Ditemukan Investasi Emas Bodong Sejumlah 180 Triliun di Tiongkok

emas-batangan-palsu-300x225Bestprofit Pekanbaru – Kisruh penipuan penggunaan jaminan komoditas untuk pinjaman kembali memanas di Tiongkok. Setelah sebelumnya pasar komoditas global sempat dikejutkan dengan kasus yang terjadi di pelabuhan Qingdao terkait penggunaan tembaga sebagai jaminan untuk pinjaman berganda, kini emas diperkirakan turut dipergunakan untuk hal sejenis.

Temuan Otoritas Tiongkok terhadap potensi penggunaan transaksi emas bodong ini untuk jaminan pinjaman bank terpantau berada dalam level yang mengejutkan. Hampir 20% dari total transaksi emas yang dipergunakan untuk jaminan pinjaman diperkirakan merupakan transaksi palsu.

Dalam penipuan ini, jaminan emasnya benar-benar ditemukan ada di gudang pelabuhan dan semua calon investor dibawa untuk melihatnya namun ternyata emas tersebut digunakan untuk jaminan pinjaman-pinjaman lainnya, atau emas yang sama dijadikan sebagai penjamin berganda.

Dari temuan otoritas Tiongkok tersebut ditemukan sekitar $15,2 miliar ( 180 Triliun Rupiah) dari total pinjaman di Tiongkok dengan jaminan emas disokong oleh transaksi emas bodong tersebut. Adapun dugaan total keseluruhan transaksi peminjaman di Tiongkok dengan jaminan berupa emas diperkirakan berada di kisaran $80 miliar.

Dalam investasi bodong tersebut melibatkan banyak pihak baik prosesor emas , bank-bank asing dan juga broker skala internasional yang mungkin juga sebagai korban. Adapun bank-bank yang terkait seperti BNP Paribas SA, Citigroup Inc., Standard Bank Group Ltd. and Standard Chartered PLC seperti yang dilansir Wall Stret Journal.

Dampak dari adanya isu tersebut, pasar komoditas global khususnya emas semakin waspada terhadap potensi pelemahan permintaan emas Tiongkok. Diprediksi dampak dari isu tersebut, permintaan emas Tiongkok untuk sementara akan mengalami perlambatan seperti pada kasus Qingdao. Terpantau imbas dari kabar terkait penggunaan transaksi emas palsu di Tiongkok, harga emas telah terdorong melemah pada perdagangan emas di Bursa Comex kemarin.

Namun temuan otoritas pemerintah tersebut masih dugaan dan sedang diselidiki oleh regulator setempat, dan sampai berita ini dilansir belum ditemukan subjek investasi emas bodong ini. Sebagai informasi kisruh seperti ini pernah terjadi pada komoditas batubara di Indonesia yang melibatkan lahan konsesi batubara di Batu Licin, Sebulu dan lainnya di Indonesia.

(sumber:vibiznews)

Comments are closed.