Archive of ‘Tips & Trick’ category

Saham Adaro dan Bukit Asam akan Tertopang Kenaikan Permintaan

Saham Adaro dan Bukit Asam akan Tertopang Kenaikan Permintaan

PT.Bestprofit — Kenaikan permintaan¬†batu bara yang biasanya terjadi setiap akhir tahun seiring dengan datangnya musim dingin di sejumlah negara beriklim subtropis akan mendorong penjualan emiten emas hitam tersebut.¬†Kenaikan permintaan tersebut jelas menjadi keuntungan bagi keuangan perusahaan di sektor komoditas tersebut.

Sejumlah analis menyarankan pelaku pasar untuk tak ketinggalan memanfaatkan momentum ini demi meraih cuan dengan membeli saham berbasis batu bara.

Analis Phintraco Sekuritas Valdy Kurniawan mengungkapkan dua saham berbasis batu bara yang berpotensi menguat pekan ini, antara lain; PT Bukit Asam Tbk (PTBA) dan PT Adaro Energy Tbk (ADRO). Pergerakan kedua saham ini memang terpantau tak terlalu positif pada pekan lalu.

Pada Jumat (7/12), saham Adaro Energy ditutup hanya menguat tipis 0,39 persen atau lima poin ke level Rp1.300 per saham. Sementara, saham Bukit Asam melorot sampai 2,21 persen atau 90 poin menjadi Rp3.990 per saham.

“Sektor pertambangan memang ada potensi bangkit (rebound) pekan ini, mencermati hasil pertemuan OPEC, di samping juga kenaikan permintaan memasuki musim dingin,” papar Valdy kepada CNNIndonesia.com, Senin (10/12).

Dari sisi laporan keuangan, kinerja keuangan Adaro Energy terlihat tak sebaik Bukit Asam pada kuartal III 2018 kemarin. Sebab, laba bersih Adaro Energy lebih rendah 16,04 persen menjadi US$312,7 juta dibandingkan dengan kuartal III 2017 yang sebesar US$372,45 juta.

Sementara itu, Bukit Asam membukukan kenaikan pendapatan dan laba bersih sepanjang sembilan bulan pertama tahun ini. Jumlah pendapatan perusahaan naik 20,7 persen menjadi Rp16,03 triliun dan laba bersihnya tumbuh 49,61 persen menjadi Rp3,92 triliun.

Kendati batu bara masuk dalam daftar rekomendasi saham pekan ini, Valdy menerangkan peningkatan permintaan batu bara akhir tahun ini berpotensi tak setinggi tahun-tahun sebelumnya. Pasalnya China, sebagai negara yang penyerap batu bara terbesar di dunia sudah mulai mengurangi penggunaan komoditas itu.

“Jadi pengaruhnya mungkin tidak signifikan, negara-negara maju juga mulai menggunakan energi alternatif,” ujar Valdy.

Analis BNI Sekuritas William Siregar juga menyebut nominal permintaan batu bara pada musim dingin kali ini akan lebih rendah dari tahun sebelumnya. Hanya saja, kenaikan permintaan batu bara pada Desember dari bulan sebelumnya tetap akan mengerek harga saham batu bara dalam jangka pendek dan menengah.

“Karena walaupun China sudah mulai beralih dari batu bara ke gas alam, tapi kan infrastruktur di negara itu juga belum selesai jadi tetap ada permintaan,” ujar William.

Terkait harga batu bara yang kini berada di bawah US$100 per metrik ton, William menyebut kenaikan permintaan komoditas batu bara pada akhir tahun ini otomatis berpengaruh positif pada harga batu bara ke depannya.

“Permintaan batu bara sejalan dengan harga, kalau pemintaan naik maka harga batu bara juga begitu. Potensinya mungkin bisa di atas US$100 per metrik ton,” papar William.

Mengutip data Kementerian Energi dan Sumber Daya Manusia (ESDM), harga acuan batu bara (HBA) per Desember 2018 berada di level US$92,51 per ton. Angka itu turun 5,5 persen dari bulan sebelumnya yang sebesar US$97,9 per ton.

Di sisi lain, Analis BCA Sekuritas Achmad Yaki berpendapat potensi kenaikan permintaan batu bara tak hanya berasal dari negara subtropis, melainkan juga domestik. Salah satunya berasal dari kerja sama PT Pertamina (Persero) dan Bukit Asam dalam proyek gasifikasi batu bara.

“Terobosan gasifikasi batu bara antara Bukit Asam dan Pertamina diharapkan mampu meningkatkan permintaan domestik selain untuk penyediaan pembangkit listrik,” tutur Achmad.

Ilustrasi

 

Saham Konstruksi Berpotensi Hijau

Selain saham batu bara, pelaku pasar juga bisa membeli saham emiten Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di sektor konstruksi. Sama seperti batu bara, emiten di sektor konstruksi juga memiliki sentimen positif setiap akhir tahun.

“Untuk akhir tahun sektor konstruksi bagus karena ada pembayaran proyek dari pemerintah, itu biasanya memang terjadi kalau akhir tahun,” ucap William.

Pembayaran proyek dari pemerintah dan pihak lainnya, kata William, tentu akan memperbaiki arus kas emiten konstruksi yang mayoritas masih minus saat ini. Jika arus kas berbalik positif, maka perusahaan akan lebih leluasa menggunakan keuangan perusahaan dalam mengerjakan proyek.

“Sentimen ini bagus untuk pasar,” sambung William.

William merekomendasikan saham PT Waskita Karya Tbk (WSKT). Menurutnya, saham Waskita terbilang masih murah dibandingkan dengan emiten konstruksi lainnya.

Data RTI Infokom menunjukkan price earning ratio (PER) Waskita Karya saat ini sebesar 5,04 kali. Umumnya, PER dapat menjadi salah satu patokan pelaku pasar untuk menentukan harga wajar saham suatu emiten.

Sementara, Valdy meramalkan saham PT Wijaya Karya Tbk (WIKA), PT Adhi Karya Tbk (ADHI), dan PT Pembangunan Perumahan Tbk (PTPP) meningkat pekan ini. Seluruh saham itu akan terkena sentimen positif dari pengerjaan sisa proyek yang dibangun pada akhir tahun.

“Umumnya sektor konstruksi dipengaruhi dari proyek-proyek baru yang digenjot pada akhir tahun,” tutur Valdy.

Harga saham emiten konstruksi terlihat mulai bergerak signifikan pada akhir pekan lalu. Pada Jumat kemarin saja, harga saham Waskita Karya melonjak 6,96 persen, saham Wijaya Karya naik 5,3 persen, saham PTPP naik 3,48 persen, dan saham Adhi Karya naik 5,52 persen.

 

Pemerintah RI Paparkan Sejumlah Rekomendasi di Pertemuan G20

Pemerintah RI Paparkan Sejumlah Rekomendasi di Pertemuan G20PT.Bestprofit – Jusuf Kalla yang mewakili Indonesia dalam pertemuan G20 menyampaikan rekomendasi berisi sejumlah poin, termasuk komitmen tentang Kesepakatan Paris.

Pemerintah Indonesia merekomendasikan sejumlah poin dalam pertemuan pemimpin 20 negara dengan perekonomian terbesar dunia (G20) di Buenos Aires, Argentina, pada Sabtu (1/12) waktu setempat. Salah satu poin rekomendasi yakni menegaskan kembali komitmen bersama untuk mewujudkan kemitraan multilateral yang kuat.

Hal ini disampaikan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) sebagai pihak yang mewakili Indonesia dalam pertemuan G20 tersebut.

“Kemudian komitmen penuh terhadap terwujudnya kesepakatan internasional, termasuk kesepakatan Paris,” ujar JK melalui keterangan tertulis yang diterima CNNIndonesia.com, Minggu (2/12).

Kesepakatan Paris merupakan perjanjian yang ditandatangani pemimpin negara di seluruh dunia-termasuk Indonesia, pada 2016. Namun, belakangan Amerika Serikat keluar dari kesepakatan yang memuat tentang kondisi perubahan iklim tersebut.

JK juga merekomendasikan agar negara-negara yang tergabung dalam G20 memperkuat kolaborasi tujuan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs).

“Serta memanfaatkan teknologi sesuai kebutuhan rakyat dan bumi,” katanya.

Menurut JK, SDGs dan perubahan iklim merupakan dua isu global yang saling terkait dan perlu diatasi bersama. Ia meyakini keberhasilan penanganan isu perubahan iklim juga akan mendorong kesuksesan agenda SDGs. Sebab tak dapat dipungkiri dampak perubahan iklim sangat terasa di Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia.


Salah satu upaya untuk menangani permasalahan itu, kata dia, adalah melalui mekanisme perdagangan karbon atau negosiasi dan pertukaran hak emisi gas rumah kaca. Hanya saja, JK menilai, mekanisme perdagangan karbon saat ini belum berjalan efektif.

“Indonesia prihatin dengan fakta bahwa mekanisme dan harga carbon trade masih jauh dari harapan yang mestinya dapat memberi insentif bagi reforestasi dan konservasi hutan,” tuturnya.

Pihaknya juga mendesak negara-negara G20 agar memperkuat kemitraan untuk mendukung pembangunan infrastruktur, khususnya di bidang energi terbarukan.

JK diketahui mewakili Indonesia dalam pertemuan G20 di Argentina sejak Jumat (30/11). Sejumlah dokumen dari hasil pertemuan disampaikan pada Sabtu (1/12) waktu setempat di antaranya tentang isu ekonomi digital, anti korupsi, termasuk pembangunan berkelanjutan. Ia dijadwalkan kembali ke Indonesia pada 4 Desember mendatang.

Agen Intelijen Australia Boleh Menggunakan Senjata Ketika Tugas di LN

Agen Intelijen Australia Boleh Menggunakan Senjata Ketika Tugas di LN
PT.Bestprofit –
Petugas intelejen Australia akan diperbolehkan untuk menembak musuh yang mengancam keselamatan mereka ketika sedang terlibat dalam kegiatan di luar negeri.Menurut peraturan yang berlaku saat ini, agen intelejen yang bekerja untuk ASIS (Dinas Mata-mata Australia untuk kegiatan di luar negeri) hanya bisa menggunakan senjata untuk melindungi diri sendiri atau melindungi mereka yang bekerja dalam dinas intelejen.

pilihan redaksi:

http://www.ptbestprofit.com
http://www.ptbestprofitfutures.com
http://www.pt-bestprofit.com

Hari Kamis (29/11/2018), pemerintahan Australia pimpinan PM Scott Morrison akan mengajukan UU baru ke parlemen yang akan mengizinkan staf ASIS menggunakan ‘senjata untuk alasan yang dibenarkan” dalam misi di luar negeri.

Menteri Luar Negeri Australia Marise Payne mengatakan bahwa ijin penggunaan senjata ini diperlukan karena petugas ASIS ‘sering terlibat bekerja di lokasi berbahaya, termasuk dalam kondisi seperti perang guna melindungi Australia dan kepentingannya.”

“Dengan dunia yang semakin kompleks, lingkungan operasi ASIS di luar negeri juga semakin kompleks.” kata Senator Payne dalam sebuah pernyataan.

Pemerintah mengatakan UU Dinas Intelejen Australia mengenai penggunaan senjata oleh ASIS tidak mengalami perubahan sejak tahun 2004 meski dinas intelelejen yang ditugaskan di luar negeri banyak ditugaskan dalam misi berbahaya di tempat baru dan keadaan yang tidak diperkirakan 14 tahun sebelumnya.

“Perubahan yang kami usulkan ini akan bisa melindungi sejumlah besar orang, dan menggunakan senjata guna melindungi mereka dalam bahaya.” kata Senator Payne lagi.

Di tahun 2014, ABC melaporkan bahwa seorang tentara komando Australia menodongkan senjata ke arah seorang agen ASIS ketika mereka sedang minum-minum di Afghanistan setahun sebelumnya.sumber:detik.com

1 2 3 24