Dubes RI Sebut Situasi Yangon Mulai Normal Usai Kudeta

Kondisi di Kota Yangon, Myanmar, berangsur normal setelah Angkatan Bersenjata (Tatmadaw) melakukan kudeta dan menahan tokoh politik Aung San Suu Kyi dan sejumlah rekannya karena dugaan kecurangan pemilihan umum.

 

Menurut keterangan Duta Besar Republik Indonesia untuk Myanmar, Iza Fadri, situasi di Yangon hari ini berjalan normal.

“Situasi hari ini berangsur-angsur normal, tidak terlihat ada kepanikan penduduk,” kata Iza saat

dihubungi

Rabu (3/2).

Iza membenarkan pada Selasa (2/2) malam kemarin sempat terdengar suara slogan menolak kudeta dari para penduduk di Yangon, sambil membunyikan peralatan memasak.

“Sekitar pukul 20.00 sampai 20.10 kemarin memang terdengar ada suara tetabuhan di Yangon,” ujar Iza.

Iza mengatakan saat ini KBRI sudah menerima penjelasan dari militer Myanmar tentang kondisi yang terjadi.

“Dari militer sudah dijelaskan tentang kondisi saat ini. Kami sebagai perwakilan negara sahabat hanya menunggu situasi di masa mendatang,” lanjut Iza.

Terkait dengan keamanan para warga asing, termasuk WNI, Iza menyatakan KBRI sudah menyampaikan imbauan supaya mereka tetap tenang, waspada dan menjaga diri.

Dia juga mengatakan saat ini ada dua perusahaan Indonesia, Kalbe Farma dan Japfa Comfeed, beroperasi di Myanmar.

Ia meminta WNI untuk menyiapkan kebutuhan pokok serta obat-obatan untuk satu sampai dua minggu ke depan. Selain itu, para WNI diminta selalu membawa tanda pengenal dan paspor yang masih berlaku.

Kudeta berlangsung setelah militer menolak hasil pemilu yang dianggap curang.

Tatmadaw menuding ada setidaknya 8 juta pemilih palsu yang terdaftar dalam pemilu November lalu. Mereka lantas mengumumkan status darurat militer selama satu tahun melalui stasiun televisi Myawaddy TV.

Dalam pengumuman itu, militer juga menyatakan kekuasaan pemerintah Myanmar telah diserahkan kepada Panglima Militer Myanmar, Jenderal Min Aung Hlaing.

Kepolisian Myanmar lantas menjerat pemimpin de facto Aung San Suu Kyi dalam kasus impor perangkat komunikasi walkie-talkie ilegal, dan ditahan hingga 15 Februari mendatang.

Selain itu, Presiden Win Myint juga ditahan kepolisian Myanmar dan dituduh menuduh melanggar Undang-Undang Penanganan Bencana.

1Pingbacks & Trackbacks on Dubes RI Sebut Situasi Yangon Mulai Normal Usai Kudeta