Emas Tak Bertenaga Meski Data Ekonomi AS Lemah

Emas-Anjlok-Lagi-Bukukan-Harga-Rendah-35-BulanPT.BESTPROFIT PEKANBARU – Emas belum bangkit di Sesi Asia Selasa (29/10) hari ini, memasuki penurunan dalam lima sesi berturut-turut mendekati level terendahnya dalam dua minggu. Para investor masih gugup menanti hasil kebijakan dari pertemuan The Fed (FOMC) yang dijadwalkan akan diumumkan pada Kamis dini hari. Diharapkan, hasil FOMC tersebut akan memberikan petunjuk mengenai waktu pelaksanaan kenaikan suku bunga.

Harga emas spot anjlok ke posisi $1,222.20 per ons, level terendah sejak tanggal 15 Oktober, sebelum akhirnya kembali ke posisi $1,222.58 per ons pada pukul 07:39 WIB pagi kemarin. Kemerosotan lima hari yang dialami oleh emas ini mirip seperti pergerakan yang pernah terjadi pada bulan Agustus.

The Fed akan mengumumkan keputusannya mengenai program pembelian obligasi masifnya, apakah akan dilanjutkan atau diakhiri. Sementara itu, pasar tengah mencemaskan kenaikan suku bunga The Fed. Sehingga, sinyal-sinyal mengenai waktu pelaksanaan kenaikan suku bunga The Fed akan menjadi hal yang sangat diamati oleh para investor.

FOMC Sangat Dinanti

Emas gagal untuk mendaki kenaikan walaupun pasar ekuitas AS tengah melemah dan Dolar AS membuka kesempatan bagi emas untuk reli. Meski malam tadi, data ekonomi AS tak gemilang, emas tetap saja sulit untuk menanjak. Bahkan, bulion yang biasanya diburu sebagai aset safe haven nampaknya juga tak begitu mendapat minat. Di Comex NYMEX, harga emas berjangka untuk pengiriman Desember turun 0.6 persen ke $1,222.60 per ons.

Menurut analis dari HSBC Securities di AS, James Steel, yang diwawancarai oleh Bloomberg, kemerosotan emas saat ini diperkirakan berkaitan dengan investor yang tengah mengambil posisi menjelang pengumuman FOMC dan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed.

Sumber : Kontan

Comments are closed.