Hati-hati Tawaran Investasi Menggiurkan

BESTPROFIT PEKANBARU – Kata banyak orang bijak, pengalaman adalah guru yang baik. Tapi petuah itu tak berlaku bagi orang-orang tamak yang ingin cepat kaya tanpa mengeluarkan keringat.

investasi-bodong-_130917140830-680Tak percaya? Di awal 2015, ribuan orang kembali menjadi korban investasi bodong. Mereka tergiur bujuk rayu Lusy Anteka yang menawarkan kerjasama investasi emas, dolar, dan gadget dengan janji keuntungan 70% – 100% per bulan.

Meskipun pemerintah terus menerus melakukan edukasi, toh tawaran demi tawaran investasi terus saja bermunculan. Dan anehnya, seperti tak pernah kapok, selalu saja banyak investor yang terjerat. Lihat saja, sejak 2013, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menerima sekitar 2.800 pengaduan terkait kerjasama investasi. Dari jumlah itu, sebagian ditenggarai bodong dengan total kerugian Rp 3,5 triliun.

Kalau mau sedikit iseng, tawaran kerjasama investasi akan dengan mudah dijumpai di koran-koran, internet, facebook, atau media sosial lainnya. Bisnis yang ditawarkan juga aneka rupa, dan bisa dibilang sedikit neyeleneh. Mulai dari kerajasama pengiriman barang, penerbitan buku, penggemukan sapi, IT, cafe, furnitur, babershop, hingga membuka usaha sekolah taman kanak-kanak.

Iming-imingnya? Tetap sama, keuntungan besar. Contohnya ajakan kerjasama untuk mengelola 20 sumur minyak tua di wilayan Wonocolo, Bojonegoro, Jawa Timur. Dalam iklan itu, si pengelola sumur menawarkan keuntungan (return on investment) 50% – 1.000% per tahun. Ada pula tawaran kerjasama penternakan bebek peking dengan keuntungan 20% – 50% per panen (60 hari).

Dengan iming-iming keuntungan yang tinggi, tak heran bila orang seperti Lusy Anteka bisa meraup dana miliaran rupiah. Padahal, di balik iming-iming yang menggiurkan itu ada resiko yang juga mesti ditanggung investor, termasuk modalnya raib. “Masalahnya masyarakat selalu ingin untung besar dan cepat. Misalnya tiga persen per bulan, yang sebenarnya tidak mungkin,” ujar Lucky Fathul, Deputi Komisioner Manajemen Strategis I OJK.

Nah, agar tidak banyak masyarakat yang tertipu, sejak tahun lalu OJK giat menggekar edukasi. Termasuk memberikan pemahaman pengelolaan keuangan kepada ibu-ibu rumahtangga. “Dengan edukasi ini masyarakat menjadi tidak mudah tergiur bila ada tawaran investasi yang menjanjikan imbal hasil di luar kewajaran,” ujar Kusumaningtuti Sandriharmy Soetiono, Anggota Dewan Komisioner Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK.

Sebenarnya tak hanya di negara berkembang seperti Indonesia, di negara maju pun banyak orang tertipu oleh investasi bodong.Seperti yang terjadi di Inggris baru-baru ini. Gara-gara tergiur keuntungan 20% per bulan, 100 lebih pemain sepak bola Inggris harus kehilangan uang hingga 30 juta pounds atau sekitar Rp 550 miliar. Salah satu korban adalah Robbie Keane, pemain asal Irlandia.

Jadi, sebelum menyesal, sebaiknya investor berpikir bolak-balik sebelum menanamkan uangnya. Pakailah logika. Jika memang bisa memberikan keuntungan hingga 50% atau lebih per tahun, mengapa “mereka” itu tidak mengajukan kredit ke bank? Kenapa harus mengincar uang Anda? Kecuali jika Anda ingin seperti keledai, yang katanya bisa terperosok ke lubang yang sama higga berkali-kali.

Kata banyak orang bijak, pengalaman adalah guru yang baik. Tapi petuah itu tak berlaku bagi orang-orang tamak yang ingin cepat kaya tanpa mengeluarkan keringat. Buktinya, di awal 2015, ribuan orang kembali menjadi korban investasi bodong. Mereka tergiur bujuk rayu Lusy Anteka yang menawarkan kerjasama investasi emas, dolar, dan gadget dengan janji keuntungan 70% – 100% per bulan.

Meskipun pemerintah terus menerus melakukan edukasi, toh tawaran demi tawaran investasi terus saja bermunculan. Dan anehnya, seperti tak pernah kapok, selalu saja banyak investor yang terjerat. Lihat saja, sejak 2013, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menerima sekitar 2.800 pengaduan terkait kerjasama investasi. Dari jumlah itu, sebagian ditenggarai bodong dengan total kerugian Rp 3,5 triliun.

Kalau mau sedikit iseng, tawaran kerjasama investasi akan dengan mudah dijumpai di koran-koran, internet, facebook, atau media sosial lainnya. Bisnis yang ditawarkan juga aneka rupa, dan bisa dibilang sedikit neyeleneh. Mulai dari kerajasama pengiriman barang, penerbitan buku, penggemukan sapi, IT, cafe, furnitur, babershop, hingga membuka usaha sekolah taman kanak-kanak.

Iming-imingnya? Tetap sama, keuntungan besar. Contohnya ajakan kerjasama untuk mengelola 20 sumur minyak tua di wilayan Wonocolo, Bojonegoro, Jawa Timur. Dalam iklan itu, si pengelola sumur menawarkan keuntungan (return on investment) 50% – 1.000% per tahun. Ada pula tawaran kerjasama penternakan bebek peking dengan keuntungan 20% – 50% per panen (60 hari).

Sumber : http://ekonomi.inilah.com/read/detail/2173465/hati-hati-tawaran-investasi-menggiurkan

Comments are closed.