Dolar AS Menguat di Asia

medium_7dollarBESTPROFIT PEKANBARU –  Kurs dolar AS sedikit menguat terhadap mata uang utama lainnya di perdagangan Asia, Senin (13/04/2015). Itu setelah data perdagangan China lebih lemah dari yang diharapkan, didukung oleh ekspektasi investor atas kenaikan suku bunga AS.

Greenback berada di 120,44 yen pada perdagangan sore di Tokyo, dibandingkan dengan 120,30 yen di New York pada Jumat sore lalu. Euro dibeli 1,0593 dolar dan 127,47 yen terhadap 1,0599 dolar dan 127,50 yen.

Laporan pekan lalu menunjukkan lebih sedikit orang Amerika yang mengajukan tunjangan pengangguran awal selama beberapa minggu terakhir, merupakan yang terendah dalam hampir 15 tahun, sehingga membantu megurangi kekhawatiran tentang kekuatan ekonomi AS. Kekhawatiran tersebut meningkat setelah laporan data penggajian yang diawasi secara ketat pada awal bulan ini menunjukkan bahwa ekonomi menambahkan pekerjaan paling sedikit pada Maret sejak akhir 2013.

“Data pekan lalu menunjukkan bahwa lemahnnya angka penggajian lebih daripada penyimpangan,” kata Sim Moh Siong, ahli strategi valuta asing di Bank of Singapore.

Serangkaian data AS yang secara luas sehat selama tahun lalu telah memberikan harapan bahwa Federal Reserve akan menaikkan suku bunganya paling lambat pada tahun ini, dengan perbedaan utama mengenai apakah akan lebih awal daripada yang diperkirakan.

Untuk pematokan perdagangan baru, para investor sedang menunggu data ekonomi dan pertemuan keuangan pada pekan ini. Data yang akan datang termasuk pertumbuhan kuartal pertama Tiongkok yang akan keluar pada Rabu. Data resmi pada Senin menunjukkan ekspornya secara tak terduga mengalami penurunan 14,6 persen tahun-ke-tahun pada Maret, tanda lebih lanjut pelemahan di ekonomi terbesar kedua di dunia itu.

Bank Sentral Eropa (ECB) akan mengadakan pertemuan kebijakan pada Rabu, yang akan diikuti konferensi pers oleh kepala ECB Mario Draghi, sementara menteri keuangan dan gubernur bank sentral G20 berkumpul di Washington pada Kamis dan Jumat. Dolar sebagian besar lebih tinggi terhadap mata uang Asia-Pasifik.

Dolar Australia jatuh ke 75,86 sen AS dari 77,02 sen AS pada Jumat, setelah Tiongkok — mitra dagang terbesar –, melaporkan penurunan impor lebih besar dari yang diperkirakan. Dolar naik menjadi 1,3694 dolar Singapura dari 1,3593 dolar Singapura, menjadi 31,28 dolar Taiwan dari 31,15 dolar Taiwan, menjadi 1.098,75 won Korea Selatan dari 1.093,40 won, dan menjadi 44,62 peso Filipina dari 44,49 peso.

Greenback juga naik menjadi 12.984,50 rupiah Indonesia dari 12.913,00 rupiah dan menjadi 32,60 baht Thailand dari 32,53 baht, sementara dibeli 62,40 rupee India terhadap 62,41 rupee. Yuan China sedikit turun mnenjadi 19,38 yen dari 19,41 yen.

Sumber : http://pasarmodal.inilah.com/read/detail/2195516/dolar-as-menguat-terhadap-euro

Comments are closed.