Harga Minyak Mentah Melonjak, Pasokan Minyak AS Bisa Merubahnya Pekan Depan

imagesBestprofit Pekanbaru – Pasar minyak mentah pekan ini menunjukkan kenaikan harga yang didukung oleh tanda-tanda pertumbuhan ekonomi global  dengan pertumbuhan manufaktur AS mengambil ke level tertinggi tiga bulan di bulan Mei dan juga sektor pabrik China pulih dalam kinerja terbaik tahun ini pada bulan Mei.

Mengakhiri perdagangan pekan lalu harga minyak mentah ditutup dengan harga yang melonjak yang didorong  oleh laporan pemerintah AS yang menunjukkan penurunan besar dalam cadangan minyak mentah dan cukup mengejutkan pasar setelah sebelumnya dilaporkan persediaan AS bertambah.

Harga minyak mentah AS berjangka untuk kontrak pengiriman Juli naik sekitar $ 2,71-2,6 % untuk minggu ini ke $ 104,29 per barel di New York Mercantile Exchange  yang merupakan penutupan tertinggi sejak 21 April lalu.

Pada hari Rabu (21/5), Departemen  Energi AS melaporkan stok minyak domestik turun 7,2 juta barel dalam pekan yang berakhir 16 Mei. Ini merupakan penurunan mingguan terbesar dalam lebih dari empat bulan. Dan penurunan impor minyak mentah ke level terendah 17 – tahun sebagai alasan utama untuk penurunan stok.

Harga minyak juga didukung oleh gangguan pasokan minyak baru di Libya, para pengunjuk rasa menutup kantor pusat perusahaan menjalankan pelabuhan minyak Brega, satu-satunya pelabuhan timur yang  tetap buka sepanjang  pelabuhan minya lainnya yang ditutup selama sembilan bulan oleh  kelompok pemberontak  seperti yang dilaporkan kantor berita negara LANA hari Kamis lalu. Produksi minyak Libya sekitar 230.000 bph pada hari Rabu,  namun tingkat produksi yang pasti masih belum jelas updatenya hingga hari Jumat kemarin .

Investor juga terus mengawasi konflik yang sedang berlangsung di Ukraina – rute pasokan gas utama Eropa dari Rusia – di mana pemilihan presiden yang dijadwalkan untuk pekan ini.

Alasan untuk penurunan impor menjadi rata-rata hampir 6,5 juta barel per hari adalah produksi minyak AS melonjak yang telah mengurangi kebutuhan untuk minyak mentah asing.

Meskipun pekan lalu laju pasar minyak mentah lebih tinggi namun menurut analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting pergerakan minggu depan bisa benar-benar berbeda karena penurunan satu minggu impor bukanlah sebuah tren yang dipakai.Karena  pekan depan bisa saja bergerak melemah  terutama jika produksi dalam negeri menambah pasokannya kembali.

Comments are closed.