Data manufaktur China menekan harga tembaga

Bestprofit-futures : JAKARTA. Perlambatan industri manufaktur di Negeri Tirai Bambu menjadi pemicu sentimen negatif bagi harga tembaga. Hingga pengujung 2015, harga logam ini diprediksi bisa semakin susut akibat menguatnya dollar Amerika Serikat (AS).

Tembaga tambang

 

Harga tembaga kontrak pengiriman tiga bulan di London Metal Exchange terpeleset 0,6% menjadi US$ 5.236 per metrik ton ketimbang hari sebelumnya. Sepekan, harga tembaga meluncur 2,07%. Ibrahim, pengamat komoditas menjelaskan, ada beberapa faktor yang menekan harga tembaga.

Pertama, antisipasi rilis data manufaktur China yakni Caixin Flash Manufacturing PMI per September 2015 yang diprediksi 47,6. Angka tersebut memang lebih baik ketimbang posisi bulan sebelumnya di level 47,3.

Data manufaktur China masih di bawah level 50. Ini akan mengakibatkan harga komoditas turun, termasuk tembaga,” katanya. Kedua, antisipasi rilis data manufaktur Eropa yakni Flash Manufacturing PMI per September yang tercatat 52,2, lebih rendah ketimbang pencapaian bulan lalu 52,3.

Eropa merupakan pembeli tembaga terbesar kedua setelah China. Ketiga, rilis data penjualan rumah AS per Agustus 2015 yang lebih rendah ketimbang posisi bulan sebelumnya. Padahal International Copper Study Group menyebutkan bahwa di separuh pertama 2015, pasokan tembaga surplus 15.000 ton.

Banjirnya stok di tengah penurunan permintaan akan menyeret harga tembaga. Ibrahim menerawang, harga tembaga berpeluang tergerus lagi pada akhir tahun. Sebab, Asian Development Bank memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi China dari 7% menjadi 6,8% tahun 2015 dan dari 6,8% menjadi 6,7% tahun depan.

“Permintaan tembaga bisa merosot lagi. Harga komoditas ini bisa menyusut lebih dalam,” paparnya. Ibrahim menduga, harga tembaga akan bergulir di kisaran US$ 5.180 – US$ 5.250 per metrik ton hari ini. Sepekan, harga tembaga akan bergerak pada US$ 5.000 – US$ 5.265 per metrik ton.

 

Sumber : http://investasi.kontan.co.id/news/data-manufaktur-china-menekan-harga-tembaga

Comments are closed.