Ford dan Perusahaan Korea Garap Proyek Baterai Mobil Listrik

Ford Motor Company dan SK Innovation, perusahaan asal Korea Selatan sepakat bekerja sama dalam memproduksi sel baterai dan modul untuk mobil listrik. Kesepakatan kedua perusahaan diumumkan, Kamis (20/5).

SK Innovation merupakan perusahaan berpengalaman yang telah memproduksi baterai mobil listrik sejak 1991. Perusahaan saat ini memiliki pabrik produksi baterai di Georgia yang melayani dua produsen mobil global.

Kedua perusahaan menandatangani nota kesepahaman untuk mendirikan usaha patungan BlueOvalSK, yang rencananya akan membangun pabrik berkapasitas 60 gigawatt jam per tahun di tahun kelima untuk mencapai pemanfaatan energi terbarukan yang hemat biaya, ini guna meningkatkan kemampuan produksi pabrik, mengutip AFP, Selasa (25/5).

Ford menyatakan, keputusan itu untuk mempercepat peningkatan produksi kendaraan listrik di AS ketika pemerintah memberlakukan kebijakan untuk mengurangi perubahan iklim dan meminimalkan emisi yang juga ditujukan pada industri otomotif.

Ford sempat memperkenalkan pikap F-150 bertenaga listrik, yang merupakan bagian dari kampanye investasi kendaraan listirk Ford senilai US$ 22 miliar (Rp315 triliun / US$1 = Rp14,338).

Chief Executive Ford Jim Farley mengatakan, perusahaan meningkatkan kemampuan memproduksi baterai mobil listrik dan unsur penting lainnya untuk kebutuhan mobil listrik yang diprediksi akan menggunakan sistem otonom atau bergerak tanpa bantuan bantuan di masa depan.

Ford sendiri saat ini memiliki model F-150, yang disebut Lightning, Ford Mustang Mach-E dan akan segera memperkenalkan van kargo E-Transit dalam waktu beberapa bulan ke depan.

“Dalam 10 bulan ke depan, kami akan memiliki tiga kendaraan volume tinggi ini dan kami membutuhkan baterai, jadi ya kami berinvestasi,” kata Farley kepada CNBC.

Comments are closed.