Ekonomi Asia Menguat, Emas Rally

096667000_1409472329-harga-emas-naik-140831-3PT.BESTPROFIT PEKANBARU – Perdagangan bursa komoditas logam mulia di hari Selasa(21/10), harga emas dan perak lanjutkan rally dengan didukung kuatnya hasil data ekonomi di wilayah Asia serta hasil pertemuan kebijakan Bank Sentral Australia yang pada akhirnya mengirim dolar AS melemah siang ini.

Selama berlangsungnya perdagangan di sesi Asia, emas berjangka pengiriman Desember telah diperdagangkan lebih tinggi 0.43% di level $1.250.00 per troy ounce di divisi Comex, New York Mercantile Exchange. Sejak perdagangan hari ini, harga emas terpantau menyentuh level $1.245.80 untuk sesi terendah harian dan level $1.250.70 untuk sesi tertinggi harian.

Sedangkan untuk perak berjangka pengiriman September telah diperdagangkan lebih tinggi 0.69% di level $17.473 per troy ounce, dengan menyentuh level $17.362 untuk sesi terendah harian dan level $17.485 untuk sesi tertinggi harian.

Harga emas lanjutkan rally dengan diperdagangkan lebih tinggi pasca dirilisnya data aktifitas industri di wilayah Jepang oleh METI, mengalami kenaikan, yang disesuaikan secara musiman menjadi -0.1% di bulan September.

Pada hasil pertemuan kebijakan Australia pada hari ini juga berikan dukungan bagi logam mulia, dimana pernyataan bank sentral tersebut berisikan bahwa Bank Sentral Australia memperingatkan bank-bank besar di wilayah Australia untuk mempertahankan kriteria pinjaman hipotek yang kuat dalam menghadapi pinjaman kepada investor properti yang didorong oleh lonjakan pertumbuhan harga rumah.

Laporan resmi lainnya yang turut meramaikan pergerakan pasar pada pagi hari ini, telah muncul dari data ekonomi Tiongkok yang dirilis oleh Biro Statistik Nasional Tiongkok yang menyatakan bahwa penjualan ritel di wilayah Tiongkok sedikit menurun menjadi 11.6%, dari 11.9% di bulan sebelumnya, dilanjutkan dengan hasil produksi industri Tiongkok yang naik sebesar 8.0%, dari 6.9% di bulan sebelumnya, dan PDB Tiongkok yang melambat menjadi 7.3%, dari 7.5% di kuartal sebelumnya.

Sementara itu, serangkaian data ekonomi tersebut telah menunjukkan bahwa telah terjadinya penguatan ekonomi khususnya di wilayah Asia dan sekitarnya, sehingga hal ini telah mengirim dolar AS mengalami pelemahan terhadap beberapa uang utama lainnya.

Pada index dolar AS, yang memperlihatkan performa greenback terhadap sekeranjang enam mata uang utama lainnya telah melamah 0.20% di level 84.87.

Sumber : Financeroll

Comments are closed.