Harga Emas Turun, Setelah Berayun Oleh Sentimen Fundamental – BESTPROFIT PEKANBARU

BESTPROFIT PEKANBARU – Perbedaan pandangan akan masa depan ekonomi AS dan Eropa mendorong gerakan terbesar dalam ayunan harga emas sepanjang tahun ini. Para investor melihat dua kutub besar antara prospek kenaikan suku bunga AS dengan kebijakan stimulus ekonomi yang membesar di Eropa.

BESTPROFIT PEKANBARU

BESTPROFIT PEKANBARU

Dalam fluktuasi harga emas selama 60 hari perdagangan berada mendekati angka 18.8, ini merupakan angka yang paling besar sejak Januari 2014. Harga emas dalam perdagangan berjangka berada dititik rendah setelah berayun antara untung dan rugi dalam perdagangan hari ini. Salah satu sentimen yang memberikan tekanan bagi jatuhnya harga emas adalah data ekonomi Jerman yang menyatakan permintaan produksi pabrikan Jerman mengalami perlambatan sehingga membuat Euro terdepresiasi, sebaliknya jumlah rakyat AS yang menyatakan pengangguran mengalami penurunan di minggu lalu sehingga memperkuat Dolar AS.

Harga emas batangan pada 2014 mencatat kinerja penurunan melanjutkan penurunan di tahun sebelumnya. Jatuhnya harga selama dua tahun ini secara beruntun merupakan yang pertama kali terjadi kembali sejak 1998. Sinyalemen membaiknya ekonomi AS telah memberikan prospek masa depan yang lebih nyata bagi kenaikan suku bunga AS. Alhasil ini membuat daya pikat emas sebagai tujuan investasi mengalami penurunan. Harga emas memang sempat menguat kembali di akhir tahun 2014, tepatnya sejak November sebesar 7 persen setelah jatuh ke harga termurahnya dalam empat tahun terakhir. Penguatan sesaat ini terjadi dipicu oleh hadirnya krisis politik kembali di Yunani serta munculnya harapan akan dilakukannya kebijakan stimulus di Eropa yang lebih besar lagi. Pasar juga berharap langkah Eropa ini akan diikuti oleh Cina untuk mendorong kembali laju ekonominya.

Dengan hadirnya dua kutub yang menyedot pergerakan harga emas, satu sisi adanya potensi kenaikan suku bunga AS disisi lain spekulasi akan seberapa besar Eropa akan meningkat belanja obligasi sehingga mengkilaukan Emas sebagai safe haven. Emas dalam perdagangan berjangka hari ini turun 0.2 persen ke harga $1,208.50 per ons di bursa Comex – New York, setelah sempat naik 0.5 persen. Tahun lalu, harga emas menurun 1.5 persen.

Gubernur Bank Sentral AS, Janet Yellen dalam pertemuan rutin pada 16-17 Desember kemarin menyatakan kenaikan suku bunga AS tidak dilakukan sebelum bulan April. Dolar AS merespon dengan melaju naik. Indek Dolar AS Bloomberg, yang mengukur kekuatan Dolar AS atas sejumlah mata uang besar lainnya menunjukkan penguatan, bahkan hari ini mampu mencetak ke posisi tertinggi. Catatan ini semakin memukul harga Emas ditengah proyeksi fundamental ekonomi AS bahwa jumlah pengangguran pada minggu lalu diperkirakan menurun. Sekurangnya ada 200,000 atau lebih lapangan kerja baru dalam 11 bulan terakhir ini di Desember kemarin. Proyeksi ini menyikapi rencana penerbitan sehari sebelumnya dari pengumuman resmi pemerintah AS.

Melihat kondisi ekonomi makro AS secara umum, harga emas nampaknya berat untuk membaik saat ini. Kekhawatiran akan inflasi memang mampu mendorong harga emas naik 70 persen dalam periode Desember 2008 – Juni 2011. Namun kini, meski inflasi juga masih akan terjadi, namun Emas tidak bisa mengikuti akselerasinya.

Sumber : http://financeroll.co.id/news/harga-emas-turun-setelah-berayun-oleh-sentimen-fundamental/

Comments are closed.