Archive of ‘Teknologi’ category

Asteroid Perlu Dideteksi Posisinya Cegah Malapetaka Bumi

Asteroid, cuaca antariksa, dan benda antariksa lain merupakan hal yang perlu dideteksi. Ketiganya merupakan ancaman serius bagi penduduk Bumi. Cuaca antariksa sendiri adalah lingkungan sekitar lapisan magnetosfer, ionosfer, dan termosfer planet Bumi.

Di Amerika Serikat, ketiga masalah itu ditangani lembaga yang berbeda. Misalnya, NASA dan Angkatan Luar Angkasa AS melacak puing-puing luar angkasa; National Oceanic and Atmospheric Administration memantau ‘cuaca ruang angkasa’; dan NASA’s Planetary Defense Coordination Office mencari asteroid yang berpotensi berbahaya dan lainnya di dekat-Bumi benda (NEO).

Sedangkan Badan Antariksa Eropa (ESA) diketahui telah menyatukan semua kegiatan itu di bawah payung program Space Situational Awareness. Didirikan pada tahun 2009, program itu dibagi menjadi tiga segmen yang meliputi puing-puing ruang angkasa, cuaca antariksa, dan NEO.

Melansir Live Science, Space Situational Awareness ESA menggunakan jaringan teleskop, radar, dan stasiun pengukur jarak untuk mendeteksi dan melacak objek luar angkasa. Kemudian, ESA memproses data yang dihasilkan di kontrol misi ESA di Darmstadt, Jerman. Kontrol misi kemudian akan mengeluarkan peringatan jika dianggap perlu.

ESA juga sedang mempertimbangkan metode untuk menghilangkan puing-puing ruang angkasa secara aktif. Misi ClearSpace-1 ESA, yang direncanakan diluncurkan tahun 2025, akan menjadi yang pertama di dunia yang menghilangkan sepotong puing ruang angkasa dari orbit. ClearSpace-1 akan menargetkan bagian tertentu dari sampah luar angkasa.

Puing luar angkasa yang menjadi perhatian karena dinilai memiliki kecenderungan untuk berkembang biak, yakni ketika meledak. Peristiwa itu menghasilkan ribuan fragmen yang lebih kecil, tapi memiliki risiko yang sama besarnya dengan objek aslinya.

Terkait cuaca ruang angkasa, ilmuwan ESA bekerja dengan cara yang menggabungkan data dari berbagai sumber, baik di darat maupun di luar angkasa dengan model komputer untuk mengetahui apa yang mungkin terjadi.

Namun, hasilnya tidak ditujukan untuk masyarakat umum, prakiraan cuaca antariksa ditujukan pada sektor bisnis yang paling mungkin terkena dampak. Misalnya, maskapai penerbangan dan sistem distribusi daya hingga operator pesawat ruang angkasa dan agen wisata aurora.

Beberapa cuaca luar angkasa yang mendapat perhatian adalah solar flare dan coronal mass ejections (CME). Bagi lingkungan ruang angkasa, efek merugikan dari cuaca antariksa adalah radiasinya yang tinggi dapat merusak panel surya satelit dan merusak sistem elektronik, terutama selama badai matahari yang parah.

Pada akhirnya itu akan berdampak pada TV satelit dan layanan broadband, serta untuk kapal dan pesawat yang mengandalkan satelit untuk navigasi.

Terkait dengan asteroid, ESA mengandalkan jaringan pengamat di seluruh Eropa, baik profesional maupun sukarelawan untuk menentukan posisi NEO saat ini.

Pengamatan itu kemudian dimasukkan ke dalam tim analisis pusat yang memprediksi orbit di masa depan, menilai risiko tabrakan, dan jika perlu mengeluarkan peringatan kepada otoritas sipil jika perkiraan titik dampak berada di dalam Eropa.

Pada satu sisi, ESA juga menyelidiki cara untuk membelokkan NEO yang masuk afmosfer sebelum menghantam Bumi.

Melansir Space, NEO diketahui tidak selalu berada di dekat Bumi, mungkin berada ratusan juta mil jauhnya di sisi lain matahari. Tapi mereka bergerak di sepanjang orbit yang melintasi orbit Bumi, atau mendekatinya. Hal itu meningkatkan risiko tabrakan di masa depan.

Dalam laman resmi, ESA menjelaskan NEO adalah asteroid atau komet dengan ukuran mulai dari meter hingga puluhan kilometer yang mengorbit Matahari dan yang orbitnya mendekati Bumi. Dari 600.000 asteroid yang diketahui di tata surya, lebih dari 20.000 adalah NEO.

Contoh NEO adalah 25143 Itokawa , sebuah objek berdiameter sekitar 300 m yang pernah dikunjungi oleh pesawat luar angkasa Jepang Hayabusa pada tahun 2005.

NEO berpotensi menghantam planet Bumi, terutama ketika ukurannya besar. Hantaman NEO bisa menghasilkan kerusakan yang cukup parah. Oleh karena itu, NEO membutuhkan upaya deteksi dan pelacakan aktif.

Saat ini, Segmen NEO ESA mengamati NEO, memprediksi orbitnya, menghasilkan peringatan dampak bila diperlukan, dan terlibat dalam tindakan mitigasi potensial. Sistem SSA-NEO didasarkan pada data observasi dan pelacakan sindikasi dan federasi yang disediakan oleh sejumlah besar sumber Eropa dan internasional.

Microsoft Tutup Kolom Komentar Lagi Usai Diserbu Netizen RI

Akun Instagram milik Microsoft kembali menutup kolom komentarnya setelah sempat dibuka pasca dihujani komentar pedas dari sejumlah netizen Indonesia. Sejumlah netizen Indonesia diduga geram dengan hasil survei Microsoft beberapa waktu lalu.

 

Dalam laporan berjudul ‘Digital Civility Index (DCI)’, Microsoft menyatakan Indonesia berada di urutan ke-29 dari 32 negara yang disurvei untuk tingkat kesopanan, sekaligus menjadi yang terendah di Asia Tenggara.

Berdasarkan pantauan

kolom komentar sejumlah postingan Microsoft sempat dibuka kembali pada Selasa (2/3). Namun, beberapa jam kemudian ditutup kembali setelah netizen Indonesia kembali menghujani sejumlah komentar, baik positif dan negatif.

 

Tidak ada penjelasan resmi dari Microsoft mengenai insiden itu. Hingga kini, kolom komentar sejumlah unggahan Microsoft hanya bisa disukai dan dibagikan.

Sebelum ditutup,

sempat melihat beberapa netizen Indonesia berkomentar di salah satu unggahan. Akun @valentinohaffidh misalnya menyerukan agar netizen Indonesia menjaga perilakunya.

Tolong orang lokal jaga kelakuannya,” ujar @valentinohaffidh. Komentar itu disukai oleh 338 kali dan dikomentari oleh 10 pengguna.

Adapun akun @frdnshndyppryga berkomentar tentang kebanggaan netizen Indonesia atas ketidaksopanannya.

Sedang melihat netizen indo bangga dengan ketidaksopanan nya,” kata @frdnshndyppryga.

Sementara @ghanysyafriansyah mengaku terkejut dengan banyaknya netizen Indonesia di kolom komentar Microsoft. Padahal, dia mengaku hal itu belum pernah terjadi sejak beberapa lama mengikuti akun Microsoft.

Wkwkwk pdahal dah lama follow Microsoft baru kali ini liat komen nitijen indo berserakan,” ujar @ghanysyafriansyah.

Sedangkan @jepri.anggara26 menyapa akun Microsoft seraya mengaku bahwa dirinya sopan.

Hallo,jangan lupa bahagia:) aku sopan kok:,” kata @jepri.anggara26.

Boeing 777 Dikandangkan hingga Taiwan Kerahkan Sistem Rudal

Sejumlah peristiwa terjadi pada Senin (22/2) yang dirangkum dalam kilas internasional, mulai dari Boeing 777 seluruh dunia dikandangkan hingga Taiwan mengerahkan sistem rudal usai 11 jet tempur China mendekat.

 

1. Buntut Mesin Rusak, Boeing 777 di Seluruh Dunia Dikandangkan

Boeing Co. merekomendasikan maskapai penerbangan di seluruh dunia untuk menghentikan sementara (grounded) penggunaan pesawat Boeing 777. Keputusan itu dilakukan menyusul pendaratan darurat pesawat Boeing 777-200 milik maskapai United Airlines di Bandara Internasional Denver, Amerika Serikat pada Sabtu (20/2).

Pengumuman itu muncul setelah Administrasi Penerbangan Federal AS (FAA) mengatakan akan membutuhkan inspeksi lanjutan terhadap pesawat Boeing 777 dengan mesin seri Pratt & Whitney PW4000 setelah terjadi kerusakan mesin dalam penerbangan United 328.

 

Boeing mengatakan saat ini ada 69 pesawat seri 777 yang beroperasi dan 59 tersimpan di hanggar karena adanya penurunan jadwal penerbangan di tengah pandemi Covid-19.

MengutipReuters, larangan ini berlaku untuk pesawat Boeing 777-200s dan 777-300s yang lebih tua dan lebih hemat bahan bakar dibandingkan model baru.

2. Iran Keluarkan Fatwa Perempuan di Kartun Harus Pakai Hijab

Pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei baru-baru ini mengeluarkan fatwa yang menyatakan bahwa perempuan dalam kartun dan film animasi harus mengenakan hijab.

Fatwa tersebut dikeluarkan oleh Khamenei sebagai respons atas pertanyaan melalui aplikasi Telegram mengenai penggunaan hijab dalam film animasi.

“Apakah hijab perlu untuk karakter dalam film animasi (lukisan tiga dimensi yang berasal dari karya seorang seniman?),” tulis seorang penanya kepada Khamenei.

“Meskipun mengenakan hijab dalam situasi hipotesis seperti itu tidak diperlukan, mengamati hijab dalam animasi diperlukan karena konsekuensi dari tidak mengenakan hijab,” kata Khamenei menjawab pertanyaan itu seperti mengutip Al Arabiya.

3. 11 Jet Tempur China Mendekat, Taiwan Kerahkan Sistem Rudal

Angkatan Udara Taiwan langsung merespons kehadiran pesawat tempur China dalam dua hari berturut-turut di wilayah mereka.

Pada Sabtu (20/2) waktu setempat 11 pesawat tempur dan pembom China melakukan latihan di dekat pulau-pulau yang dikuasai Taiwan di Laut China Selatan.

Seperti dikutip dari Reuters, Kementerian Pertahanan Taipei mengatakan bahwa Angkatan Udara memperingatkan pesawat China pergi dan mengerahkan sistem rudal untuk memantau aktivitas tersebut.

Beijing, yang mengklaim Taiwan sebagai bagian darinya wilayahnya, telah berulangkali mengerahkan pesawat militer ke zona identifikasi pertahanan udara Taiwan dalam beberapa bulan terakhir. Sebagian besar di dekat Kepulauan Pratas.

Setelah sembilan pesawat angkatan udara China terbang di dekat Kepulauan Pratas pada Jumat, Kementerian Pertahanan Taiwan mengatakan pihaknya melacak 11 pesawat pada Sabtu, yakni delapan jet tempur, dua pembom H-6 berkemampuan nuklir dan satu pesawat anti-kapal selam.

1 2 3 155