Harga Minyak Makin Meroket Akibat Badai Musim Dingin Texas

Harga minyak mentah dunia kembali naik pada perdagangan Rabu (17/2) waktu AS. Cuaca dingin ekstrem di Texas, AS, masih menjadi sentimen positif untuk harga minyak.

 

Mengutip Antara, Kamis (18/2), cuaca dingin di Texas diperkirakan menghambat produksi minyak selama berhari-hari atau bahkan berminggu-minggu.

Tercatat, minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman April naik 99 sen atau 1,6 persen ke level US$64,34 per barel.

Sementara, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman Maret naik 1,8 persen atau US$1,09 ke level US$61,14 per barel.

Texas selama ini menjadi wilayah yang memasok sebagian besar minyak di AS. Wilayah itu juga menjadi bagian dari pusat penyulingan utama di AS.

“Ini baru saja membawa kami ke tingkat berikutnya. Minyak mentah WTI mungkin akan mencapai maksimal mendekati US$65 per barel,” terang Direktur Energi Berjangka di di New York Mizuho.

Sejauh ini, cuaca dingin di Texas menutup produksi minyak sebanyak 1 juta barel per hari. Hal itu diprediksi terjadi beberapa hari atau minggu ke depan.

Secara total, seperlima dari produksi penyulingan AS telah dihentikan. Dengan kondisi ini, jumlah produksi akan sejalan dengan penurunan permintaan yang sedang terjadi.

“Ada sedikit tarik ulur karena meskipun pasokan telah ditutup, penyulingan juga sedang turun, sehingga tidak banyak permintaan,” terang Mitra di Again Capital di New York John Kilduff.

Sebagai informasi, harga minyak Brent sebelumnya naik 58 sen atau 1 persen menjadi US$60,05 per barel. Lalu, harga minyak WTI AS naik 5 sen atau 0,1 persen ke level US$63,35 per barel.

1Pingbacks & Trackbacks on Harga Minyak Makin Meroket Akibat Badai Musim Dingin Texas