Dolar Melemah meskipun Data Ekonomi AS Positif

BESTPROFIT PEKANBARU – Dolar melemah terhadap sebagian besar mata uang utama lainnya pada Selasa (Rabu pagi WIB), meskipun data menunjukkan sektor manufaktur dan pasar rumah as berkembang lebih baik dari yang diperkirakan.
Departemen Tenaga Kerja AS pada Selasa mengatakan bahwa Indeks Harga Produsen (PPI), merupakan ukuran inflasi di gerbang pabrik, naik 0,2% pada Oktober, menyusul penurunan 0,1 persen pada September dan mengalahkan ekspektasi pasar.

bestprofit pekanbaru

bestprofit pekanbaru

Indeks sentimen pembangun AS naik menjadi 58 pada bulan ini, meningkat dari angka Oktober 54 dan lebih tinggi dari ekspektasi pasar 55, kata National Association of Home Builders/Wells Fargo Housing Market Index. Setiap angka di atas 50 menunjukkan bahwa pembangun lebih melihat kondisi penjualan yang positif.

Yen memperpanjang kerugian terhadap dolar karena data pada Senin menunjukkan Jepang secara tak terduga jatuh ke dalam resesi pada kuartal ketiga. Investor mengharapkan stimulus dari bank sentral Jepang setelah pemerintah menunda kenaikan pajak pada Selasa untuk meningkatkan perekonomian.

Euro naik terhadap dolar di tengah berita bahwa kepercayaan investor di Jerman berbalik naik (rebound) bulan ini. Indeks kepercayaan investor yang diawasi ketat naik menjadi 11,5 poin dari minus 3,6 poin pada bulan sebelumnya, menurut lembaga ekonomi ZEW pada Selasa, menunjukkan prospek positif bagi ekonomi terbesar zona euro itu.

Indeks dolar, yang melacak greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, turun 0,39 persen menjadi 87,580 pada akhir perdagangan.
Pada akhir perdagangan di New York, euro naik menjadi US$ 1,2535 dari US$ 1,2453 di sesi sebelumnya, dan pound Inggris turun menjadi US$ 1,5635 dari US$ 1,5642. Dolar Australia naik ke US$ 0,8731 dari US$ 0,8710.

Dolar AS dibeli 116,89 yen Jepang, lebih tinggi dari 116,48 yen pada sesi sebelumnya. Dolar AS turun tipis menjadi 0,9584 franc Swiss dari 0,9647 franc Swiss, dan bergerak turun ke 1,1297 dolar Kanada dari 1,1310 dolar Kanada.

Sumber : Medanbisnis

Comments are closed.