Harga Nikel di Bursa LME Terangkat Ekskalasi Konflik Ukraina-Rusia

Bestprofit Pekanbaru – Harga nikel di Bursa LME pada perdagangan Selasa 1 Juli 2014 terpantau berhasil ditutup menguat. Penguatan harga nikel di Bursa LME dipicu peningkatan tensi konflik antara Rusia dengan Ukraina.

Kembali memburuknya kondisi Ukraina akibat gagalnya gencatan senjata antara pihak aparat keamanan Ukraina dengan gerakan pro separatis Rusia memicu harga nikel untuk kembali terangkat di Bursa LME. Peningkatan jumlah persediaan nikel di gudang LME bahkan terpantau kurang berpengaruh terhadap pergerakan harga nikel. Potensi terganggunya aliran supply nikel Rusia akibat konflik tersebut diduga lebih berpengaruh terhadap pergerakan harga nikel pada perdagangan kemarin di LME. Sebelumnya, harga nikel juga telah terangkat oleh larangan ekspor biji mentah Indonesia yang berpotensi diperpanjang berdasarkan pernyataan kedua calon presiden Indonesia.

Pada perdagangan Selasa 1 Juli 2014 di Bursa LME, harga nikel terpantau ditutup menguat. Harga nikel LME untuk pengiriman 3 bulan kedepan naik 0,69% ke tingkat harga $18.930/ton atau menguat $130/ton.

Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memprediksi harga nikel akan cenderung bergerak kembali menguat pada perdagangan hari ini di Bursa LME. Hal tersebut dilandasi oleh adanya peningkatan tensi konflik Ukraina yang semakin berpotensi memicu sanksi ekonomi terhadap Rusia selaku salah satu produsen nikel terbesar dunia. Terkait pergerakan harga nikel, range normal diprediksi akan berada di kisaran $18.500-$19.500.

Comments are closed.