Archive of ‘REWARD’ category

Iran Mengorbit, LAPAN Sebut Indonesia Punya Roket dan Rudal

Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) mengatakan saat ini Indonesia sudah menyiapkan rudal balistik RX 450 dan Roket Pengorbit Satelit (RPS). Selain itu, pada 2039 LAPAN juga berencana meluncurkan satelit dari bandar antariksa milik Indonesia menggunakan roket buatan Indonesia.

Hal ini diungkapkan LAPAN menanggapi misi antariksa Iran yang meluncurkan satelit Zafar dengan menggunakan roket Simorgh. Meski pun gagal, misi ini menandakan tonggak penting bagi proyek luar angkasa Iran.

“Kita sekarang sedang menyiapkan roket RX 450 dan menuju roket 2 tingkat yaitu roket peluncur satelit, kita sudah menargetkan tahun 2039 meluncur satelit dari bandar antariksa sendiri dan pakai roket sendiri,” ujar Kabag Humas LAPAN, Jasyanto

Uji coba rudal RX 450 telah dilakukan pada 2018 akhir lalu. Dalam uji coba itu, roket ini dinamai ulang menjadi R-Han 450.

Dalam uji coba ini, LAPAN, bekerjasama dengan Balitbang Kementerian Pertahanan, PT Dirgantara Indonesia (Persero), PT PINDAD (Persero), dan Dahana Kelima perusahaan ini tergabung dalam Konsorsium Roket Nasional, seperti dikutip dari situs perusahaan BUMN yang memberikan layanan bahan peledak itu.

Dalam uji coba sebelumnya pada tahun 2016, R-Han 450 sukses meluncur sejauh 55 km. Serangkaian penyempurnaan masih terus dilakukan, hingga diharapkan roket ground to ground untuk artileri medan ini dapat menjangkau jarak ideal 100 km.

R-Han 450 merupakan roket tipe balistik dengan panjang total 7,2 meter, diameter 46 cm, massa total 1.750 kg, massa propellan 750 kg, dengan jangkauan maksimum kurang dari 100 km dan kecepatan maksimum 3.300 km per jam.

Dikutip dari situs Kemenristek, Kepala LAPAN Thomas Djamaluddin, RX 450 merupakan roket terbesar yang pernah diluncurkan LAPAN. Program Roket Sonda LAPAN ditujukan untuk maksud-maksud damai. Roket RX 450 nantinya akan digunakan dalam salah satu rangkaian Roket Pengorbit Satelit (RPS).

Thomas mengatakan uji coba roket R-Han 450 disinergikan dengan rencana pembangunan bandar antariksa. Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa penguasaan teknologi roket mengalami berlapis-lapis kendala karena tingkat kesulitannya lebih tinggi.

“Meskipun diberi anggaran besar, belum tentu bisa terealisasi karena kita belum ditunjang dengan SDM dan industri pendukung yang lebih memadai,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Kepala Program Peluncuran Roket, Bagus H. Jihat menjelaskan, program RX 1220 adalah cikal bakal dari Roket R-HAN122 B. Sedangkan uji terbang RX 450 merupakan penyempurnaan teknologi dari uji terbang RX 450 sebelumnya yang dilakukan tahun 2015 dan 2016.

Selain Iran, India telah berhasil mengirimkan pesawat penjelajah antariksa Vikram dalam misi Chandrayaan-2 pada September lalu. India akan kembali direncanakan 7 September 2019. Pada tanggal tersebut, India akan mendaratkan rover di permukaan bulan dalam proyek Chandrayaan-2. Nahas, misi itu gagal karena Vikram gagal mendarat di permukaan Bulan.

Dilansir Chandrayaan-2 merupakan misi bulan lanjutan misi Chandrayaan-1 yang meluncur pada 2008. Chandrayaan-1 saat itu menemukan keberadaan molekul air di permukaan bulan yang kering.

IHSG Terangkat Sentimen BI Tahan Suku Bunga Acuan

PT.Bestprofit — Keputusan Bank Indonesia (BI) menahan suku bunga acuan di level 6 persen diramalkan mendapat respons positif dari pelaku pasar modal. Hal ini akan menjadi penopang utama bagi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada akhir pekan ini.

Analis Artha Sekuritas Dennies Christoper Jordan memperkirakan IHSG akan berbalik arah menguat pada penutupan sore ini. Namun, penguatannya terbilang terbatas bila dilihat dari ‘kacamata’ teknikal.

“IHSG diprediksi menguat, support 6.091-6.119 resistance 6.167-6.187,” ungkap Dennies dalam risetnya.

Sementara itu, Analis CSA Research Institute Reza Priyambada menilai mulai meningkatnya volume beli akan menjadi sentimen positif bagi indeks. Terlebih, rupiah saat ini sedang menguat.

“Diharapkan IHSG selanjutnya dapat bertahan di atas support 6.118-6.132 dan resistance diharapkan dapat menyentuh kisaran 6.162-6.185,” kata Reza melalui risetnya.

Pada penutupan Kamis (20/12), IHSG terkoreksi sebesar 0,45 persen atau 28,12 poin ke level 6.147. Pelaku pasar masih tercatat jual bersih (net sell) di pasar reguler sebesar Rp413,66 miliar.

Pilihan redaksi
http://www.ptbestprofit.com
http://www.ptbestprofitfutures.com
http://www.pt-bestprofit.com

Beriringan dengan pasar saham global, bursa saham Wall Street juga menunjukkan pergerakan negatif tadi malam. Tiga indeks utamanya ditutup melemah, yakni Dow Jones turun 1,99 persen, S&P500 1,58 persen, dan Nasdaq Composite 1,63 persen.

DPR Usul Ada Dewan Pengawas Urus Perlindungan Data Pribadi

Ketua Komisi I DPR RI Meutya Hafid mengatakan saat Rancangan Undang-undang Perlindungan Data Pribadi (RUU PDP) telah disahkan menjadi undang-undang, pihaknya meminta agar dibuat badan khusus yang menaungi aturan itu.

“Perlu ada semacam Dewan Pengawas [untuk menaungi UU PDP] dan salah satu yang bisa diambil negara-negara di Eropa, yang mana memproteksi sekali keamanan pribadi warganya,” kata dia kepada awak media usai acara Privasi Untuk Semua Orang di Hotel Four Points, Jakarta, Kamis (21/11).

Sebelumnya, Dirjen Aplikasi Informatika Semuel Abrijani Pangerapan sempat menyebut pihaknya akan membuat suatu komisi seperti Singapura yakni Personal Data Protection Comission (PDPC) yang dibentuk sejak 2013.

Namun, Semuel mengatakan komisi yang akan mengurus di aturan perlindungan data pribadi nantinya secara struktural di bawah Kementerian Komunikasi dan Informatika.

Padahal, merujuk pada kebijakan Singapura, komisi soal data pribadi sifatnya independen dan tidak di bawah suatu kementerian. Menanggapi hal itu, Meutya mengatakan DPR terbuka dengan berbagai macam opsi namun jika komisi dibentuk independen mesti diawasi.

“Nanti kita bicarakan di DPR, kami terbuka dengan segala opsi sebab kita belum mempelajari manfaat mana yang lebih banyak untuk rakyat dari dua model itu [komisi independen dan di bawah kementerian],” ucapnya.

“Kalau independen maka harus dilengkapi pengawas. Intinya, kita akan mengambil cara terbaik,” pungkas Meutya.

RUU PDP sendiri diakui Menkominfo Johnny G. Plate masih dikoordinasikan dengan kementerian terkait. Meski begitu, ia mengklaim RUU itu sudah disempurnakan dan siap dikirim ke DPR.

“Draf RUU PDP sudah siap dikirim tapi butuh koordinasi dengan kementerian terkait juga. Yang pasti RUU PDP sudah disempurnakan dan siap dikirim ke DPR,” kata dia kepada awak media di Kantor Kemenkominfo, 7 November lalu.

Selain itu, RUU PDP juga sudah diputuskan masuk ke prioritas prolegnas 2020 oleh Komisi I DPR RI.

Kemenkominfo pun mengatakan untuk mengisi kekosongan aturan perlindungan data pribadi, pihaknya bakal menyempurnakan Peraturan Menteri Nomor 20 Tahun 2016. Aturan itu membahas soal perlindungan data pribadi dalam sistem elektronik, yang disahkan tanggal 1 Desember 2016.

 

1 2 3