Emas Berjangka Cenderung Flat

Perdagangan emas berjangka memasuki sesi perdagangan hari ini, Senin (9/6/2014) berpotensi akan berada di kisaran US$1.261 – US$1.245,4.

Menurut analis komoditas, Ghinnie, secara teknis, harga emas telah berhasil rebound setelah mengalami penurunan tajam selama dua pekan lalu. “Saat ini belum ada pola teknikal yang terbentuk dalam grafik harga yang emas saat ini,” kata analis di Kedaitrader ini, Senin (9/6/2014).best

Pada sesi perdagangan hari ini, pasar emas berpotensi akan diperdagangkan pada kisaran sempit dengan tidak adanya jadwal data ekonomi yang akan dirilis selama sesi perdagangan hari ini.Memasuki sesi perdagangan Amerika malam ini, pasar cukup memperhatikan press conference salah satu member FOMC Bullard. Pidato ini akan menjadi pidato pertama dari beberapa member FOMC jelang pertemuan Puncak FOMC pada 18 Juni mendatang.

Pada pola sebelumnya harga emas memang sempat membentuk pola triangle dengan harga bergerak mengalami pengerucutan. Namun pola tersebut telah mengalami penembusan support dan berhasil mencapai target dari pola yang terjadi.Indikasi rebound dan pembentukkan trenbaru pada harga kemungkinan besar akan terjadi dengan potensi penguatan harga berpotensi akan di kisaran angka US$1.268. Dengan level support emas yang perlu diperhatikan adalah US$1.237,90.

Bagaimana potensi pergerakan emas pekan ini, berikut ulasannya:

Sentimen Data AS
Pasar emas mengakhiri sesi perdagangan Jumat (6/6/2014) pekan lalu melemah tipis. Meski data pengangguran AS dirilis dengan hasil yang cukup baik. Sesuatu yang berbeda terlihat pada perilaku pasar dimana harga emas justru beranjak naik setelah data Non-Farm Payrolls AS yang dirilis melebihi perkiraan pasar.

Pasar emas yang sudah terlebih dahulu anjlok selama lima sesi perdagangan berturut-turut. Secara teknis rebound namun masih tertahan pada level resistance yang cukup kuat pada US$1.261,00

Harga Emas berjangka kontrak Agustus, sebagai kontrak teraktif saat ini menyelesaikan sesi perdagangan Jum’at (6/6/2014) dengan kerugian sebesar 80 sen atau 0,1% berakhir pada US$1.252,50 di Divisi Comex New York Mercantile Exchange.

Dalam sepekan terakhir harga emas berjangka kontrak Agustus mencatatkan keuntungan sebesar US$6,50 atau 0,52%.

Di pasar spot harga emas berakhir dengan keuntungan sebesar 80 sen atau 0,06% berakhir pada US$1.252,40, setelah sempat diperdagangkan hingga setinggi US$1.257,60 dan serendah US$1.245,70. Pada sepekan lalu, harga emas spot mencatatkan keuntungan sebesar US$1,90 atau 0,15%.

Fundamental Analisis
Data Non-Farm Payrolls AS yang lebih rendah pada angka 217.000 selama periode Mei dari 282.000 pada April lalu. Namun sayangnya data dirilis lebih tinggi dari perkiraan pasar sebesar 215.000. Jadi data justru menjadi dianggap baik karena menjawab lebih dari harapan pasar.

Sementara tingkat pengangguran AS tidak mengalami perubahan dari periode bulan sebelumnya pada 6,3%. Hal ini lebih baik dari perkiraan pasar yang melihat tingkat pengangguran AS akan naik pada level 6,4% pada periode bulan Mei.

Menyusul data tersebut pasar emas yang menguat hingga level tertinggi hariannya pada US$1.257,60. Pasar yang biasanya turun melihat hasil data ekonomi AS yang lebih baik, pada akhir pekan justru menguat setelah data tersebut.

Dengan demikian, hanya unsur teknikal rebound yang terlihat terlihat pada pasar. Hal ini terjadi, setelah pasar emas anjlok selama sesi perdagangan pekan lalu.

Flat di Awal Pekan
Memasuki sesi perdagangan pekan ini, pasar emas berpeluang pada kisaran yang tidak terlalu besar. Emas cenderung flat di awal pekan. Pada pertengahan pekan ini, pasar hanya akan terfokus pada data klaim pengangguran dan data penjualan retail Amerika selama periode Mei.

Pada sesi perdagangan hari ini, pasar emas berpotensi akan diperdagangkan pada kisaran sempit dengan tidak adanya jadwal data ekonomi yang akan dirilis selama sesi perdagangan hari ini.

Memasuki sesi perdagangan Amerika malam ini, pasar cukup memperhatikan press conference salah satu member FOMC Bullard. Pidato ini akan menjadi pidato pertama dari beberapa member FOMC jelang pertemuan Puncak FOMC pada 18 Juni mendatang.

Comments are closed.