Archive of ‘REWARD’ category

Dua ‘Mobnas’ Vietnam Raih 4 dan 5 Bintang ASEAN NCAP

Dua model mobil nasional Vietnam VinFast, yaitu Fadil dan Lux SA2.0 meraih empat dan lima bintang dalam uji tabrak yang dilakukan oleh ASEAN NCAP (New Car Assessement Program for Southeast Asia) beberapa waktu lalu.

Dalam video resmi ASEAN NCAP, model SUV SA2.0 memperoleh lima bintang dengan total skor mencapai 84,45 poin. Penilaian tersebut terdiri dari Adult Occupant Protection (AOP) atau perlindungan pada orang dewasa sebesar 46,45 poin dan perlindungan pada anak (COP/Child Occupant Protection) meraih 22,73 poin.

Sementara penilaian untuk teknologi yang dirancang untuk mengurangi cedera penumpang saat terjadi tumbukan yakni Safety Assist Technologies (SAT) meraih sebesar 15,28 poin.

Penilaian keamanan untuk model Fadil memperoleh bintang empat dengan total skor 69,97 poin. Mobil bermesin 1.400 cc ini mendapat penilaian 32,61 poin untuk perlindungan pada orang dewasa (AOP) dan 17,91 poin untuk anak (COP). Untuk SAT, Fadil justru mendapat poin yang lebih tinggi dibanding Lux SA2.0 yaitu 19,44 poin.

VinFast merupakan startup otomotif bagian dari konglomerat real estate Vingroup JSC. Saat berpartisipasi di acara otomotif global, Paris Motor Show 2018, VinFast diketahui bekerja sama dengan perusahaan asal Eropa seperti BMW, Pininfarina, dan Magna Steyr.

Dilansir dari South China Morning Post, Lux SA2.0 yang disebut “memiliki desain kelas dunia dengan karakter khas Vietnam tetapi sama-sama menarik bagi penggemar otomotif.

Mobil-mobil ini tak hanya dipasarkan untuk domestik Vietnam saja, tetapi juga menyasar pasar global seperti Eropa.

Mengenal Fadil adalah hatchback yang memiliki ukuran tubuh panjang 3.676 mm, lebar 1.632 mm, dan tinggi 1.495 mm, serta wheelbase 2.385 mm. Mobil ini lebih besar dari Toyota Agya namun lebih kecil ketimbang Daihatsu Sirion atau Mitsubishi Mirage.

Fadil dibekali mesin bensin 1.400 cc bertenaga 98 tenaga kuda dan torsi 128 Nm. Transfer tenaga dari mesin ke roda depan disalurkan satu-satunya pilihan transmisi, CVT.

Ekonom Sebut BI Berani Tahan Bunga karena Rupiah Stabil

PT.Bestprofit — Ekonom menilai keberanian Bank Indonesia (BI) menahan suku bunga acuan BI 7 Days Reverse Repo Rate didukung oleh stabilitas nilai tukar rupiah yang terjadi selama beberapa waktu terakhir.

Rapat Dewan Gubernur BI memutuskan untuk mempertahankan BI7DRRR di level 6 persen. Keputusan itu berlawanan dengan Bank Sentral Amerika Serikat The Federal Reserve (The Fed) yang mengerek suku bunganya sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 2,25-2,5 persen pada Kamis dini hari (20/12), waktu Indonesia.

“Walaupun kemarin ada defisit transaksi berjalan yang cukup besar, rupiah masih bisa bertahan di level yang sekarang jadi BI tak melihat ada kekhawatiran yang berlebihan terhadap efek defisit transaksi berjalan,” ujar Kepala Ekonom Samuel Sekuritas Lana Soelistianingsih kepada CNNIndonesia.com, Kamis (20/12).

Pilihan redaksi
http://www.ptbestprofit.com
http://www.ptbestprofitfutures.com
http://www.pt-bestprofit.com

Transaksi berjalan Indonesia dihantam oleh defisit neraca perdagangan yang kian melebar. Badan Pusat Statistik mencatat neraca perdagangan Indonesia pada November 2018 mengalami defisit sebesar US$2,05 miliar, melebar dari Oktober 2018 yang mencapai US$1,82 miliar.

Sementara, secara kumulatif Januari-November 2018, defisit perdagangan telah mencapai US$7,52 miliar. Padahal, pada periode yang sama tahun lalu, neraca dagang masih surplus US$12,02 miliar.

Berdasarkan data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) nilai tukar rupiah terhadap dolar AS tercatat stabil di bawah level Rp14.500 per dolar AS, setelah pada Oktober lalu tertekan hingga menembus level Rp15 ribu per dolar AS.

Ditahannya BI7DRRR, lanjut Lana, sesuai dengan ekspektasi pasar. Terlebih, bulan lalu, secara tak terduga BI mengerek suku bunganya sebesar 25 bps di saat The Fed menahan suku bunganya. Sepanjang tahun, BI juga telah mengerek suku bunganya hingga 175 bps dari posisi Januari 4,25 persen.

“175 bps kan sudah cukup kuat tetapi belum kelihatan hasil yang nyata. Barangkali BI melihat ini sudah cukup sambil melihat efek dari (kenaikan) 175 bps tadi,” ujarnya.

Senada dengan Lana, Direktur Riset Center of Reform on Economics (Core) Indonesia Pieter Abdullah Redjalam juga menilai keputusan BI menahan suku bunganya karena melihat pergerakan rupiah yang relatif stabil. Stabilitas itu terjadi meski defisit neraca dagang melebar yang menodai kondisi fundamental perekonomian Indonesia.

“Ada keyakinan BI, jika menahan suku bunga tidak akan menimbulkan gejolak yang besar. Kalaupun ada gejolak, mungkin BI sudah memprediksi tidak akan terjadi berkepanjangan,” ujarnya.

Selain itu, kebijakan BI juga konsisten dengan arah kebijakan yang antisipatif dan mendahului (ahead the curve).

Sinyal kebijakan moneter AS tahun depan diperkirakan tidak akan seagresif perkiraan semula. Kenaikan suku bunga AS tadinya diperkirakan terjadi sebanyak tiga kali. Namun, dalam Rapat Komite Pasar Terbuka Federal bulan ini, kenaikan diperkirakan hanya akan terjadi dua kali.

Dengan menahan suku bunga, BI memiliki waktu dan ruang yang lebih luas tahun depan jika The Fed mengerek suku bunganya.

“Berbeda kalau seandainya BI menaikkan suku bunganya saat ini jadi 6,25 persen. Nanti kalau tahun depan harus menaikkan lagi mungkin terlalu besar kenaikkannya dan berdampak negatif terhadap pertumbuhan.,” ujarnya.

IHSG Melesat 1,54 Persen ke Level 6.176

PT.Bestprofit – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat pada hari ini, Rabu (19/12), di level 6.176 atau naik 1,54 persen (94,22 poin).

RTI Infokom mencatat, investor membukukan transaksi sebesar Rp11,41 triliun dengan volume 19,8 miliar saham. Sementara, perdagangan hari ini investor asing tercatat jual bersih (net sell) di pasar reguler sebesar Rp176,18 miliar.

Pada penutupan kali ini, 231 saham bergerak menguat, sedangkan 166 turun, dan 125 lainnya tidak bergerak. Kemudian, sembilan dari 10 indeks sektoral menguat khususnya sektor barang dan konsumsi yang naik 2,82 persen.

Sementara, RTI Infokom menunjukkan nilai tukar rupiah pada pukul 16.10 WIB naik 0,48 persen di level Rp14.442 per dolar AS. Sejak pagi hingga sore ini, rupiah bergerak dalam rentang Rp14.355-Rp14.511 per dolar AS.

Pilihan redaksi
http://www.ptbestprofit.com
http://www.ptbestprofitfutures.com
http://www.pt-bestprofit.com

Dari Asia, mayoritas indeks saham bergerak menguat Kondisi itu ditunjukkan oleh indeks Nikkei225 di Jepang turun 0,6 persen, indeks Kospi di Korsel naik sebesar 0,81 persen, dan indeks Hang Seng di Hong Kong naik 0,2 persen.

Sore ini, mayoritas indeks saham di Eropa bergerak menguat sejak dibuka tadi siang. Indeks FTSE100 di Inggris bergerak naik 0,37 persen, indeks DAX di Jerman bergerak naik 0,19 persen, dan indeks CAC All-Tredable di Perancis naik 0,18 persen.

1 2 3