Harga Emas Terpuruk Lagi Pekan Ini?

down_trend_use-this-oneBestprofit Pekanbaru – Sesuai prediksi para partisipan Kitco News Gold Survey, harga emas bergerak melemah US$ 20 per ounce sepanjang pekan lalu. Pekan ini, para partisipan kembali memprediksi adanya pelemahan harga emas.

Mengutip laman Kitco.com, Senin (6/10/2014), dari 26 partisipan, hanya tujuh orang yang memprediksi harga emas naik. 16 partisipan lain menilai harga emas akan turun dan tiga lainnya melihat tidak ada pergerakan signifikan.

Sejauh ini, penguatan dolar terus menekan harga emas. Sepanjang pekan lalu harga emas di divisi Comex New York Mercantile Exhange turun US$ 20 per ounce.

“Tingginya harga dolar terus menjadi tekanan bagi emas. Faktor lain yang penting adalah yang sentimen-sentimen yang menjadi pendorong menguatnya dolar. Koreksi pasti terjadi saat dolar mulai dirudung aksi beli yang berlebihan dan emas terus terjual,” tutur Senior Broker di Futurepath Trading Frank Lesh.

Dengan kondisi begitu, dia yakin harga emas akan bergerak melemah pekan depan. Sementara pakar strategi pasar Adam Klopfenstein mengatakan, tak ada alasan untuk membeli harga emas pekan ini.

“Tak ada alasan untuk memburu emas. Saat ini lebih baik membeli komoditas lain daripada emas,” katanya.

Sementara para partisipan lain yang menilai harga emas naik pekan depan melihat harga emas sempat menembus US$ 1.200 per ounce. Tentu saja itu dapat mendorong aksi beli dari sejumlah pelaku pasar.

“Saya rasa harga emas kan naik setelah sempat menembus level tersebut. Ini tanda emas akan segera laris kembali,” kata pengamat pasar senior di CMC Markets Colin Ceiszynski.

Comments are closed.