Archive of ‘News’ category

Berlaku 18 Juni, Kemenhub Beri Toleransi Izin Taksi Online

 

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan memberi toleransi pemberlakuan aturan taksi online bagi pengemudi yang belum mengantongi izin penyelenggaraan angkutan sewa khusus (ASK). Toleransi berupa kelonggaran waktu selama dua bulan dari tenggat penetapan aturan, yakni 18 Juni 2019, untuk menyelesaikan perizinan.

Setelah itu, Kemenhub akan memberlakukan sanksi Undang-undang Lalu lintas yang berlaku, yakni tilang melalui Polri.

“Sementara mungkin ada tahapan, biasanya di polisi itu 1-2 bulan nanti akan ada tindakan simpatik dulu, setelah tindakan simpatik cukup waktu baru kami ada tindakan hukum,” kata Direktur Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi, Kamis (13/6).

Regulasi taksi online tertuang dalam Peraturan Menteri Perhubungan No.118 tahun 2018 tentang Penyelenggaraan Angkutan Sewa Khusus.

“18 Juni tetap kami berlakukan. Kami beri peluang bagi para pengemudi untuk menyelesaikan yang belum selesai menyangkut masalah perizinan,” ujarnya di Kantor Kemenhub, Kamis (13/6).

Ditemui dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum DPP Asosiasi Driver Online (ADO) Christiansen Ferary Wilmar mengeluhkan biaya pendapatan negara bukan pajak (PNBP) untuk izin ASK yang tinggi. Maka itu, dia mengusulkan biaya untuk UMKM seharusnya di bawah nominal untuk badan hukum.

Pilihan redaksi
http://www.ptbestprofit.com
http://www.ptbestprofitfutures.com
http://www.pt-bestprofit.com

“Karena dalam PP 15 belum mengatur, ia cuma mengatur PNBP untuk badan hukum, yakni PT dan koperasi. Makanya kami disini mengusulkan sejak dari awal sebetulnya untuk UMKM harganya harusnya di bawah dari badan hukum,” ujarnya.

OJK Sebut Penyaluran Kredit Bank ke BUMN Hampir Mentok

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebut ruang gerak perbankan dalam menyalurkan kredit ke perusahaan-perusahaan BUMN mulai terbatas. Kendati demikian, otoritas keuangan itu mengaku tak akan melonggarkan aturan Batas Maksimum Pemberian Kredit (BMPK) yang membatasi ruang gerak tersebut. “Ruang gerak kredit BUMN tentu semakin lama semakin sempit,” ujar Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso usai menghadiri Rapat Kerja dengan Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) di Gedung DPR, Kamis (13/6).

Sesuai Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 15 /POJK.03/2018, BMPK merupakan persentase maksimum penyediaan dana yang diperkenankan terhadap modal bank. Beleid tersebut mengatur, BMPK penyaluran kredit ke BUMN sebesar 30 persen.

“Ruang geraknya kalau 30 persen sudah hampir (seluruhnya) terpakai,” jelas dia.

Meski demikian, ia mengaku pihaknya tak akan melonggarkan ketentuan tersebut agar bank lebih leluasa menyalurkan kredit ke BUMN. Pasalnya, menurut dia, pelonggaran aturan justru menimbulkan risiko.

“Banyak opsi-opsi lain (pendanaan BUMN) yang perlu dieksplorasi. Ada pasar modal dan investasi asing langsung,” terang dia.

Di sisi lain, Wimboh juga menyarankan perbankan untuk mendorong penyaluran kredit ke perusahaan-perusahaan swasta. Sektor-sektor yang bisa menjadi unggulan, menurut dia, adalah perikanan, pariwisata, pertanian, dan pertambangan.

“Pertumbuhan ekonomi ke depan harus lebih mengandalkan kepada sektor swasta dan penanaman modal asing sehingga tidak memberikan tekanan kepada BMPK,” jelas dia.

Wimboh berharap penyaluran kredit yang lebih besar ke sektor swasta akan membuat efek berganda ke perekomian, mulai dari penyerapan tenaga kerja, peningkatan ekspor, peningkatan UMKM, hingga perbaikan lingkungan.

“Kalau itu dilakukan, bisa menjawab masalah pengangguran, kemungkinan tekanan terhadap devisa dan bisa menjawab pertumbuhan ekonomi yang lebih merata karena memberikan efek berganda kepada UMKM, serta meningkatkan basis pajak yang lebih besar,” harap Wimboh.

Secara terpisah, Ekonom BCA David Sumual juga menilai pelonggaran aturan BMPK berisiko. Pasalnya, jika tak hati-hati, risiko beban utang yang berlebihan pada BUMN dapat meningkat.

Ia juga menyebut batas BMPK sebesar 30 persen sebenarnya sudah cukup longgar. Untuk itu, ia juga mendukung imbauan OJK kepada perbankan untuk lebih banyak menyalurkan kredit ke perusahan-perusahaan swasta.

Dengan memperbanyak penyaluran ke sektor swasta, menurut dia, Indonesia bisa terhindar dari kondisi yang terjadi pada 1998.

“Kala itu, kredit-kredit terkonsentrasi ke beberapa sektor tertentu dan ke beberapa grup tertentu,” ujarnya.

Sebagai informasi, khusus untuk perusahaan pelat merah yang 100 persen dimiliki pemerintah, pembayaran kreditnya dijamin oleh pemerintah seperti PT Pertamina (Persero) dan PT PLN (Persero). Namun, sejumlah BUMN merupakan perusahaan yang sudah melantai di bursa dan harus mengikuti prinsip-prinsip prudensial.

Cara Mengamati Jupiter Malam Ini di Indonesia

Malam ini, planet Jupiter bisa dilihat dengan jelas dari Bumi. Pasalnya, Jupiter akan mencapai posisi terdekatnya dengan Bumi. Kepala LAPAN Thomas Djamaluddin membenarkan hal tersebut. Menurutnya, Jupiter bisa diamati dari seluruh dunia termasuk Indonesia.

“Jupiter berada pada posisi berlawanan arah dengan matahari (oposisi). Jadi bisa disebut Jupiter purnama,” ujar Thomas kepada CNNIndonesia.com, Senin (10/6).

Thomas menjelaskan, pada saat matahari terbenam, Jupiter terbit di ufuk timur. Pada malam hari akan tampak sebagai bintang cemerlang sampai menjelang matahari terbit. Sayangnya, Thomas mengungkap Jupiter hanya akan terlihat sebagai bintang terang jika dilihat dengan mata telanjang.

Sementara itu, jika menggunakan teleskop bisa melihat permukaan Jupiter.

“Permukaan Jupiter bisa terlihat dengan konfigurasi warna atmosfer yang khas dan beberapa satelit yang mengitarinya.

Pilihan redaksi
http://www.ptbestprofit.com
http://www.ptbestprofitfutures.com
http://www.pt-bestprofit.com

Sebelumnya, NASA telah mengungkap bahwa Jupiter merupakan planet terbesar di sistem tata surya ini.

“Planet terbesar sistem tata surya ini akan terlihat seperti permata yang indah dan terang walau dengan mata telanjang, tapi akan terlihat fantastis melalui teropong atau teleskop kecil, yang akan memungkinkan Anda untuk melihat empat bulan terbesarnya,” tulis badan ruang angkasa ini di laman resminya.

Planet Jupiter yang merupakan terbesar dalam tata surya ini akan terlihat dengan lebih terang pada 10 Juni 2019 mendatang ketika planet ini mencapai oposisinya ketika Jupiter, Bumi, dan matahari berada dalam satu garis lurus.

Meski demikian, di bulan ini tak cuma Jupiter saja yang bakal terlihat tapi juga ada fenomena lainnya. NASA menetapkan sepanjang bulan sebagai bulan yang penuh fenomena astronomi.

Dari tanggal 14 sampai 19 Juni, Anda bisa melihat ‘susunan indah’ bulan, Jupiter, dan Saturnus yang berubah setiap malam saat bulan mengorbit bumi.

“Ketika Anda sedang mengagumi trio ini, Anda akan melihat sebuah pergerakan yang rapi hanya hanya dengan memperhatikan pergerakan bulan dari malam ke malam.”

1 2 3 606