Ekonomi AS, Kondisi Irak dan BoE Membuat Emas Melesat

Bestprofit Pekanbaru – Harga emas naik ke level tertinggi dua minggu pada hari Kamis ketika data ekonomi penjualan ritel dan klaim pengangguran awal AS melemah sehingga menggarisbawahi kekhawatiran atas ekonomi AS.

War

Ekonomi AS

Departemen Perdagangan AS mengatakan bahwa penjualan ritel untuk bulan Maret direvisi naik dengan keuntungan 0,5% dari peningkatan yang dilaporkan sebelumnya sebesar 0,1%. Penjualan ritel pada bulan April direvisi naik ke kenaikan dari 0,4%.

Laporan dari departemen tenaga kerja AS mengatakan bahwa jumlah orang yang mengajukan tunjangan pengangguran awal pada pekan yang berakhir 7 Juni meningkat sebesar 4.000 setelah disesuaikan dengan data musiman 317.000 dari jumlah revisi di pekan sebelumnya sebesar 313.000.

RBNZ dan BoE

Setelah hari Rabu kemarin, bank sentral New Zealand menaikan suku bunganya ke level 3.25 bps. Kamis subuh dilaporkan bahwa gubernur bank sentral Inggris, Mark Carney mengatakan “kenaikan suku bunga bisa terjadi lebih cepat dari perkiraan pasar.” BOE juga akan mendapatkan kekuatan baru untuk mengekang pinjaman hipotek ketika pasar perumahan berpotensi akan menimbulkan kekhawatiran tentang potensi bubble.

Kondisi Irak

Sementara itu, investor memantau perkembangan di Irak, di mana pemberontak yang terkait dengan al-Qaeda dilaporkan mengambil kontrol penuh kota minyak di Kirkuk utara pada hari Kamis dan bergerak lebih dekat ke ibukota, Baghdad.

Pada hari Rabu, militan dari negara islam di Irak dan Suriah, atau ISIS, merebut kota-kota utara Mosul dan Tikrit, memperbarui kekhawatiran atas gangguan pasokan. AS mengatakan akan bekerja dengan para pemimpin Irak untuk merebut kembali wilayah yang hilang dan akan memberikan bantuan tambahan ke Baghdad.

Teknikal

Pada pergerakan hari Kamis kemarin, perdagangan emas dibuka pada kisaran USD 1260.70 per troy ounce. Sejak pembukaan market, harga emas sempat melemah tipis dengan bergerak ke bawah menuju harga terendah hariannya pada kisaran USD 1259.82 per troy ounce. Harga emas kembali menguat dan bergerak ke atas menuju harga tertinggi hariannya pada kisaran USD 1274.73 per troy ounce. Akhirnya pergerakan emas di tutup pada kisaran USD 1273.05 per troy ounce. Pergerakan emas kembali mendapatkan keuntungan terhadap dollar sebanyak USD 12.35.

Secara umum, pergerakan emas pada grafik 4 jam-an terlihat kembali dalam dalam kondisi bearish. Harga emas terlihat masih berada di atas indikator simple moving average 20 dan 50 yang merupakan area support bagi pergerakan emas. Indikator relative strength index (RSI 14) berada di level 78 dengan memberikan indikasi harga berada dalam kondisi jenuh beli. Demikian juga, indikator momentum 14 memberikan indikasi akan bergerak bearish minor.

Bias intraday, pergerakan harga emas pada grafik 4 jam-an terlihat masih berada dalam kondisi rebound ke atas dan saat ini harga emas terlihat akan menguji resistan USD 1282.94 per troy ounce. Pecahnya area resistan, perhatikan resistan berikutnya pada kisaran USD 1292.88 – 1308.96 per troy ounce. Sebaliknya jika harga emas melemah terhadap dollar dengan menembus support USD 1266.86 per troy ounce membuka kecenderungan harga emas akan bergerak ke bawah menuju support berikutnya pada kisaran USD 1256.92 per troy ounce.

(sumber:antamgold)

Comments are closed.