Harga logam Mulia Mulai Menguat

BESTPROFIT PEKANBARU – Perdagangan bursa komoditi logam mulia terpantau naik, Senin (17/11) didorong dari greenback yang tergelincir pasca data ekonomi GDP Jepang yang turun.

Spot emas naik 0.08% ke level $ 1,187.60 per ounce, setelah di level support 1.181.50 rendah dan level resisten 1.193.60 tinggi. Sementara Perak turun 0.94% ke level $16.157 per tray ounce.

BESTPROFIT PEKANBARU

BESTPROFIT PEKANBARU

Para investor melihat data AS telah menunjuk ke arah pemulihan, dan juga perdagangan yen dan euro telah melemah terhadap greenback. Dolar yang lebih kuat dan optimisme ekonomi bisa sering dianggap sebagai investasi alternatif aset berisiko. Sebuah ekonomi yang kuat juga bisa mendorong AS. Sementara pada data ekonomi Presiden ECB akan memberikan statement pada pukul 9.00 waktu setempat.

Tanda-tanda penguatan ekonomi AS telah diperlihatkan dari sebuah laporan Biro Sensus AS pada hari Jumat lalu yang berisikan bahwa penjualan ritel di wilayah ini telah mengalami kenaikan sebesar 0.3% di bulan Oktober. Laporan terpisah lainnya yang turut dirilis pada hari Jumat lalu telah dirilis oleh University of Michigan yang menyatakan bahwa sentimen konsumen juga mengalami kenaikan, yang disesuaikan secara musiman menjadi 89.4 di bulan November.

Faktor akan dinaikkannya cadangan emas milik Swiss National Bank dari 8% menjadi 20%, setidaknya juga telah menyita perhatian para investor logam mulia untuk memulai lagi melakukan transaksinya meski di minggu ini ada Fed Meeting yang akan mencoba menghadang laju kenaikan logam mulia kembali.

Sumber : Financeroll

Comments are closed.