CEO dan Founder Ara Hunter mengatakan euforia dari suntikan dana Pemerintahan Donald Trump sudah diperkirakan dan dinilai tidak akan bertahan lama. Bahkan, pergerakan IHSG pekan ini cenderung tertekan akibat aksi ambil untung (profit taking).

“Pada sesi kedua perdagangan Jumat (27/3), terlihat aksi ambil untung, meski belum masif. Kemungkinan IHSG akan terkena tekanan jual,” ujarnya, Senin (30/3).

Memang, ia melanjutkan, terlalu dini menilai indeks rebound, mengingat investor masih mencermati ketidakstabilan akibat pandemi corona di berbagai belahan negara.

Namun, masih ada secercah harapan di saham sektor keuangan. Apalagi, likuiditas sektor keuangan, terutama perbankan, pun masih tinggi. Hendra merekomendasikan saham pilihan di sektor keuangan, yakni BBRI dan BBCA.

Sekadar gambaran, pada perdagangan pekan lalu, saham BBRI mengilap tumbuh 10,24 persen ke posisi Rp3.230. Bahkan, sempat bertengger ke posisi Rp3.670.

Jika BBRI bisa menyentuh posisi Rp3.300 per saham, investor direkomendasikan untuk mengoleksi dan dijual dengan target Rp3.600.

BBCA juga dapat dilirik kembali jika mampu menembus posisi Rp28.140. Pekan lalu, saham bank swasta nomor wahid itu dibanderol Rp27.550.

Dengan catatan, investor terus memantau kebijakan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terhadap industri keuangan. Diketahui, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan relaksasi berupa penundaan pembayaran cicilan kredit Usaha Mikro dan Kecil (UMK) hingga 1, termasuk cicilan pembiayaan kendaraan bermotor roda dua dan mobil.

Tetapi, relaksasi Jokowi untuk mengurangi dampak tekanan usaha dari pandemi corona tersebut masih perlu tindak lanjut dari OJK. Apabila kebijakan ini diterapkan, diyakini akan memberikan sentimen positif bagi industri dan pasar keuangan ke depannya.

“Kalau ternyata sektor keuangan masih naik, boleh dibeli. Kalau tidak, tahan beli atau lebih baik manfaatkan kesempatan untuk taking profit (mengambil untung),” tutur dia.

Yang juga tidak boleh dilupakan, menurut Pendiri LBP Institute Lucky Bayu Purnomo, yaitu sektor pertambangan. Saham sektor tambang tengah berseri-seri usai stimulus ekonomi AS, khususnya saham-saham yang tergabung dalam indeks LQ45.

Salah satunya ANTM yang melejit 27,07 persen pada perdagangan pekan lalu. Pada penutupan akhir pekan, ANTM menorehkan prestasi dengan pertumbuhan 10,58 persen yang mengantarkan harga sahamnya ke level Rp460. “Harga Target ANTM Rp478 per saham,” ucapnya.

Saham INCO juga dapat dijadikan pilihan. Tak tanggung-tanggung, INCO melenit 38,89 persen usai sempat terpuruk ke harga Rp1.450 per saham. Dengan harga penutupan di posisi Rp2.000 per saham, Lucky menargetkan harga beli di kisaran Rp2.080.

Saham lain yang dapat dikoleksi, yakni PT Bukit Asam (Persero) Tbk. Saham berkode emiten PTBA tersebut juga mencatatkan kinerja gemilang pekan lalu. PTBA menguat 37,37 persen ke posisi Rp2.040 per sahamnya.

Lucky juga menyarankan para investor untuk memantau beberapa saham pertambangan lainnya, seperti PT Adaro Energy Tbk (ADRO), PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG), dan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS).

Alternatif lainnya, sambung Lucky, sektor otomotif juga masih bisa dilirik dengan saham pilihannya, yaitu PT Astra International Tbk (ASII).

Saham Telekomunikasi

Kepala Riset Koneksi Kapital Indonesia Marolop Alfred Nainggolan menyebut di tengah masa konsolidasi saat ini, ia mengingatkan para investor menahan diri untuk berbelanja saham.

Ia khawatir jumlah korban virus corona yang terus meningkat di dalam negeri akan menekan psikologis pasar. Perkiraannya, pekan ini IHSG akan bergerak di rentang 4.300-4.600.

Namun, kalau pun investor ingin berbelanja saham, ia menyarankan untuk investasi jangka menengah-panjang. Rekomendasinya, sektor telekomunikasi dapat menjadi pilihan seiring naiknya permintaan dan kebutuhan masyarakat yang bekerja dari rumah.

“Untuk telekomunikasi ada aktivitas peningkatan data, dengan masyarakat bekerja dari rumah kebutuhan data menjadi semakin tinggi. Ukuran fundamental dibandingkan tahun lalu juga membaik,” terang Alfred.

Meski demikian, ia tidak memberi harga target beli, namun saham utama telekomunikasi, seperti TLKM dan ISAT layak dilirik.

APM di RI Diminta Produksi Ventilator untuk Pasien Corona

 

Pemerintah melalui Kementerian Perindustrian (Kemenperin) ‘mendesak’ produsen otomotif turut serta membantu penanggulangan wabah corona (Covid-19) di Indonesia. Produsen otomotif diminta untuk membuat alat kesehatan ventilator secara massal.

Ventilator merupakan alat bantu pernapasan yang vital dibutuhkan dalam penanganan pasien Covid-19. Rumah sakit khusus pasien corona sangat membutuhkan alat tersebut untuk memulihkan kondisi pasien corona.

“Untuk supply ventilator, akan dibuat prototipe sederhana yang dapat diproduksi massal melalui kerja sama antara industri otomotif dengan industri komponen,” kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang dalam keterangan tertulisnya dikutip Jumat (27/3).

Selain itu Agus menyampaikan pihaknya juga meminta Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) beserta anggotanya memproduksi masker dan alat pelindung diri (APD).

Menurut Agus hal tersebut diperuntukkan memenuhi permintaan domestik yang sedang tinggi, terutama memasok kebutuhan tenaga kesehatan dalam penangangan pasien Covid-19.

“Sebab, saat ini kita masih butuh cukup banyak dalam menghadapi penyebaran virus korona di Indonesia,” kata dia.

Ia mengungkapkan dalam upaya menanggulangi wabah yang diproyeksikan sampai empat bulan ke depan dibutuhkan 12 juta alat APD. APD meliputi pakaian, caps, towel, sarung tangan, pelindung kaki, pelindung tangan, dan kacamata pelindung wajah (goggles).

“Dengan kondisi seperti saat ini kemungkinan demand dapat bertambah hingga 100 persen, bahkan 500 persen,” tutur dia.

Agus menambahkan pihaknya juga meminta industri farmasi mengoptimalkan produksi obat atau vitamin yang dibutuhkan saat ini.

Pabrikan otomotif Jepang di Indonesia, Toyota yang dimintai konfirmasi soal produksi ventilator di pabriknya mengaku siap dan mendukung rencana Kemenperin.

“Harus kita dukung tapi butuh waktu,” kata Direktur Administrasi, Korporasi dan Hubungan Eksternal PT

Toyota Motor Manufacturing Indonesia Bob Azam

Sementara itu Direktur Pemasaran Suzuki Indomobil Sales (SIS) divisi roda empat Donny Saputra mengaku masih mempelajari permintaan pemerintah untuk mendukung pemulihan pasien corona di Indonesia, dalam hal ini mempercepat produksi ventilator sebagai alat kesehatan di rumah sakit khusus pasien corona.

“Masih studi,” ucap Donny.

Honda Prospect Motor (HPM) juga mengaku sudah menerima ajakan pemerintah dan saat ini tengah berkoordinasi dengan pemerintah agar pihaknya bisa membantu menangani wabah Covid-19 dari sisi yang tepat.

“Saat ini kami sedang mempelajari apa yang bisa kami lakukan dalam kapasitas kami sebagai manufaktur mobil mas. Dan tentunya kami akan selalu berkolaborasi dengan pemerintah dalam menangani masalah pandemi ini ya,” ujar Bussiness Innovation & Sales Marketing Director HPM Yusak Billy.

1 2 3 685