Emas Ditutup Terbang Di Sesi AS

gold-silverBestprofit Pekanbaru – Pada akhir perdagangan di bursa komoditi Kamis, emas ditutup naik pasca pertemuan FOMC dan ketika angka klaim pengangguran di AS mengalami penurunan pada pekan yang berakhir 4 Oktober, dimana data tersebut menandakan bahwa terjadinya pemulihan ekonomi khususnya di bidang pasar tenaga kerja.

Emas untuk pengiriman Desember berakhir naik $19,30 atau 1,6% di level $1,225.30 per troy ounce di divisi Comex New York Mercantile Exchange. Sejak dimulai perdagangan hari ini, harga emas terpantau menyentuh level $1.219.40 untuk sesi terendah harian dan level $1.230.20 untuk sesi tertinggi harian.

Sedangkan untuk perak berjangka pengiriman Desember juga terpantau naik sebesar 3.38% di level $17.640, dengan menyentuh level $17.348 untuk sesi terendah harian dan level $17.718 untuk sesi tertinggi harian.

Tanda-tanda bahwa telah terjadinya peningkatan pada kondisi pasar tenaga kerja di AS telah muncul ketika Departemen Tenaga Kerja menyatakan bahwa angka klaim pengangguran di wilayah ini telah mengalami penurunan sebanyak 1.000, yang disesuaikan secara musiman menjadi 287.000 pada pekan yang berakhir 4 Oktober.

Laporan terpisah lainnya yang turut dirilis pada malam hari ini, meliputi sebuah laporan dari Departemen Perdagangan AS yang menyatakan bahwa persediaan barang distributor AS mengalami kenaikan sebesar 0.7% di bulan Agustus.

Menguatnya kondisi ekonomi AS masih belum mampu menjadi penghambat harga emas untuk bergerak ke atas pada malam hari ini, setelah hasil pertemuan The Fed di bulan September lalu telah dirilis pada Kamis dini hari tadi.

Pada hasil laporan tersebut telah menunjukkan bahwa sebagian para pejabat resmi bank sentral percaya, jika mereka telah salah memperkiraan waktu jatuh tempo untuk kenaikan tingkat suku bunga di wilayah AS, dimana kenaikan suku bunga seharusnya bergerak sejalan dengan pertumbuhan ekonomi.

Sementara itu, laporan tersebut juga memperlihatkan kepada pasar bahwa The Fed telah memangkas proyeksi pertumbuhan dikarenakan menguatnya dolar AS dan kekhawatiran atas pelemahan ekonomi global.

Comments are closed.