Archive of ‘News’ category

Senjata yang Kabarnya Disiapkan Samsung Lawan Balik Iphone 11

Samsung Electronics bersiap mengeluarkan senjata andalannya untuk melawan balik Apple yang banyak lakukan perubahan pada kamera mereka di Iphone 11. Perusahaan Korea Selatan ini akan menyematkan beberapa teknologi pada ponsel yang akan meluncur pada Februari 2020 itu.

Berdasarkan bocoran yang didapat TechRadar dari berbagai sumber, setidaknya ada tiga hal yang disiapkan Samsung untuk menyaingi iPhone 11.

  1. Kamera

    Beredar kabar kalau Samsung akan menyematkan kamera dengan resolusi 108 MP. Namun menurut cuitan dari pembocor informasi Samsung @UniverseIce di Twitter, sensor anyar Samsung S11 akan berbeda dengan sensor 108 MP yang digunakan Xiaomi Mi Note 10.

    Berdasarkan bocoran ini, sensor yang bakal disematkan S11 akan lebih baik dari yang sudah dikomersilkan sebelumnya, seperti dilaporkan TechRadar.

Bocoran anyar menyebut, kalau S11 akan menggunakan kamera 108 MP untuk kamera utama, kamera dengan lensa ultrawide, dan kamera dengan lensa tele 5x. Ponsel itu pun akan menggunakan sensor time-of-flight seperti Note 10 Plus, seperti dikutip The Verge.

Padahal selama ini Samsung kerap menggunakan kamera sensor 12 MP untuk kamera flagship mereka sejak Galaxy S7 pada 2016 lalu.

Perusahaan afiliasi Samsung, Electro-Mechanics Co. yang mengembangkan modul lensa zoom 5x telah memulai mereka awal tahun ini. Teknologi zoom serupa juga dissematkan pada perangkat pesaing Samsung, Huawei dan Oppo.

Namun, kedua saingan itu melisensikan teknologi zoom mereka dari Corephotonics Ltd, sebuah perusahaan Israel yang diakuisisi Samsung pada awal 2019, seperti dilaporkan The Indian Express.

  1. Baterai

    Samsung Galaxy S11 diperkirakan akan menggunakan baterai 5.000 mAh. Baterai ini 900 mAh lebih besar dari S10 Plus.

    Situs Belanda Galaxy Club memberikan bocoran gambar baterai 5.000 mAh yang diperkirakan akan digunakan untuk perangkat tersebut.

    3. Desain

    Diperkirakan Samsung Galaxy S11 bakal membawa perubahan drastis pada rancangan ponsel miliknya. Bocoran dari akun Universe Ice juga sempat mengklaim melihat bocoran prototipe Samsung S11.

Namun, gambar itu diduga lebih mirip foto Honor V30 ketimbang Galaxy S. Sehingga, bocoran gambar ini masih diragukan kebenarannya.

Teknologi eSIM pada iPhone Bisa ‘Gonta-ganti’ Nomor HP

iPhone 11, 11 Pro, dan 11 Pro Max resmi dijual di pasar Indonesia pada pekan lalu telah mengusung teknologi dual SIM.

Teknologi dual SIM sebenarnya bukan hal baru bagi iPhone. Seri iPhone X menjadi iPhone pertama yang mendukung fungsi dual SIM ini. iPhone X diluncurkan pada tahun lalu.

“iPhone 11 hadir dengan Nano SIM Card 1 slot, dan bisa eSim,” kata Director of Marketing and Communications PT Erajaya Swasembada, Djatmiko Wardoyo

Patut dicatat, dual SIM ini memiliki kombinasi eSIM (embedded SIM) dan nano-SIM. e-SIM sudah menghilangkan bentuk fisik kartu SIM. Jadi operator yang ingin digunakan harus mendukung standar eSIM.

Jika belum mendukung, maka sama saja hanya bisa menggunakan satu nomor. Sebagai informasi, eSIM adalah SIM digital yang menghilangkan bentuk fisik kartu SIM.

Namun, di Indonesia eSIM masih merupakan teknologi yang baru, adalah Smartfren yang telah siap melayani permintaan eSIM.

eSIM tidak memerlukan kartu SIM fisik. eSIM adalah cip yang sudah tertanam di iPhone. Informasi dalam cip ini bisa ditulis ulang sehingga kita bisa mengganti nomor eSIM dari satu operator dengan operator lain.

Pengamat gadget dari Gatorade, Lucky Sebastian mengatakan skema kombinasi yang sama tetap akan dimasukkan khusus untuk pasar China, Hong Kong, dan Makau.

Lantas mengapa ada perlakukan khusus untuk tiga pasar tersebut? Menurut Lucky, hal itu dilakukan untuk mempertahankan pangsa pasar yang terus merosot.

“China ini kelihatannya masyarakat senang dengan dual nano SIM. Apple ini strateginya harus bertahan di China karena sekarang menurun terus, padahal pasar di sana penting,” kata Lucky

Sementara itu, Lucky mengatakan masyarakat China masih senang menggunakan kartu SIM fisik daripada eSIM. Oleh karena itu, Apple berusaha untuk mengikuti kemauan pasar China.

“Mereka mau tidak mau harus ikut, selain kebijakan pemerintah ya harus ikut kemauan konsumen di sana supaya menarik. Jadi mereka berusaha memberikan dual nano SIM,” ujarnya.

Lucky mengatakan padahal penggunaan eSIM sudah umum di Amerika. Bahkan lebih umum dibandingkan penggunaan SIM fisik.

Sentimen Global Buat Rupiah Menguat ke Rp14.005 per Dolar AS

Nilai tukar rupiah menguat ke Rp14.005 per dolar AS atau sebesar 0,23 persen pada perdagangan pasar spot, Senin (9/12) pagi. Sebelumnya, posisi rupiah berada di Rp14.038 per dolar AS pada penutupan pasar Jumat (6/12).

Pagi hari ini, mayoritas mata uang di kawasan Asia melemah terhadap dolar AS. Lira Turki terpantau melemah 0,10 persen, ringgit Malaysia 0,06 persen, dan dolar Singapura melemah tipis 0,01 persen.

Penguatan hanya terjadi pada won Korea sebesar 0,05 persen dan baht Thailand sebesar 0,01 persen Sementara itu, yen Jepang dan dolar Hong Kong berada di posisi stagnan dan tak bergerak terhadap dolar AS.

Kemudian di negara maju, mayoritas nilai tukar menguat terhadap dolar AS. Poundsterling Inggris dan dolar Australia masing-masing menguat dengan nilai 0,08 persen dan 0,02 persen, sementara dolar Canada dan euro melemah dengan nilai sebesar 0,02 persen dan 0,04 persen terhadap dolar AS.

Meski pagi ini menguat, Kepala Riset PT Monex Investindo Futures Ariston Tjendra menilai rupiah kemungkinan akan bergerak melemah hari ini, karena sentimen hasil kesepakatan dagang antara AS dan China yang tak menentu.

Menurut Ariston, pasar masih menunggu dan berharap mendapatkan kabar mengenai kesepakatan dagang hingga sebelum tanggal 15 Desember 2019, tanggal AS menerapkan tarif impor baru untuk produk China.

Sementara itu, Ariston juga menyebut bahwa data ekonomi Non Farm Payrolls AS dan data survei sentimen konsumen AS yang dirilis Jumat malam, jumlahnya melebihi ekspektasi.

“Hal tersebut bisa mendorong pelemahan Rupiah terhadap dollar AS bila tidak ada kabar positif lagi soal prospek kesepakatan AS dan China,” kata Ariston saat dihubungi CNNIndonesia.com, Senin (9/12).

Lebih lanjut, Ariston memprediksi Rupiah mungkin akan bergerak di kisaran Rp14.000 hingga Rp14.080 hari ini.

1 2 3 4 655