Harga Emas Susut Dipicu Pernyataan Janet Yellen

harga-emas-turun-andri-2-01062014Bestprofit Pekanbaru – Harga emas turun 1 persen pada perdagangan Rabu (16/7/2014) pagi ini ke level di bawah US$ 1,300 per ounce. Penurunan harga emas terjadi karena investor fokus pada kebijakan moneter Federal Reserve AS yang menunjukkan keinginan untuk mengakhiri program stimulus pembelian obligasi pada Oktober.

Melansir laman Reuters, harga emas di pasar spot turun 1 persen menjadi US$ 1.293,64 per ounce, setelah sebelumnya jatuh ke level US$ 1.291,70 per ounce, atau nilai terendah sejak 19 Juni.

Emas berjangka AS untuk pengiriman Agustus sempat turun US$ 9,60 menjadi US$ 1.297,10 per ounce, dengan volume perdagangan sekitar 30 persen di atas rata-rata 30-hari, menurut data awal Reuters.

Harga emas telah membukukan kerugian terbesar dalam dua hari sejak 1 Oktober, setelah kehilangan hampir 3,5 persen pada Senin dan Selasa lalu.

Harga logam sempat naik sesaat setelah Fed Janet Yellen Chair mengatakan kepada Senat AS jika pasar tenaga kerja negaranya masih jauh dari sehat dan menandai The Fed masih akan mempertahankan kebijakan moneter yang longgar sampai adanya tanda membaik pada jumlah pekerja dan data upah.

Namun, dalam laporan tambahannya, The Fed mengatakan akan mengakhiri progran stimulus senilai US$ 45 miliar pada bulan Oktober. Ini merupakan timeline yang konsisten dengan apa yang disebutkan pembuat kebijakan Fed sebelumnya.

“Yellen membela kebijakan saat ini tetapi pada akhirnya akan menaikkan nilai dan investor tidak akan memiliki alasan untuk memegang emas,” kata analis VTB Capital Andrey Kryuchenkov.

Kerugian harga logam mulai ini terus berlangsung jetika harga tergelincir di bawah US$ 1,300 per ounce untuk pertama kalinya dalam hampir satu bulan, dan indeks dolar mulai rally. Emas Muncul telah menemukan dukungan teknis dan rebound dari 50-hari rata-rata bergerak di dekat $ 1,292 per ounce.

Comments are closed.