Harga Emas Melompat ke Posisi Rp934 Ribu per Gram

Harga jual emas PT Aneka Tambang (Persero) Tbk atau Antam berada di posisi Rp934 ribu per gram pada Kamis (23/4) atau naik Rp6.000 dari Rp928 ribu per gram dibanding kemarin. Begitu juga dengan harga pembelian kembali (buyback) naik Rp6.000 per gram dari Rp827 ribu menjadi Rp833 ribu per gram pada hari ini.

Berdasarkan data Antam, harga jual emas berukuran 0,5 gram senilai Rp491,5 ribu, 2 gram Rp1,81 juta, 3 gram Rp2,7 juta, 5 gram Rp4,49 juta, 10 gram Rp8,91 juta, 25 gram Rp22,18 juta, dan 50 gram Rp44,28 juta.

Kemudian, harga emas berukuran 100 gram senilai Rp88,5 juta, 250 gram Rp221 juta, 500 gram Rp441,8 juta, dan 1 kilogram Rp883,6 juta.

Harga jual emas tersebut sudah termasuk Pajak Penghasilan (PPh) 22 atas emas batangan sebesar 0,45 persen bagi pemegang Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP).

Bagi pembeli yang tidak menyertakan NPWP memperoleh potongan pajak lebih tinggi sebesar 0,9 persen.

Berdasarkan acuan pasar Commodity Exchange COMEX, harga emas di perdagangan internasional ada di posisi US$1.743,1 per troy ons atau naik 0,28 persen. Sedangkan harga emas di perdagangan spot terkoreksi 0,01 persen ke US$1.713,98 per troy ons pada pagi ini.

Analis sekaligus Kepala Riset Monex Investindo Ariston Tjendra mengatakan pergerakan harga emas di pasar internasional melanjutkan penguatan karena kekhawatiran pasar akan prospek ekonomi tetap ada, meski harga minyak mentah dunia mulai membaik.

Perkiraannya, harga emas berpotensi bergerak di kisaran US$1.690 sampai US$1.750 per troy ons pada hari ini.

Pada perdagangan hari ini, harga minyak mentah Brent kembali ke kisaran US$20,9 per barel atau menguat 2,6 persen dari posisi kemarin. Sementara harga minyak mentah WTI naik 3,91 persen menjadi US$14,22 per barel.

“Tapi, kolapsnya harga minyak mentah kemarin masih memicu kekhawatiran pasar terhadap outlook ekonomi ke depan. Pelaku pasar masih tertarik mengoleksi emas sebagai aset safe haven,” tutur Ariston

Selain itu, beberapa data ekonomi yang muncul ke publik pun masih relatif buruk dan memberi sinyal redupnya perekonomian ke depan. Contohnya, data indeks aktivitas industri manufaktur dan jasa negara-negara di kawasan Eropa yang kurang memuaskan.

Lalu, data tunjangan pengangguran mingguan AS yang terus meningkat. Begitu pula dengan data penjualan rumah baru di AS yang melemah.

“Ini memberikan petunjuk ke pasar mengenai outlook ekonomi global ke depan. Harga emas bisa bergerak menguat lagi bila data-data ini memburuk,” tandasnya.

1Pingbacks & Trackbacks on Harga Emas Melompat ke Posisi Rp934 Ribu per Gram