Emas Makin Terperosok Di Bawah $1200 Pasca Lonjakan NFP AS

Bestprofit Pekanbaru – Emas meneruskan penurunan ke level terendah dalam satu tahun pasca pengumuman angka NFP AS pada akhir pekan lalu yang hasilnya jauh di atas ekspektasi. Hal ini makin memperkuat ekspektasi akan kenaikan suku bunga the Fed.

Ilustrasi+Harga+emas+Turun

Emas bulion untuk pengiriman segera mengalami penurunan sebanyak 0.7 persen $1,183.24 per ons, level yang pernah tercapai pada tanggal 31 Desember lalu. Menurut data Bloomberg, pada pukul 09:49 waktu Singapura, emas batangan tersebut berada pada harga $1,187.97.

Sedangkan di Comex, emas untuk pengiriman Desember diperdagangkan pada $1.188.90 per troy ons, atau menurun sebanyak 0.34 persen. Pada akhir minggu lalu, logam mulia ini menyentuh level rendah di $1,190.30 per troy ons.

Investor Lari Dari Emas

Para investor makin menghindari emas seiring dengan perekonomian Amerika Serikat yang kian tangguh sehingga menguatkan Dolar AS dan menaikkan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed. Meningkatnya tingkat suku bunga Bank Sentral AS tersebut akan mengurangi daya tarik emas karena logam tersebut secara umum hanya menawarkan return saat harganya naik. Di samping itu, menguatnya Dolar pun berpotensi menyurutkan permintaan untuk aset yang berfungsi sebagai penyimpanan nilai.

“Dolar AS saat ini tengah bergerak dalam satu arah saja dan arusnya sangat kuat.” demikian ungkap Mark Pervan, Kepala Riset Komoditas di ANZ Banngkin Group kepada Bloomberg. Menurutnya, sejak dolar reli dan aksi jual ETF, kepercayaan diri pasar emas akhirnya memudar.

Comments are closed.