Harga Emas Turun Naik

investasi emasBestprofit Pekanbaru – Harga emas menguat kembali seiring dengan jatuhnya Dolar AS yang terbesar dalam setahun ini. Daya pikat Emas sebagai pengaman investasi setelah mencapai harga termurahnya di 2014 ini telah berkibar kembali. Perak juga mengikuti kenaikan harga emas ini dengan berada di harga termahalnya dalam 15 minggu ini.

Dolar AS terjatuh sebesar 1 persen atas 10 mata uang besar lainnya, setelah data ekonomi AS menyatakan bahwa pasar lapangan kerja AS mengalami penurunan jumlah angka pencari kerja, terendah sejak Februari 1978. Pun demikian, data ini masih menyatakan bahwa tingkat pengangguran AS masih mengalami penurunan bahkan yang terendah sejak Juli 2008. Jumlah kenaikan pekerja bahkan lebih baik dari perkiraan pasar.

Sejak Desember 2008 hingga Juni 2011, harga emas mengalami lonjakan sebesar 70 persen seiring kebijakan the Fed melakukan aksi beli obligasi untuk mendukung perekonomian nasional AS. Disisi lain, pertimbangan untuk menaikkan suku bunga kembali muncul sejak pertengahan 2006 setelah kondisi ekonomi AS membaik.

Meskipun data ekonomi ini bagus, dan menambah spekulasi bahwa The Federal Reserve akan menaikkan suku bunga lebih cepat dari perkiraan, Dolar AS tetap saja tidak tertolong untuk jatuh. Untuk pertama kalinya sejak 31 Desember, harga emas menembus dibawah $1200 pada 3 Oktober kemarin. Jatuhnya Dolar AS selanjutnya menjadi pendorong kebangkitan harga emas kembali, selain faktor psikologis bahwa disaat harga terjatuh dan murah, membuat sebagian investor melakukan aksi beli kembali atas harga komoditi yang jatuh.

Kenaikan harga emas saat ini bagi sebagian pelaku pasar masih dianggap terlalu rentan. Salah satu pertimbangan yang bisa memukul kenaikan harga emas saat ini adalah saat The Fed menaikkan suku bunga kembali. Sejauh ini pasar memperkirakan akan terjadi setahun lagi, namun sebagian kecil melihat bahwa bulan Juni yang akan datang sudah akan melakukan kenaikan suku bunga.

Pada Rabu (08/10) harga Emas diperdagangkan pada kisaran $1210 per ons, setelah pada awal minggu diperdagangkan di harga $1,183.24 per ons, yang merupakan harga termurahnya sejak 31 Desember, setelah data ekonomi AS minggu sebelumnya menunjukkan adanya traksi dalam pemulihan ekonomi AS.

Sementara itu, International Monetary Fund (IMF) telah memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi global di 2015, yang berdampak pada penurunan indek saham global. Indek MSCI All-Country World bahkan mencapai posisi terendah dalam lima bulan ini. Dengan kondisi seeprti ini, dimana The Fed masih mempertimbangkan waktu yang lebih tepat dalam menentukan kenaikan suku bunganya, emas masih akan terombang ambing. Harga Emas batangan juga mengalami konsolidasi setelah penurunan yang terjadi sebelumnya, naik kembali seiring dengan jatuhnya Dolar AS. Pun demikian potensi kenaikan Dolar AS kembali akan membatasi kenaikan harga emas selanjutnya.

Comments are closed.