Emas Tumbang Hadapi Dolar AS Yang Berotot Lagi Pasca Kemenangan Partai Republik

PT.BESTPROFIT PEKANBARU – Emas tumbang ke level terendah sejak empat tahun lalu pada Rabu (05/11) sore kemarin akibat para investor yang melakukan aksi jual emas di tengah bearishnya sinyal grafik emas. Di divisi Comex New York, emas berjangka untuk pengiriman Ilustrasi+Harga+emas+TurunDesember anjlok sebanyak 1.9 persen ke level rendah $1,145.80 per troy ons, level yang belum pernah tercapai sejak bulan April 2010. Selain emas, perak di Comex juga ikut terseret jatuh sebanyak 44.5 sen atau sekitar 2.79 persen untuk diperdagangkan pada $15.50 per troy ons, level terendah perak sejak Februari 2010.

Selain aksi jual para investor, terpuruknya emas juga disebabkan oleh menguatnya Dolar AS pada sore hari ini, pasca kemenangan Partai Republik dalam Pemilu Senat Amerika Serikat. Sehingga emas untuk pengiriman segera tercatat jatuh 1.9 persen ke level $1,146.34 per ons, level terendah sejak bulan April 2010, dan diperdagangkan pada $1,150.95 pada pukul 3:35 sore waktu Singapura.

Aksi Jual Dan Dolar Menguat

Jalan bagi The Fed untuk menaikkan suku bunganya kian lebar. Sebaliknya, Jepang dan Zona Euro justru masih bergumul dengan tambahan stimulus. Pagi tadi, Gubernur Bank Sentral Jepang, Haruhiko Kuroda, mengakui sulitnya menggapai inflasi 2% tepat dua tahun. Untuk itulah ia melonggarkan target waktu meski target pencapaian inflasi tetap 2%. Alhasil, Dolar pun melesat ke level tinggi tujuh tahun terhadap Yen. Dan sebagai safe haven seperti Yen, emas secara tak langsung ikut terseret turun.

Menurut Howie Lee, analis investasi dari Phili Futures Ltd, pasar emas sedang tak menguntungkan dan permintaan terhadap emas pun melunak. Lee menyurati Bloomberg bahwa penyebab utama lemahnya emas pada hari ini adalah menguatnya Dolar AS. Dan untuk sektor pembelian emas fisik, para pembeli masih menunggu harga untuk turun lagi.

Sumber : seputarforex

Comments are closed.